Dobrizol: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
·waktu baca 7 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Dobrizol obat apa? Dobrizol adalah obat untuk mengobati gangguan saluran pencernaan akibat kelebihan asam lambung, seperti sakit maag, gastritis, dan dispepsia. Obat ini juga bisa digunakan sebagai pencegahan stress ulcer atau tukak lambung yang disebabkan oleh stres.
Dobrizol termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai resep dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Dobrizol 30 mg | |
|---|---|
Harga | Rp20.000 - Rp30.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengobati gangguan pada saluran pencernaan akibat kelebihan asam lambung, seperti sakit maag, gastritis (radang lambung), dispepsia, dan tukak lambung. |
Komposisi | Lansoprazole 30mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa (untuk penyakit GERD): dosis 30 mg per hari, diminum selama 4-8 minggu. Obat ini dikonsumsi sebelum makan. |
Efek Samping | Sakit kepala, pusing, konstipasi, diare, dan muntah. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk penderita gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat, penderita osteoporosis, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Dobrizol
Dobrizol merupakan obat yang diindikasikan untuk mengobati berbagai gangguan saluran pencernaan, seperti dispepsia, tukak lambung, dan gastritis. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat proton pump inhibitors atau penghambat pompa proton.
Mengutip jurnal Proton Pump Inhibitors terbitan Journal of Clinical Pathology, proton pump inhibitors bekerja dengan cara menghalangi sekresi asam dalam lambung melalui sistem enzim adenosin trifosfatase hidrogen-kalium (pompa proton) dari sel-sel parietal lambung.
Dengan cara kerjanya tersebut, proton pump inhibitors dapat menutup produksi asam lambung dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kandungan dan Kegunaan Dobrizol
Dobrizol mengandung zat aktif lansoprazole 30 mg. Obat proton pump inhibitors seperti lansoprazole memiliki mekanisme kerja dengan cara mengurangi sekresi asam dan menurunkan level somatostatin.
Menurut National Health Service (NHS), lansoprazole bekerja dengan cara menghalangi produksi asam lambung dengan menutup pompa asam dalam sel-sel lambung penghasil asam. Obat ini juga dapat memberikan waktu kepada jaringan kerongkongan yang rusak untuk pulih.
Lansoprazole umumnya digunakan ketika obat golongan antagonis H2 tidak dapat menghilangkan gejala yang muncul akibat penyakit lambung tertentu, seperti komplikasi GERD (gastroesophageal reflux disease).
Dobrizol yang mengandung lansoprazole dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi akibat kelebihan asam lambung, seperti:
Gastritis, yaitu peradangan pada lapisan dinding lambung yang ditandai dengan nyeri di bagian ulu hati.
Tukak lambung, yaitu peradangan pada lambung akibat luka yang ditandai dengan nyeri ulu hati, perut kembung, dan mual.
Refluks asam, yaitu kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus. Kondisi ini ditandai dengan batuk kering terus-menerus, nyeri saat berbaring, dan kesulitan menelan makanan.
Esofagitis erosif, yakni kondisi peradangan pada lapisan esofagus atau kerongkongan.
Sakit maag yang disebabkan oleh penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID).
Hipersekresi atau kondisi perut yang mengeluarkan terlalu banyak asam lambung, seperti Sindroma Zollinger Ellison.
Selain beberapa kondisi di atas, Dobrizol juga dapat digunakan sebagai terapi obat yang dikombinasikan dengan obat-obatan antibiotik untuk mengobati infeksi perut yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).
Dobrizol sangat baik dikonsumsi satu jam sebelum makan. Sebab, obat golongan proton pump inhibitors bekerja dengan baik saat lambung secara aktif menghasilkan asam, yaitu setelah makan.
Anjuran Dosis Dobrizol
Dobrizol merupakan obat yang tersedia dalam bentuk tablet. Sebagai golongan obat keras, penggunaan Dobrizol tidak boleh sembarangan dan harus sesuai anjuran dokter.
Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Dobrizol secara umum sesuai dengan kondisi pasien adalah sebagai berikut.
Dosis Debrizol untuk Tukak Lambung dan Duodenum
Dewasa: dosis awal 30 mg per hari, diminum selama 4 minggu. Pengobatan dapat dilanjutkan selama 4 minggu berikutnya jika tidak sepenuhnya sembuh dengan dosis pemeliharaan 15 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum makan.
Dosis Debrizol untuk Penyakit GERD
Dewasa: dosis 30 mg per hari, diminum selama 4-8 minggu. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum makan.
Dosis Debrizol untuk Sindroma Zollinger Ellison
Dewasa: dosis 60 mg per hari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum makan.
Dosis Debrizol untuk Esofagitis Erosif
Dewasa: dosis 30 mg per hari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum makan.
Cara Mengonsumsi Dobrizol dengan Benar
Dobrizol termasuk golongan obat keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Adapun cara mengonsumsi Dobrizol dengan benar, yaitu:
Sebelum mengonsumsi Dobrizol, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.
Konsumsi Dobrizol harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Dobrizol sebaiknya dikonsumsi sebelum makan agar membantu penyerapan obat secara maksimal.
Konsumsi Dobrizol secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, dan mencampurkan obat dengan makanan.
Konsumsi Dobrizol secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika Anda lupa mengonsumsi Dobrizol pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.
Simpan Dobrizol di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Interaksi Dobrizol dengan Obat Lain
Kandungan lansoprazole dalam Dobrizol dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan memengaruhi efektivitas obat. Dikutip dari laman Drug Bank, adapun interaksi Dobrizol dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:
Penggunaan Dobrizol bersamaan dengan obat-obatan yang membutuhkan asam lambung untuk penyerapan dapat memengaruhi efektivitas obat-obatan tersebut. Contoh obatnya adalah ampisilin, atazanavir, erlotinib, pazopanib, itraconazole, dan ketoconazole.
Penggunaan Dobrizol bersamaan dengan metotreksat, terutama dalam dosis tinggi, dapat meningkatkan risiko efek samping metotreksat. Metotreksat adalah obat yang biasa digunakan untuk terapi kanker dan penyakit autoimun.
Penggunaan Dobrizol bersamaan dengan obat yang mengandung dexlansoprazole dapat meningkatkan risiko efek samping. Hal ini karena lansoprazole memiliki mekanisme kerja yang mirip dengan dexlansoprazole.
Penggunaan Dobrizol bersamaan dengan obat antasida dan sukralfat dapat mengurangi bioavailabilitas atau daya serap obat yang masuk ke dalam sistem peredaran darah.
Penggunaan Dobrizol bersamaan dengan obat diuretik dan digoxin dapat meningkatkan risiko hipomagnesemia (rendahnya kadar magnesium dalam darah).
Perlu dicatat, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Dobrizol. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan Dobrizol dengan obat-obatan lain.
Cara Penyimpanan Dobrizol
Simpan Dobrizol pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.
Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat Dobrizol sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Dobrizol
Penggunaan Dobrizol tidak boleh sembarangan dan harus dalam pengawasan dokter. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:
Pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
Pasien yang pernah atau sedang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat.
Pasien yang menderita osteoporosis.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila sedang atau pernah menderita kondisi medis berikut:
Penyakit jantung
Penyakit diabetes
Radang usus
Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Kondisi hamil dan menyusui
Efek Samping Dobrizol
Dobrizol yang mengandung lansoprazole memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Mengutip buku Gastroesophageal Reflux Disease: A Clinician's Guide oleh Gary Gitnick (2008: 149), beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, di antaranya:
Sakit kepala
Diare atau sembelit
Konstipasi
Mual atau muntah
Nyeri pada otot dan sendi
Kelelahan
Kesemutan
Nafsu makan hilang
Selain efek samping di atas, Dobrizol berkemungkinan menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam merah pada kulit, pembengkakan bibir atau kelopak mata, kesulitan bernapas, dan gatal-gatal.
Jika merasakan efek samping yang tidak kunjung membaik dan reaksi alergi, segera hentikan pemakaian obat. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Baca Juga: 4 Obat GERD Paling Ampuh untuk Atasi Gejala Asam Lambung
Penyakit Terkait dengan Obat Dobrizol
Kandungan lansoprazole dalam Dobrizol efektif digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung. Dikutip dari laman WebMD, adapun beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan lansoprazole, yaitu:
1. GERD
Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, dan sakit perut.
Lansoprazole dalam Dobrizol dapat digunakan untuk mengatasi GERD dengan mengurangi produksi asam lambung, sehingga dapat membantu mengurangi gejalanya.
2. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah luka yang terbentuk pada dinding lambung akibat kerusakan pada lapisan dinding tersebut. Lansoprazole dapat membantu mengatasi kondisi ini dengan mengurangi produksi asam lambung yang merusak dinding lambung tersebut.
3. Sindrom Zollinger-Ellison
Sindrom Zollinger-Ellison adalah kondisi langka di mana tumor pada pankreas atau duodenum menyebabkan produksi asam lambung yang berlebihan.
Lansoprazole dapat digunakan dalam pengobatan sindrom ini untuk mengendalikan produksi asam lambung yang berlebihan.
4. Esofagitis Erosif
Esofagitis erosif adalah peradangan pada kerongkongan yang disebabkan oleh refluks asam lambung yang berlebihan. Penggunaan lansoprazole dapat membantu mengurangi produksi asam lambung dan meredakan peradangan pada kerongkongan.
5. Dispepsia Fungsional
Dispepsia fungsional adalah kondisi di mana seseorang mengalami gejala gangguan pencernaan di perut bagian atas tanpa diketahui penyebab medis yang jelas. Gejalanya meliputi sakit perut, perut kembung, dan sensasi kenyang setelah makan.
Lansoprazole dapat membantu mengurangi gejala dispepsia ini dengan mengurangi kelebihan asam lambung yang bisa menjadi pemicunya.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan Dobrizol?

Apa kegunaan Dobrizol?
Dobrizol adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan pada saluran pencernaan, seperti sakit maag, gastritis, dispepsia, dan tukak lambung.
Apa kandungan obat Dobrizol?

Apa kandungan obat Dobrizol?
Dobrizol memiliki kandungan lansoprazole 30 mg.
Dobrizol golongan obat apa?

Dobrizol golongan obat apa?
Dobrizol termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.
