Farsifen: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
·waktu baca 6 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Farsifen obat apa? Farsifen adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi peradangan dan rasa nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri haid. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID).
Farsifen termasuk ke dalam golongan obat bebas terbatas, sehingga penggunaannya harus sesuai informasi yang tertera pada kemasan obat. Obat ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak berusia 6-12 tahun dan orang dewasa.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Farsifen 200 mg | |
|---|---|
Harga | Rp3.000 - Rp15.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengobati kondisi peradangan dan rasa nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri haid. |
Komposisi | Ibuprofen 200 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa: dosis 200-400 mg, diminum sebanyak 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis 200 mg, diminum sebanyak 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan. |
Efek Samping | Pusing, sakit kepala, sakit perut, mual, dan muntah. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi terhadap kandungan obat, memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Bebas Terbatas |
Pengertian Farsifen
Farsifen adalah golongan obat NSAID yang memiliki efek analgesik (pereda nyeri), antiinflamasi (mengatasi peradangan), dan antipiretik (penurun demam). Obat ini diindikasikan untuk meredakan demam, sakit kepala, sakit pada telinga, nyeri haid, hingga gejala osteoartritis.
Mengutip jurnal Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) oleh Ida Ghlichloo dan Valerie Gerriets, sebagai analgesik, obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin di dalam tubuh untuk memberikan efek penghilang rasa sakit.
Sementara sebagai antiinflamasi, Farsifen bekerja dengan cara menekan respons pertahanan alami tubuh, kemudian mengurangi gejalanya, seperti peradangan dan pembengkakan.
Farsifen juga digunakan sebagai obat antipiretik yang bekerja dengan cara menghambat peningkatan konsentrasi prostaglandin di sistem saraf pusat yang menyebabkan demam. Dengan begitu, obat ini dapat menurunkan suhu tubuh kembali ke normal.
Kandungan dan Kegunaan Farsifen
Farsifen memiliki kandungan zat aktif ibuprofen yang tersedia dengan komposisi 200 mg dan 400 mg. Mengutip jurnal An Overview of Clinical Pharmacology of Ibuprofen oleh Rabia Bushra, ibuprofen adalah obat untuk membantu mengurangi rasa sakit, termasuk demam, sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, hingga nyeri pascaoperasi.
Ibuprofen juga telah disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk digunakan dalam meredakan nyeri akut dan kronis yang terkait dengan kondisi peradangan, seperti:
1. Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid arthritis atau penyakit rematik adalah peradangan kronis pada sendi yang disebabkan oleh penyakit autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Penyakit ini ditandai dengan rasa kaku, nyeri, kemerahan, dan bengkak pada sendi.
2. Osteoartritis
Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif yang memengaruhi tulang rawan persendian. Kondisi ini menyebabkan gesekan antara tulang yang terdapat dalam sendi, sehingga menimbulkan rasa sakit, kaku, dan gejala lainnya.
3. Neuralgia
Neuralgia adalah nyeri kronis yang terjadi karena kerusakan saraf. Kondisi ini bukan merupakan suatu penyakit melainkan gejala dari kelainan ataupun cedera.
4. Dismenore
Dismenore atau nyeri haid adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau ketika sedang haid atau menstruasi. Kondisi ini merupakan salah satu masalah terkait haid yang paling umum dikeluhkan.
5. Spondilitis Ankilosa
Spondilitis ankilosa merupakan peradangan kronis yang terjadi pada tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang belakang terasa nyeri, kaku, serta dapat mengubah postur tubuh penderitanya. Penggunaan Farsifen dapat mengurangi gejala nyeri pada kondisi ini.
6. Nyeri Trauma
Farsifen dapat membantu meredakan nyeri pada kasus trauma muskuloskeletal (struktur yang mendukung anggota tubuh, leher, dan punggung). Selain itu, obat ini juga dapat membantu mengatasi nyeri setelah operasi.
Selain beberapa kondisi di atas, Farsifen juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri akibat otot tegang. Ketegangan pada otot dapat terjadi karena penggunaan otot secara berlebihan.
Anjuran Dosis Farsifen
Sebagai golongan obat bebas terbatas, penggunaan Farsifen harus sesuai dengan petunjuk informasi pada kemasan obat. Berikut ini anjuran dosis dan aturan pakai Farsifen secara umum.
Dewasa: dosis 200-400 mg, diminum sebanyak 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis 200 mg, diminum sebanyak 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Jika ingin mengonsumsi Farsifen, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Farsifen
Sebelum mengonsumsi Farsifen, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi.
Farsifen tidak boleh dikonsumsi bagi pasien yang memiliki alergi terhadap ibuprofen dan golongan obat NSAID lainnya. Selain itu, jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:
Pasien yang menderita tekanan darah rendah (hipotensi).
Pasien yang memiliki gangguan fungsi sumsum tulang.
Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti herpes.
Pasien yang memiliki riwayat penyakit tukak lambung, katarak, gagal jantung, penyakit liver, atau gangguan mental seperti depresi.
Pasien yang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal berat.
Pasien yang mengidap infeksi saluran pernapasan kronis.
Ibu hamil dan menyusui.
Cara Mengonsumsi Farsifen dengan Benar
Meskipun termasuk golongan obat bebas terbatas, konsumsi Farsifen tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat ini, yaitu:
Sebelum mengonsumsi Farsifen, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.
Konsumsi Farsifen harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Farsifen sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung dan membantu penyerapan obat secara maksimal.
Konsumsi obat secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah atau menghancurkan obat.
Jika Anda lupa mengonsumsi Farsifen pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.
Simpan Farsifen di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan obat berada di tempat jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Interaksi Farsifen dengan Obat Lain
Kandungan ibuprofen dalam Farsifen dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain. Interaksi obat dapat memengaruhi efektivitas Farsifen dan berpotenesi meningkatkan risiko efek samping.
Dikutip dari laman National Health Service, adapun ibuprofen yang terkandung dalam Farsifen dapat menyebabkan interaksi pada obat-obatan berikut:
Obat pengencer darah, seperti warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
Obat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat.
Obat-obatan pereda nyeri, seperti aspirin, diklofenak, asam mefenamat, atau naproxen memiliki efek serupa dengan ibuprofen. Kombinasi ini dapat meningkatkan risiko efek samping.
Obat-obatan jenis steroid dan antibiotik, seperti betametason, deksametason, ciprofloxacin, atau levofloxacin, dapat berinteraksi dengan ibuprofen.
Obat-obatan antidepresan, seperti citalopram, fluoxetine, fluvoxamine, venlafaxine, paroxetine atau sertraline dapat meningkatkan risiko efek samping.
Obat-obatan diabetes, seperti gliclazide, glimepiride, glipizide atau tolbutamide dapat meningkatkan risiko efek samping.
Baca Juga: 5 Obat Sakit Gigi di Apotek yang Ampuh Redakan Nyeri
Efek Samping Farsifen
Sama seperti obat-obatan lainnya, Farsifen juga memiliki sejumlah efek samping yang dapat muncul, di antaranya:
Pusing atau sakit kepala
Sakit perut
Mual atau muntah
Mengantuk
Dispepsia (nyeri di perut yang tidak nyaman)
Pruritus (rasa gatal pada kulit)
Mulut kering
Sensasi panas di kulit
Di samping itu, Farsifen juga dapat menimbulkan beberapa efek samping serius, seperti telinga berdenging, gagal napas, pembengkakan pada wajah, denyut nadi yang abnormal (fibrilasi atrium), dan tekanan darah rendah.
Jika mengalami efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan Farsifen?

Apa kegunaan Farsifen?
Farsifen adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi peradangan dan rasa nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri haid.
Farsifen termasuk golongan obat apa?

Farsifen termasuk golongan obat apa?
Farsifen termasuk ke dalam golongan obat bebas terbatas, sehingga penggunaannya harus sesuai informasi yang tertera pada kemasan obat.
Apa kandungan obat Farsifen?

Apa kandungan obat Farsifen?
Farsifen memiliki kandungan zat aktif ibuprofen yang tersedia dengan komposisi 200 mg dan 400 mg.
