Kumparan Logo
Konten Media Partner

Favipiravir: Pengertian, Dosis, dan Efek Samping yang Dirasakan

Kata Dokter

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Favipiravir adalah obat yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi virus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Favipiravir adalah obat yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi virus. Foto: Unsplash

Favipiravir obat apa? Dalam dunia medis, favipiravir adalah obat antivirus yang digunakan untuk mengatasi beberapa jenis virus influenza. Obat ini bekerja dengan menghambat RNA polymerase atau enzim virus agar virus tidak dapat mereplikasi dirinya ke dalam sel tubuh manusia.

Tidak hanya digunakan untuk influenza saja, obat favipiravir baru-baru ini sedang diuji manfaatnya untuk mengatasi virus lain, yaitu Covid-19. Menyadur National Institute for Health and Care Research (NIHR), obat favipiravir akan diselidiki lebih dalam lagi pada beberapa rumah sakit yang memang bekerja sama dengan NIHR.

Sebagai informasi, favipiravir merupakan obat keenam yang diteliti oleh NIHR dan menjadi obat antivirus pertama. Pada jurnal Role of Favipiravir in The Treatment of Covid-19 dalam International Journal of Infection Disease, favipiravir dianggap memiliki konsentrasi yang efektif untuk melawan infeksi SARS CoV-2 dalam dosis terapeutik yang aman.

Perkembangan favipiravir sebagai obat yang efektif untuk Covid-19 juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

EUA adalah persetujuan penggunaan obat atau vaksin yang belum mendapatkan izin edar atau belum disetujui untuk indikasi penggunaan tersebut dalam kondisi darurat atau emergency. Untuk bisa mendapatkan EUA, ada beberapa standar internasional yang harus dimiliki dari World Health Organization (WHO).

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Favipiravir 200 mg
Harga
Rp22.500 per tablet 200 mg
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi infeksi pada virus influenza.
Komposisi
Favipiravir 200 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: 1600 mg diminum 2 kali sehari untuk konsumsi di hari pertama. Kemudian diikuti 600 mg, 2 kali sehari selama 4 hari (di hari ke 2-5). Total durasi penggunaannya adalah 5 hari.
Efek Samping
Vertigo, ekimosis, pandangan kabur, dan polip tonsil.
Cara Penyimpanan
Harus disimpan pada suhu ruangan yang kering, pada suhu ruangan di bawah 30°C, jauh dari panas dan cahaya sinar matahari.
Peringatan
Tidak boleh digunakan apabila memiliki riwayat alergi. Beri tahu dokter apabila pasien menderita penyakit asam urat, diabetes, liver, TBC, asma, hingga hepatitis.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Obat Favipiravir

Favipiravir adalah jenis obat yang termasuk ke golongan antivirus dengan temuan Toyama Chemical Co., Ltd yang penggunaannya dimanfaatkan untuk virus influenza, ebola, dan Covid-19. Menurut National Medical Products Administration China, favipiravir atau 6-fluoro-3-hydroxy-2-pyrazinecarboxamide merupakan obat turunan dari pyrazinecarboxamide.

Nantinya, obat ini akan bekerja dengan cara melawan virus RNA yang mana menghambat enzim polimerase, sehingga virus tidak memiliki kesempatan untuk berkembang biak di dalam tubuh. Enzim polimerase sendiri adalah enzim yang mengkatalisis reaksi polimerisasi deoksiribonukleotida menjadi untai DNA.

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa obat favipiravir adalah obat yang bisa digunakan oleh pengidap Covid-19. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan obat ini sebagai antivirus Covid-19 harus ditujukan kepada pasien yang hanya memiliki gejala ringan dan dirawat di rumah sakit.

Pasalnya, favipiravir merupakan obat yang hanya bisa digunakan sesuai dengan anjuran dokter. Jadi, para pasien yang mengonsumsi obat ini tidak disarankan untuk menambah atau mengurangi dosis serta hindari penggunaan obat favipiravir yang lebih dari waktu anjuran dokter.

Dosis Obat Favipiravir

Dosis obat favipiravir yang dapat dikonsumsi pasien influenza dan Covid-19. Foto: Unsplash

Semenjak ditetapkan sebagai obat dengan izin penggunaan darurat pada 3 September 2020 untuk Covid-19, ada beberapa anjuran dosis obat yang perlu diketahui. Lebih lanjut, berdasarkan berkas di dalam Informatorium Covid-19 BPOM, disebutkan bahwa 1 tablet favipiravir dapat diproduksi dalam ukuran 200 mg.

Supaya lebih jelas, berikut adalah aturan pakai dosis obat favipiravir yang penggunaannya dimanfaatkan untuk mengatasi virus influenza dan Covid-19.

Dosis untuk virus influenza

Dikonsumsi selama 5 hari sebanyak 1600 mg, diminum dua kali sehari pada hari pertama. Setelah itu, 600 mg lainnya dikonsumsi dalam 2 kali sehari selama empat hari berikutnya. Jika di total, durasi penggunaan dosis virus influenza ini adalah 5 hari.

Dosis untuk Covid-19

Berdasarkan informasi yang sudah disampaikan oleh WHO, berikut adalah dosis favipiravir yang dimanfaatkan untuk obat Covid-19, di antaranya:

  • 600 mg diminum dua kali sehari (masing-masing 8 butir) pada hari pertama

  • 600 mg diminum dua kali sehari (masing-masing 2 dan 1 butir) pada hari kedua hingga beberapa hari ke depan, namun tidak boleh lebih dari 14 hari.

Sementara itu, PDV 40 Covid-19 Patient Procedure menyebutkan bahwa penggunaan favipiravir terdiri dari dua aturan, yakni pada gejala ringan dan gejala sedang.

  • Gejala ringan, disarankan untuk mengkonsumsi favipiravir sebanyak 600 mg yang diminum dua kali sehari dalam lima hari.

  • Gejala berat, disarankan untuk mengkonsumsi favipiravir sebanyak 1600 mg dalam dua kali sehari pada hari pertama, kemudian diikuti dengan 600 mg dua kali sehari pada hari ke-2 sampai 5.

Efek Samping Favipiravir

Setiap obat yang dikonsumsi memiliki kemungkinan adanya efek samping, termasuk obat favipiravir ini. Menurut jurnal Phase 3 Efficacy and Safety Study of Favipiravir for Treatment of Uncomplicated Influenza in Adults, efek samping favipiravir adalah penurunan kualitas sperma dan kemungkinan bahwa janin mengalami kecacatan.

Oleh karena itu, penting untuk setidaknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apabila pasien mengalami keluhan lain, seperti sedang hamil atau merencanakan kehamilan. Lebih lanjut, berikut efek samping favipiravir lainnya yang berpotensi dialami apabila mengkonsumsi dosis berlebihan:

  • Vertigo

  • Pandangan kabur

  • Peningkatan kadar asam urat

  • Mual

  • Muntah

  • Nyeri perut

  • Gangguan fungsi hati

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana cara kerja favipiravir?

chevron-down

Obat favipiravir akan bekerja dengan cara melawan virus RNA yang mana menghambat enzim polimerase, sehingga virus tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh.

Favipiravir termasuk obat golongan apa?

chevron-down

Obat favipiravir merupakan obat golongan antivirus.

Obat favipiravir bermanfaat untuk Covid-19?

chevron-down

Obat favipiravir dianggap memiliki konsentrasi yang efektif untuk melawan infeksi SARS CoV-2 dalam dosis terapeutik yang aman.