Gejala Pembengkakan Jantung, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pembengkakan jantung (kardiomegali) adalah kondisi ketika jantung membengkak, menebal, hingga membesar karena bekerja ekstra keras. Gejala pembengkakan jantung yang sering dialami, yakni sesak napas, detak jantung cepat, hingga sakit dada.
Jika kondisi ini terjadi, suplai darah ke jantung dapat terganggu sehingga jantung dapat melemah dan tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, pembengkakan jantung bisa menimbulkan berbagai komplikasi berat, seperti gagal jantung, serangan jantung, hingga stroke.
Lebih jelasnya, simak informasi lengkap tentang pembengkakan jantung pada aritkel ini.
Gejala Pembengkakan Jantung
Menurut laman Mayo Clinic, pembengkakan jantung bukanlah penyakit, melainkan tanda dari kondisi klinis atau penyakit tertentu. Adapun dua jenis jantung bengkak berdasarkan penyebabnya, di antaranya:
Kardiomegali dilatasi, jantung yang bengkak karena melonggarnya otot jantung, sehingga volume bilik jantung menjadi lebih besar.
Kardiomegali hipertrofi, jantung bengkak akibat penebalan otot jantung yang paling sering terjadi karena disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Sebetulnya, tidak semua pembengkakan jantung menunjukkan gejala. Namun, memang ada beberapa kasus yang ditandai dengan gejala-gejala yang harus diwaspadai, di antaranya:
Jantung yang berdebar-debar
Tubuh sering merasa lelah
Berat badan yang semakin bertambah
Beberapa bagian tubuh yang mengalami pembengkakan
Napas pendek karena aktivitas fisik atau berbaring
Pusing pada kepala
Rasa sakit di dada
Detak jantung yang lebih cepat
Namun, untuk memastikan lebih lanjut apakah gejala-gejala yang ada di atas menunjukkan pembengkakan jantung, berikut beberapa rekomendasi pemeriksaan, seperti radiologi, ekokardiogram, CT Scan, MRI, kateterisasi jantung, hingga tes darah.
Penyebab Pembengkakan Jantung
Pembengkakan jantung dapat terjadi karena beberapa sebab, salah satunya karena usaha yang keras untuk memompa darah ke tubuh. Akibatnya, kemampuan jantung untuk memompa mengalami kelemahan, sehingga terjadilah pembengkakan.
Kendati demikian, ada banyak kondisi yang bisa membahayakan jantung, sehingga memicu terjadinya pembengkakan. Menyadur laman Healthline, berikut beberapa penyebab pembengkakan jantung, di antaranya:
1. Serangan jantung
Serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapatkan aliran darah. Kondisi ini sendiri yang dapat mengganggu fungsi jantung yang bekerja untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani dengan serius, serangan jantung dapat menyebabkan kematian.
2. Penyakit katup jantung
Penyakit katup jantung adalah gangguan yang terjadi pada katup jantung dan ditandai dengan suara jantung bising atau tidak normal, nyeri dada, pusing, hingga sesak napas. Gangguan pada katup jantung ini bisa menyebabkan pembengkakan jika tidak ditangani lebih serius.
3. Bawaan lahir
Pembengkakan jantung juga bisa terjadi apabila pengidapnya memang sudah mengalami penyakit jantung bawaan sejak lahir. Beberapa penyakit jantung yang biasanya dialami, yakni:
Anomali ebstein
Penyempitan aorta
Kebocoran bilik jantung
Cacat septum ventrikel
Patent ductus arteriosus
4. Tekanan darah tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Tidak hanya pembengkakan jantung, hipertensi juga bisa menyebabkan bilik atas jantung dan bilik jantung kiri membesar, sehingga otot jantung pun bisa melemah.
5. Kardiomiopati
Kardiomiopati adalah penyakit yang berkaitan dengan kelainan otot jantung. Pada kondisi ini, otot jantung menjadi lemah, renggang, atau memiliki masalah pada strukturnya. Secara sederhana, kardiomiopati ini bisa disebut juga dengan lemah jantung.
Tidak hanya kelainan jantung yang disebutkan di atas, adapun beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan jantung, yakni obesitas, anemia, jarang berolahraga, kehamilan, dan lain sebagainya.
Cara Mengobati Pembengkakan Jantung
Pembengkakan jantung merupakan kelainan yang dapat diobati apabila ditekuni. Untuk mengobatinya, pasien memerlukan saran atau rekomendasi dari dokter. Maka itu, disarankan untuk melakukan berbagai macam tes, supaya mengetahui lebih lanjut seberapa parah pembengkakan jantung yang dialami.
Namun secara umum, berikut beberapa cara mengobati pembengkakan jantung yang dapat diterapkan pada pasien yang memiliki kasus pembengkakan jantung, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today.
1. Mengatur pola hidup sehat
Mengatur pola hidup sehat penting dilakukan oleh para pasien yang memiliki kondisi pembengkakan pada jantung. Pola sehat hidup yang dapat dijalani, yakni menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, hindari konsumsi alkohol, monitor tekanan darah, istirahat cukup, kelola stres, dan lainnya.
2. Melakukan operasi atau tindakan medis lainnya
Jika penyakit pembengkakan jantung ini tidak bisa ditangani dengan obat-obatan, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi atau medis lainnya. Kendati demikian, operasi ini perlu melihat kembali penyebab dan kondisi kesehatan jantung yang dimiliki.
3. Mengonsumsi obat-obatan
Pembengkakan jantung bisa diobati dengan mengonsumsi obat-obatan, seperti obat diuretik, ACE inhibitor, antikoagulan, ARB atau angiotensin receptor blockers, hingga obat antiaritmia. Obat-obat di atas dapat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah.
Sementara itu, obat yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi jantung, yakni obat beta blocker. Contoh obat beta blocker yang biasanya diresepkan oleh dokter, di antaranya atenolol, bisoprolol, metoprolol, dan lain sebagainya.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Penyebab jantung bengkak itu apa?

Penyebab jantung bengkak itu apa?
Pembengkakan jantung dapat terjadi karena beberapa sebab, salah satunya karena usaha yang keras untuk memompa darah ke tubuh.
Apakah bahaya penyakit jantung bengkak?

Apakah bahaya penyakit jantung bengkak?
Pembengkakan jantung bisa menimbulkan berbagai komplikasi berat, seperti gagal jantung, serangan jantung, hingga stroke.
Apa ciri-ciri jantung bermasalah?

Apa ciri-ciri jantung bermasalah?
Beberapa ciri-ciri jantung bermasalah, yaitu jantung berdebar-debar, tubuh sering merasa lelah, berat badan yang semakin bertambah, dan lain sebagainya.
