Kumparan Logo
Konten Media Partner

Grafachlor: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

·waktu baca 8 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Grafachlor. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Grafachlor. Foto: Unsplash

Grafachlor obat apa? Grafachlor adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi dan peradangan, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, dermatitis, dan hingga asma bronkial.

Grafachlor termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Grafachlor Kaplet
Harga
Rp3.000 - Rp12.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi gejala alergi dan peradangan, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, dermatitis, dan hingga asma bronkial.
Komposisi
Dexamethasone 0,5 mg dan Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: diminum 1-2 kaplet sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Efek Samping
Sakit kepala, mulut kering, sakit perut, mual, dan muntah.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi dengan kandungan obat, menderita penyakit jantung, gangguan fungsi ginjal dan hati, serta ibu hamil dan menyusui.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Grafachlor

Ilustrasi obat Grafachlor. Foto: Pexels

Grafachlor adalah obat yang digunakan untuk mengatasi alergi dan peradangan, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, urtikaria, dan dermatitis. Obat ini termasuk ke dalam golongan antihistamin dan kortikosteroid.

Antihistamin merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi. Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi histamin, yakni zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh ketika terpapar alergen.

Antihistamin dapat mengatasi berbagai gejala pada kondisi alergi dan peradangan. Berbagai gejala yang dapat diredakan dengan kandungan obat ini meliputi batuk-batuk, bersin, sesak napas, ruam kulit, dan gatal-gatal.

Sementara itu, kortikosteroid merupakan obat untuk meredakan peradangan yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada tubuh.

Mengutip jurnal Corticosteroids-Mechanisms of Action in Health and Disease oleh Sivapriya Ramamoorthy and John A. Cidlowski, kortikosteroid berfungsi untuk menghambat produksi zat yang menyebabkan peradangan pada tubuh.

Kortikosteroid juga bekerja sebagai imunosupresan dalam menurunkan aktivitas dan kerja sistem imun. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti radang sendi, pembengkakan, gangguan pada kulit, darah, ginjal, mata, serta asma bronkial.

Kandungan dan Kegunaan Grafachlor

Ilustrasi obat Grafachlor yang mengandung dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Foto: Unsplash

Grafachlor mengandung zat aktif dexamethasone 0,5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2 mg. Kedua kombinasi obat ini dapat digunakan untuk mengatasi gejala alergi dan peradangan dalam tubuh.

Mengutip jurnal Dexamethasone oleh Donavon B. Johnson, dkk., dexamethasone merupakan golongan obat antiinflamasi yang digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi peradangan, seperti radang sendi, reaksi alergi, penyakit kulit, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.

Dexamethasone bekerja dengan cara menghambat produksi zat yang menimbulkan peradangan dalam tubuh. Efeknya, obat ini dapat mencegah dan meredakan gejala yang ditimbulkan, seperti peradangan, reaksi alergi, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.

Sementara itu, dexchlorpheniramine maleate merupakan obat antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, demam, dan flu. Gejala alergi yang biasa terjadi meliputi ruam kulit, mata berair, gatal-gatal, batuk, pilek, dan bersin.

Dexchlorpheniramine maleate bekerja dengan cara menghambat zat histamin agar penyebarannya tidak semakin meluas di dalam tubuh. Efeknya, obat ini dapat mencegah gejala-gejala alergi yang ditimbulkan oleh histamin.

Adapun beberapa beberapa kondisi alergi dan peradangan yang dapat diatasi dengan Grafachlor antara lain rhinitis alergi, dermatitis, urtikaria (biduran), konjungtivitis alergi, keratitis, penyakit rematik, asma bronkial, dan peradangan paru-paru.

Anjuran Dosis Grafachlor

Ilustrasi konsumsi obat Grafachlor harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Grafachlor harus dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Grafachlor kaplet secara umum adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: diminum 1-2 kaplet sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Jika ingin mengonsumsi Grafachlor, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti pankreatitis akut, anafilaksis (syok akibat reaksi alergi yang berat), dan hipertensi intrakranial idiopatik.

Cara Mengonsumsi Grafachlor dengan Benar

Ilustrasi konsumsi Grafachlor harus sesuai anjuran dokter. Foto: Pexels

Grafachlor termasuk golongan obat keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Adapun cara mengonsumsi Grafachlor dengan benar, yaitu:

  • Sebelum mengonsumsi Grafachlor, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.

  • Konsumsi Grafachlor harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Grafachlor sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung dan membantu penyerapan obat secara maksimal.

  • Konsumsi Grafachlor secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, dan mencampurkan obat dengan makanan ataupun minuman.

  • Konsumsi Grafachlor secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi Grafachlor pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Simpan Grafachlor di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Interaksi Grafachlor dengan Obat Lain

Ilustrasi obat Grafachlor dapat menyebabkan interaksi jika digunakan bersama dengan obat lain. Foto: Pexels

Grafachlor dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu jika digunakan bersamaan dan berpotensi meningkatkan risiko efek samping. Dikutip dari Drug Bank, adapun beberapa interaksi Grafachlor dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Penggunaan Grafachlor bersamaan dengan obat-obatan antikoagulan (pengencer darah), seperti warfarin atau heparin, dapat meningkatkan risiko perdarahan.

  • Penggunaan Grafachlor bersamaan dengan obat-obatan monoamine oxidase inhibitors (MAOI), seperti phenelzine atau isocarboxazid, dapat meningkatkan risiko efek samping yang serius.

  • Penggunaan Grafachlor bersamaan dengan obat-obatan analgesik, seperti ibuprofen atau aspirin, dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

  • Penggunaan Grafachlor bersamaan dengan obat-obatan antibiotik, seperti erythromycin atau clindamycin, dapat meningkatkan risiko efek samping.

  • Penggunaan Grafachlor bersamaan dengan obat-obatan diuretik, seperti acetazolamide atau mannitol, dapat meningkatkan risiko hipokalemia (kadar kalium rendah dalam tubuh).

  • Penggunaan Grafachlor bersamaan dengan obat-obatan seperti rifampisin, phenytoin, primidone, barbital, carbamazepine, atau terbutalin, dapat mengurangi efektivitas obat-obatan tersebut.

Perlu diingat, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Grafachlor. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan Grafachlor dengan obat-obatan lain.

Cara Penyimpanan Grafachlor

Ilustrasi obat Grafachlor harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Foto: Pexels

Simpan Grafachlor pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat Grafachlor sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Grafachlor

Ilustrasi membaca instruksi penggunaan Grafachlor pada kemasan obat. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Grafachlor, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Pasien yang menderita gangguan fungsi ginjal dan hati.

  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari.

  • Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti herpes.

  • Pasien yang sedang atau pernah menderita penyakit tukak lambung, katarak, gagal jantung, penyakit liver, atau gangguan mental seperti depresi.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Perlu diperhatikan, penggunaan jangka panjang obat ini dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf mata dan menurunkan daya tahan tubuh, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan secara terus-menerus.

Peringatan Kehamilan

Grafachlor mengandung zat aktif dexamethasone yang termasuk dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan mengonsumsi Grafachlor saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Peringatan Menyusui

Grafachlor dapat terserap ke dalam ASI. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Efek Samping Grafachlor

Ilustrasi salah satu efek samping Grafachlor adalah sakit kepala. Foto: Pexels

Sama seperti obat-obatan lainnya, Grafachlor memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Beberapa efek samping penggunaan obat ini, di antaranya:

  • Mengantuk

  • Pusing, vertigo, atau sakit kepala

  • Mulut kering

  • Gelisah

  • Penglihatan kabur

  • Sakit perut, mual, muntah, atau perut kembung

  • Lemah otot

  • Peningkatan nafsu makan

Pemakaian Grafachlor dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Moon face, yaitu pembengkakan di wajah secara bertahap sehingga wajah tampak lebih bulat.

  • Buffalo hump, yaitu pembengkakan seperti punuk pada area punggung atas.

Efek samping lainnya yang mungkin terjadi adalah insufisiensi adrenal, yakni kelainan hormonal karena kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon kortisol dalam kadar yang cukup. Akibatnya, tubuh akan mengalami lemas berkepanjangan, anoreksia, warna kulit menggelap, hingga depresi.

Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca Juga: 4 Obat Sakit Tumit Kaki di Apotik yang Ampuh Redakan Nyeri

Penyakit Terkait dengan Grafachlor

Ilustrasi seseorang yang mengalami rhinitis alergi bisa diobati dengan Grafachlor. Foto: Unsplash

Grafachlor sering digunakan untuk mengatasi kondisi yang disebabkan oleh alergi dan peradangan. Mengutip laman National Institutes of Health, berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan Grafachlor.

1. Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi adalah peradangan pada lapisan rongga hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat-zat alergen tertentu, seperti debu, serbuk sari, bulu binatang, makanan, atau paparan bahan kimia.

Grafachlor dapat digunakan untuk meredakan gejala alergi, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, mata gatal, dan lain-lain. Obat ini juga bisa membantu meredakan peradangan di saluran pernapasan atas.

2. Asma Bronkial

Asma bronkial adalah penyakit pernapasan kronis yang ditandai oleh penyempitan saluran pernapasan bawah. Kondisi ini mengakibatkan penderitanya batuk dan sesak napas. Grafachlor dapat membantu meredakan gejala tersebut.

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput lendir mata yang disebabkan oleh reaksi alergi. Kandungan antihistamin dalam Grafachlor dapat membantu meredakan gejalanya, seperti mata merah, gatal, dan berair.

4. Urtikaria

Urtikaria adalah kondisi kulit yang ditandai oleh munculnya bercak merah gatal dan bengkak di kulit. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh reaksi alergi akibat makanan atau obat-obatan tertentu.

Gejala urtikaria yang khas adalah ruam kulit yang terasa gatal dan panas. Grafachlor dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala tersebut.

5. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik atau dikenal sebagai eksim adalah peradangan pada kulit akibat reaksi alergi yang menyebabkan kulit menjadi kering, bengkak, kemerahan, bersisik, dan gatal-gatal. Penggunaan Grafachlor dapat membantu mengurangi rasa gatal dan peradangan yang terkait dengan kondisi ini.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan Grafachlor?
chevron-down

Grafachlor adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi dan peradangan, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, dermatitis, dan hingga asma bronkial.

Apa kandungan obat Grafachlor?
chevron-down

Grafachlor mengandung zat aktif dexamethasone 0,5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2 mg.

Grafachlor termasuk golongan obat apa?
chevron-down

Grafachlor termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.