Kumparan Logo
Konten Media Partner

Helixim: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Helixim. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Helixim. Foto: Unsplash

Daftar isi

Helixim obat apa? Helixim adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, hingga infeksi pada telinga dan tenggorokan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri.

Helixim termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Helixim 100 mg
Harga
Rp20.000 - Rp50.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, serta infeksi pada telinga dan tenggorokan.
Komposisi
Cefixime 100 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: dosis 50-100 mg, diminum 2 kali sehari. Pada infeksi yang berat, dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg dan diminum 2 kali sehari. Anak usia 6 bulan sampai 12 tahun: dosis 8 mg/kg, diminium dalam satu atau dua dosis terbagi (4 mg/kg setiap 12 jam sekali).
Efek Samping
Sakit kepala, mual, konstipasi, demam, dan sakit perut.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk ibu hamil dan menyusui serta pasien yang hipersensitif terhadap kandungan obat.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Helixim

Ilustrasi konsumsi obat Helixim. Foto: Pexels

Helixim adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini hanya dapat mengobati infeksi bakteri dan tidak akan bekerja untuk mengatasi infeksi virus, seperti pilek dan flu.

Beberapa kondisi infeksi bakteri yang dapat diobati dengan Helixim meliputi infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, serta infeksi pada telinga, tenggorokan, dan amandel. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi bronkitis akut dan kronik.

Kandungan dan Kegunaan Helixim

Ilustrasi obat Helixim. Foto: Unsplash

Helixim memiliki kandungan zat aktif cefixime 100 mg. Mengutip jurnal Clinical Efficacy of Cefixime for the Treatment of Early Syphilis oleh Chrysovalantis Stafylis, dkk., cefixime merupakan agen antibiotik golongan sefalosporin.

Sefalosporin bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri. Cara kerjanya tersebut akan menghentikan pertumbuhan bakteri di dalam tubuh.

Sefalosporin merupakan antibiotik jenis beta-laktam yang berasal dari jamur spesies Acremonium. Antibiotik beta-laktam umumnya bersifat bakterisida dan sebagian besar efektif terhadap organisme gram positif dan negatif.

Cara kerja antibiotik beta-laktam adalah mengganggu sintesis dinding sel bakteri dengan menghambat langkah terakhir dalam sintesis peptidoglikan, yaitu senyawa heteropolimer yang memberikan stabilitas mekanik pada dinding sel bakteri.

Cefixime yang terkandung dalam Helixim telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran kemih, seperti uretritis.

  • Infeksi menular seksual, seperti gonore.

  • Infeksi saluran pernapasan, seperti pneumonia dan bronkitis.

  • Tonsilitis atau peradangan pada amandel.

  • Otitis media atau infeksi pada telinga bagian tengah.

  • Faringitis atau radang tenggorokan.

Anjuran Dosis Helixim

Ilustrasi konsumsi Helixim harus sesuai anjuran dokter. Foto: Pexels

Helixim merupakan obat yang tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Perbedaan sediaan tersebut memiliki cara penggunaan dan dosis yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pasien.

Adapun anjuran dosis dan aturan pakai obat Helixim tablet secara umum sesuai dengan kondisi penyakitnya adalah sebagai berikut.

  • Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun: dosis 50-100 mg, diminum 2 kali sehari. Pada infeksi yang berat, dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg dan diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.

  • Anak-anak usia 6 bulan sampai 12 tahun: dosis 8 mg/kg, diminum dalam satu atau dua dosis terbagi (4 mg/kg setiap 12 jam sekali).

Cara Mengonsumsi Helixim dengan Benar

Ilustrasi konsumsi obat Helixim harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Helixim termasuk golongan obat keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Adapun cara mengonsumsi Helixim dengan benar, yaitu:

  • Sebelum mengonsumsi Helixim, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.

  • Konsumsi Helixim harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau melebihkan dosis tanpa sepengetahuan dokter.

  • Helixim dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Namun, obat ini sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

  • Konsumsi Helixim tablet secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, dan mencampurkan obat dengan makanan.

  • Konsumsi Helixim secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi Helixim pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Simpan Helixim di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Interaksi Helixim dengan Obat Lain

Ilustrasi obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan Helixim. Foto: Pexels

Kandungan cefixime dalam Helixim dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Dikutip dari laman Drug Bank, adapun interaksi Helixim dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Penggunaan Helixim bersamaan dengan obat antikoagulan (obat pengencer darah), seperti warfarin atau heparin, dapat meningkatkan risiko pendarahan.

  • Penggunaan Helixim bersamaan dengan obat-obatan nefrotoksik, seperti beberapa jenis antibiotik aminoglikosida, dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

  • Penggunaan Helixim bersamaan dengan obat-obatan yang menghambat gerakan peristaltik usus, seperti opioid atau antikolinergik, dapat memperlambat proses penyerapan cefixime dalam saluran pencernaan.

  • Penggunaan Helixim bersamaan dengan obat antasida dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap cefixime dengan baik.

  • Penggunaan Helixim bersamaan dengan obat pengencer dahak, seperti ambroxol, dapat mengurangi efektivitas obat tersebut.

  • Penggunaan Helixim dengan obat-obatan untuk mengatasi penyakit asam urat, seperti probenecid, dapat meningkatkan konsentrasi cefixime dalam darah dan meningkatkan risiko efek samping.

Perlu diketahui, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Helixim. Kandungan cefixime dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain tergantung dari kondisi pasien dan dosis obat yang digunakan.

Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan Helixim dengan obat-obatan lain.

Cara Penyimpanan Helixim

Ilustrasi obat Helixim harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Foto: Pexels

Simpan Helixim pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat Helixim sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Helixim

Ilustrasi konsumsi obat Helixim harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Helixim, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap kandungan obat dan turunan antibiotik beta-laktam lainnya.

  • Pasien yang menderita gangguan ginjal dan fungsi hati.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila sedang atau pernah menderita gangguan saraf pusat, penyakit diabetes, penyakit jantung, gangguan sendi, dan gangguan pendarahan atau pembekuan darah.

Peringatan Kehamilan

Helixim merupakan obat yang termasuk dalam kategori B. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan tidak adanya risiko gangguan terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan mengonsumsi Helixim saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat sebaiknya digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Peringatan Menyusui

Helixim mengandung zat aktif cefixime yang dapat terserap ke dalam ASI. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Efek Samping Helixim

Ilustrasi salah satu efek samping Helixim adalah sakit kepala. Foto: Unsplash

Sama seperti obat-obatan lain, Helixim memiliki efek samping yang bisa terjadi. Mengutip laman National Institute for Health and Care Excellence (NICE), beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat dengan kandungan cefixime, di antaranya:

  • Sakit kepala

  • Mual dan muntah

  • Konstipasi

  • Demam

  • Sakit perut

  • Batuk

Selain efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami beberapa efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Reaksi alergi, meliputi ruam merah pada kulit, pembengkakan pada bibir atau kelopak mata, sesak napas, dan gatal-gatal.

  • Hematuria atau kondisi ketika adanya darah di dalam urine.

  • Diare parah lebih dari 3 hari yang disertai darah atau lendir.

  • Perdarahan yang tidak biasa pada hidung, mulut, atau alat kelamin.

  • Sakit punggung dan nyeri pada kaki.

Jika merasakan efek samping di atas, segera hentikan pemakaian obat. Konsultasikan segera kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca Juga: 4 Antibiotik untuk Radang Tenggorokan yang Ampuh Basmi Bakteri

Penyakit Terkait dengan Obat Helixim

Ilustrasi seseorang yang mengalami gonore bisa diobati dengan Helixim. Foto: Unsplash

Helixim merupakan antibiotik yang berfungsi untuk melawan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan obat Helixim.

1. Uretritis

Uretritis adalah peradangan pada uretra, yakni saluran kemih yang berfungsi mengalirkan urine keluar dari tubuh. Helixim dapat membantu mengatasi infeksi bakteri yang menyebabkan kondisi ini.

2. Gonore

Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dari alat kelamin, dan peradangan pada organ reproduksi.

Helixim dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri penyebab gonore dan meredakan gejala yang ditimbulkan.

3. Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Helixim dapat digunakan untuk mengatasi infeksi tersebut dan membantu meredakan gejalanya, seperti batuk, sesak napas, dan demam.

4. Tonsilitis

Helixim juga efektif dalam mengatasi tonsilitis, yakni peradangan pada amandel yang sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan pembengkakan pada amandel.

5. Otitis Media

Otitis media adalah infeksi pada telinga bagian tengah. Infeksi ini dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti nyeri telinga, gangguan pendengaran, dan peradangan pada telinga bagian dalam. Helixim dapat digunakan untuk mengobati kondisi ini.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan obat Helixim?
chevron-down

Helixim adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran kemih.

Helixim golongan obat apa?
chevron-down

Helixim termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.

Apa kandungan obat Helixim?
chevron-down

Helixim memiliki kandungan zat aktif cefixime 100 mg.