Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ibu Hamil Batuk Apakah Mengganggu Janin? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu hamil batuk apakah mengganggu janin? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil batuk apakah mengganggu janin? Foto: Unsplash

Ibu hamil batuk apakah mengganggu janin? Sebetulnya, batuk adalah kondisi normal yang jarang memicu efek negatif bagi janin.

Meski begitu, batuk pada ibu hamil juga perlu diperhatikan. Sebab, batuk yang dialami berpotensi merujuk pada melemahnya sistem kekebalan tubuh ibu hamil.

Akibatnya, ibu hamil mudah terpapar berbagai jenis bakteri atau virus yang dapat membahayakan kesehatan. Walau jarang memberikan efek negatif, ada beberapa jenis batuk yang sebaiknya diwaspadai, yaitu batuk dengan suara keras dan menimbulkan tekanan pada diafragma.

Ibu Hamil Batuk Apakah Mengganggu Janin?

Risiko batuk pada ibu hamil. Foto: Unsplash

Sebagaimana telah disebutkan di atas, tidak selalu batuk yang dialami oleh ibu hamil memicu munculnya efek negatif. Namun perlu diketahui, bahwa ada beberapa jenis batuk yang bisa menimbulkan gejala, seperti sulit bernapas, sakit pada tenggorokan, hingga pusing.

Gejala-gejala tersebut yang berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh, sehingga janin yang dikandung rentan terpapar virus yang masuk melalui plasentanya. Sementara itu, batuk keras yang dialami oleh ibu hamil juga berpotensi menimbulkan tekanan pada diafragma yang cukup kencang.

Menurut studi yang dilakukan oleh Loyola University Health System, tekanan kencang yang ditimbulkan ini menyebabkan bayi terdorong keluar rahim, khususnya pada kondisi kandungan yang lemah dan disertai dengan serviks yang lunak. Akibatnya, risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga janin meninggal cukup besar.

Lantas, apa saja dampak atau risiko batuk yang dialami oleh ibu hamil pada janin? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman American Pregnancy Association.

1. Memicu kelahiran prematur

Batuk keras yang dialami oleh ibu hamil dapat mengganggu janin dan memicu kelahiran prematur. Kondisi ini dapat terjadi apabila batuk yang dialami terus berulang-ulang, sehingga menyebabkan tekanan dan guncangan di dalam perut mengalami peningkatan.

Sebagai informasi, prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraan lahir. Kondisi juga terjadi ketika kontraksi rahim yang mengakibatkan terbukanya leher rahim sehingga membuat janin memasuki jalan lahir.

2. Keguguran

Batuk kencang yang dialami oleh ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, terlebih jika terjadi pada trimester pertama kehamilan. Menurut laman National Health Service, keguguran pada tiga bulan pertama kehamilan ini bisa terjadi apabila batuk yang dialami sangat kuat, berulang, dan lama.

3. Mengganggu pertumbuhan janin

Batuk yang dialami oleh ibu hamil bisa terjadi karena tuberkulosis. Kondisi ini sangat berisiko untuk janin yang dikandungnya. Salah satunya adalah terganggunya pertumbuhan janin hingga penularan tuberkulosis dari ibu ke janin.

Untuk mengurangi risiko terganggunya pertumbuhan janin, segeralah berkonsultasi dengan dokter supaya mendapatkan perawatan yang tepat sebelum batuk yang dialami oleh ibu hamil semakin buruk.

4. Janin dalam kandungan terpapar virus

Risiko lain dari batuk pada ibu hamil adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun di masa kehamilan. Hal ini berpotensi membuat bayi rentan terpapar virus melalui plasentanya.

Terlebih jika batuk yang dialami terjadi karena penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti bronkitis, tuberkulosis, dan lain sebagainya. Untuk itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter supaya mendapatkan pengobatan yang tepat dan tentunya tidak membahayakan janin di kandungan.

5. Guncangan di dalam kandungan

Jika dilihat secara fisik, memang benar rahim beserta bayi di dalamnya akan merasakan guncangan ketika batuk. Tapi jangan kuatir, sebab janin sudah dilindungi cairan ketuban atau amnion. Cairan ini yang berfungsi untuk melindungi bayi dari getara, suara, dan tekanan yang disebabkan oleh batuk.

Baca Juga: Makanan Ibu Hamil Trimester 1 beserta Pantangannya

Bagaimana Jika Ibu Hamil Flu dan Batuk?

Ilustrasi ibu hamil batuk kering. Foto: Krakenimages.com/Shutterstock

Menyadur laman Mayo Clinic, penanganan dan obat flu untuk ibu hamil tidak boleh sembarangan. Sebab, ada beberapa obat yang dapat membahayakan janin yang ada di dalamnya, terlebih jika ibu hamil mengalami batuk pada trimester pertama kehamilan.

Sebagai informasi penting, trimester pertama kehamilan merupakan masa yang paling penting bagi perkembangan organ tubuh janin. Bahkan di masa ini, ibu hamil rentan mengalami keguguran. Itu sebabnya, ibu hamil yang sedang menderita batuk dan flu disarankan untuk mengobatinya dengan cara-cara alami.

Menurut laman WebMD, berikut beberapa pengobatan alami flu dan batuk yang dapat dilakukan oleh ibu hamil.

  • Pastikan untuk membuat tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih, jus buah, hingga teh hangat.

  • Mengonsumsi makanan hangat yang baik untuk meredakan gejala flu, mulai dari bubur hingga sup ayam.

  • Menjaga kebersihan udara dengan menggunakan pelembap udara dan menjauhi asap rokok.

  • Istirahat yang cukup, dan

  • Berkumur dengan menggunakan campuran air hangat dan garam untuk meringankan batuk serta sakit tenggorokan yang dialami.

(JA).

Frequently Asked Question Section

Apakah batuk bisa berbahaya bagi janin?

chevron-down

Batuk keras yang dialami oleh ibu hamil dapat mengganggu janin dan memicu kelahiran prematur.

Ibu hamil batuk sebaiknya minum apa?

chevron-down

Pastikan untuk membuat tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih, jus buah, hingga teh hangat.

Apa obat alami batuk pilek untuk ibu hamil?

chevron-down

Mengonsumsi makanan hangat yang baik untuk meredakan gejala flu, mulai dari bubur hingga sup ayam.