Kanker Penis: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mencegahnya
ยทwaktu baca 5 menit

Kanker penis adalah bentuk kanker yang tumbuh dan mempengaruhi kulit dan jaringan penis. Penyakit ini berawal dari berubahnya sel-sel sehat di penis menjadi kanker dan tumbuh di luar kendali.
Kanker penis termasuk jenis kanker yang jarang terjadi, bahkan tergolong penyakit langka. Jenis kanker ini mudah diobati jika didiagnosis lebih dini.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut perihal kanker penis, mulai dari penyebab, gejala, hingga pencegahannya. Simak ulasan mengenai kanker penis di bawah ini.
Apa Itu Kanker Penis?
Penis merupakan organ reproduksi pria yang berbentuk batang yang membantu pria dalam buang air kecil dan berhubungan seks. Secara umum, anatomi penis dibagi menjadi tiga bagian, yakni akar, batang, dan kepala.
Kanker penis ditandai dengan tumbuhnya sel-sel abnormal yang bersifat ganas di bagian penis tersebut. Kanker penis banyak ditemukan pada jaringan kulit yang ada dalam penis.
Sebanyak 95% kasus kanker penis adalah jenis karsinoma sel skuamosa, yaitu jenis kanker yang terbentuk di bagian lapisan kulit atas atau epitel. Jenis lain dari kanker yang menyerang jaringan di penis adalah:
Karsinoma sel basal, yakni jenis kanker yang dimulai di lapisan paling bawah kulit. Jenis kanker penis ini biasanya tumbuh sangat lambat.
Melanoma, yakni jenis kanker yang dimulai pada sel melanosit yang bertanggung jawab pada warna kulit. Melanoma adalah bentuk kanker penis yang lebih agresif.
Sarkoma, yaitu jenis kanker berkembang di otot atau jaringan ikat. Ini adalah bentuk kanker penis yang sangat langka
Penyebab Kanker Penis
Kanker penis ditandai dengan perubahan sel-sel yang sehat dalam jaringan penis yang berkembang biak di luar kendali dan membentuk tumor ganas. Tumor ganas ini memadati sel-sel sehat dan kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh dan merusak jaringan dan organ yang sehat.
Para ahli belum dapat memastikan penyebab yang mengubah sel sehat menjadi sel kanker, tetapi banyak yang percaya bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit kanker penis.
Dikutip dari jurnal Penile Cancer oleh Giuseppe Micali, MD, dkk, berikut faktor risiko dari penyakit kanker penis:
Phimosis adalah kondisi ketika kulup penis yang ketat tidak dapat ditarik ke belakang melewati kepala penis. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang tidak disunat
HPV atau human papillomavirus adalah jenis virus yang dapat menyebabkan kanker serviks. Virus ini banyak ditemukan pada orang dengan kanker penis
HIV atau human immunodeficiency virus yang pada umumnya menular melalui aktivitas seksual. Infeksi ini dapat menyerang sistem kekebalan tubuh dan memungkinkan seseorang terkena kanker, termasuk kanker penis
Merokok dapat meningkatkan risiko kanker penis dengan memperlambat kemampuan tubuh untuk melawan infeksi
Perawatan PUVA (psoralen and ultraviolet A photochemotherapy) adalah jenis pengobatan psoriasis yang memanfaatkan radiasi
Lichen sclerosis (LS) adalah gangguan peradangan yang dapat menyebabkan kepala penis atau kulup terasa menyakitkan, teriritasi atau gatal.
Tidak menjaga kebersihan penis dengan baik dapat menyebabkan smegma, yaitu penumpukan cairan yang dikeluarkan tubuh secara alami
Gejala Kanker Penis
Gejala kanker penis pertama kali ditandai dengan munculnya benjolan atau massa di daerah penis. Benjolan ini tampak seperti luka besar yang terinfeksi. Biasanya, benjolan tersebut muncul di kepala atau kulup penis, bukan di batangnya. Gejala lain dari kanker penis adalah:
Gatal pada kulit penis
Sensasi terbakar
Perubahan warna penis
Penebalan kulit penis
Perdarahan
Kulit penis meruam kemerahan
Iritasi
Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan
Baca Juga: 5 Manfaat Rumput Laut untuk Kesehatan Tubuh
Cara Mengobati Kanker Penis
Pengobatan kanker penis pada umumnya disesuaikan dengan tahap perkembangan kankernya. Ada dua jenis kanker penis berdasarkan tahapan perkembangannya, yaitu invasif dan noninvasif.
Kanker penis noninvasif adalah kondisi ketika kanker dalam penis belum menyebar ke jaringan, kelenjar getah bening, atau kelenjar yang lebih dalam, sedangkan kanker penis invasif telah bergerak jauh ke dalam jaringan penis dan di sekitar kelenjar getah bening.
Mengutip dari jurnal Recent Advances in the Management of Penile Cancer: A Contemporary Review of the Literature oleh Carlos E. Stecca, dkk terdapat berbagai macam cara untuk mengobati kanker penis invasif dan noninvasif. Berikut perawatan kanker penis jenis noninvasif:
Pemberian obat topikal, seperti fluorouracil dan imiquimod untuk mengatasi sel tumor jenis melanoma
Sunat, yaitu prosedur yang dilakukan untuk mengatasi kanker penis yang muncul di kulup saja
Terapi laser, yakni jenis prosedur yang memanfaatkan sinar laser untuk menghancurkan tumor dan sel kanker
Kemoterapi, yaitu terapi menggunakan obat-obatan untuk membantu menghilangkan sel kanker dalam tubuh
Imunoterapi, yaitu terapi biologis yang bertujuan untuk meningkatkan, mengarahkan, atau mengembalikan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat melawan sel kanker
Terapi radiasi, yakni jenis terapi dengan radiasi yang tinggi untuk mengecilkan tumor dan membunuh sel kanker.
Cryotherapy, yaitu prosedur yang memanfaatkan nitrogen cair untuk menghancurkan tumor
Berbeda dengan kanker noninvansif, untuk kanker yang tingkatannya lebih parah biasanya diobati dengan:
Penektomi, yaitu prosedur bedah yang mengangkat penis. Ada dua jenis panektomi, yaitu penektomi parsial yang menghilangkan sebagian penis dan penektomi total menghilangkan seluruh bagian penis.
Limfadenektomi, yakni prosedur bedah yang dilakukan dengan mengangkat kelenjar getah bening yang terserang sel kanker
Cara Mencegah Kanker Penis
Kanker penis dapat dicegah dengan mengurangi faktor risikonya. Berikut pencegahan kanker penis:
Melakukan sunat. Kanker penis banyak ditemukan pada orang yang tidak melakukan sunat
Mengobati phimosis. Phimosis yang tidak diobati akan menjadi penyebab kanker penis yang potensial karena dapat menginfeksi dan mengganggu kebersihan penis
Memperoleh vaksin HPV untuk mencegah infeksi virus
Melakukan praktik seks yang aman, dengan menggunakan kondom dan setia pada satu pasangan seksual saja
Hindari kebiasaan merokok
Jaga kebersihan penis dengan baik
Kanker penis bisa berakibat fatal, terutama jika menyebar di luar penis. Jika merasakan gejala kanker penis, segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat serta penanganan terkait kondisi yang dialami.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu karsinoma sel skuamosa?

Apa itu karsinoma sel skuamosa?
Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker yang terbentuk di bagian lapisan kulit atas atau epitel.
Apa dampak phimosis yang tidak diobati?

Apa dampak phimosis yang tidak diobati?
Phimosis yang tidak diobati akan menjadi penyebab kanker penis yang potensial karena dapat menginfeksi dan mengganggu kebersihan penis.
Apa saja pengobatan kanker penis noninvasif?

Apa saja pengobatan kanker penis noninvasif?
Pengobatan kanker penis noninvasif adalah pemberian obat topikal, sunat, terapi laser, terapi radiasi, kemoterapi, hingga imunoterapi.
