Kenali Gejala Kurang Darah dan Cara Mengatasinya
ยทwaktu baca 4 menit

Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki sel darah merah yang cukup. Gejala kurang darah ini biasanya ditandai dengan tubuh yang pucat dan mudah lelah.
Seseorang disebut menderita gejala anemia apabila jumlah hemoglobin di bawah batas normal. Menurut Turner J, dkk dalam jurnal Anemia, berikut adalah kisaran jumlah hemoglobin yang normal:
13,5 hingga 18,0 g/dL pada pria
12,0 hingga 15,0 g/dL pada wanita
11,0 hingga 16,0 g/dL pada anak-anak
Namun, perlu diingat bahwa beda laboratorium mungkin memiliki standar kisaran hemoglobin normal yang berbeda yang biasa tertera di lembar hasil laboratorium Anda.
Kondisi anemia bisa terjadi sementara atau dalam kurun waktu yang panjang. Dalam kebanyakan kasus, kondisi kurang darah diakibatkan oleh beberapa penyebab. Hal ini tersebut tergantung oleh jenis anemia yang dialami.
Jenis-Jenis Anemia
Ada beberapa jenis anemia yang biasanya dibedakan berdasarkan kondisi dan penyebabnya. Dikutip dari sumber yang sama, berikut adalah jenis-jenis anemia yang bisa dialami oleh tubuh:
Anemia aplastik adalah kondisi ketika sumsum tulang belakang tidak bisa menghasilkan sel darah baru dalam jumlah yang normal sehingga menyebabkan jumlah hemoglobin dalam tubuh menurun.
Anemia defisiensi zat besi adalah kondisi tubuh yang kekurangan zat besi sehingga sel-sel darah merah tidak mampu membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh.
Anemia defisiensi vitamin adalah kondisi tubuh yang kekurangan vitamin B12 yang mengakibatkan tubuh kekurangan sel darah merah.
Anemia penyakit kronis adalah kondisi penurunan kadar hemoglobin akibat adanya peradangan dan infeksi akut yang terjadi akibat penyakit kronis.
Thalassemia adalah kelainan pada darah yang mengakibatkan hemoglobin dalam tubuh berkurang yang disebabkan oleh mutasi DNA.
Gejala Kurang Darah
Kondisi kurang darah dapat menyebabkan organ dan jaringan pada tubuh kekurangan suplai oksigen. Hal ini menyebabkan penderitanya akan merasakan sejumlah gejala, seperti:
Kondisi tubuh menjadi lemah
Mudah lelah dan lesu
Sakit kepala dan pusing saat bergerak dan berdiri
Sesak napas
Permukaan kulit, gusi, kuku, dan mulut menjadi pucat
Tangan dan kaki dingin
Detak jantung tidak teratur
Nyeri pada bagian dada
Kehilangan kesadaran (pingsan)
Gejala-gejala di atas bisa datang secara perlahan kemudian dapat memburuk apabila tidak segera diatasi. Jika dibiarkan tanpa penanganan, anemia bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti masalah pada jantung, rentan terhadap infeksi, dan lain-lain.
Penyebab Kurang Darah
Sebagaimana yang telah disebutkan, anemia bisa disebabkan oleh beberapa hal. Secara umum, kekurangan hemoglobin diakibatkan oleh kondisi-kondisi berikut ini.
1. Produksi Sel Darah Merah Berkurang
Penyebab utama seseorang bisa mengalami anemia adalah menurunnya tingkat produksi sel darah merah. Hal ini banyak disebabkan oleh kurangnya zat besi, asam folat, dan vitamin B12 yang dibutuhkan untuk membantu sel darah merah.
2. Pendarahan
Perdarahan adalah salah satu penyebab seseorang bisa kekurangan darah secara langsung. Perdarahan dapat diakibatkan oleh:
Menstruasi berat
Mimisan berat
Proses persalinan
Kecelakaan atau cedera
Operasi
Endometriosis
Kebiasaan donor darah
3. Hemolisis
Hemolisis adalah kondisi sel darah merah rusak akibat gangguan tertentu, seperti kelainan autoimun, efek samping obat tertentu, serta paparan racun yang bisa mengakibatkan sel darah merah rusak terlalu cepat.
Cara Mengatasi Kurang Darah
Cara mengatasi kurang darah biasanya disesuaikan dengan jenis anemianya. Setiap jenis anemia memiliki cara penanganan yang berbeda.
1. Perbanyak Asupan Nutrisi
Mengobati anemia yang disebabkan oleh defisiensi zat besi dan vitamin dapat diobati dengan mencukupi asupan nutrisi zat besi, vitamin B12, atau asam folat. Asupan ini diperoleh dengan mengonsumsi makanan-makanan sehat tertentu.
Contoh makanan yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi anemia adalah daging merah, makanan laut, kacang-kacangan, bayam, buah kering, roti dan serial.
2. Mengonsumsi Obat ASE
Dalam beberapa kondisi anemia yang parah, dokter mungkin akan menggunakan erythropoiesis-stimulating agents (ASE) atau obat agen stimulus eritropoiesis. Obat ini digunakan untuk meningkatkan produksi sel darah merah oleh sumsum tulang belakang.
Cara kerja obat ini hampir sama dengan hormon eritropoietin yang mengatur produksi sel darah merah. Biasanya obat ini digunakan untuk pasien anemia akibat adanya penyakit kronis.
3. Transfusi Darah
Jika terjadi pendarahan hebat serta kadar hemoglobin dalam tubuh sangat rendah, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah transfusi darah.
Selama transfusi darah, penderita anemia akan menerima darah yang diberikan oleh orang lain dengan golongan darah yang cocok.
Cara Mencegah Kurang Darah
Cara terbaik untuk mencegah anemia adalah meningkatkan produksi sel darah merah. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kondisi kekurangan darah. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan anemia:
Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, asam folat, dan vitamin B9.
Memperbanyak konsumsi air putih dapat membantu pembentukan sel-sel dalam tubuh, termasuk sel darah merah.
Menghindari paparan bahan kimia yang dapat memicu kerusakan sel darah merah secara cepat.
Selalu mencuci tangan dan menjaga kebersihan tubuh untuk menghindari infeksi yang dapat mengakibatkan gangguan imun.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Berapa kadar hemoglobin normal?

Berapa kadar hemoglobin normal?
13,5 hingga 18,0 g/dL pada pria, 12,0 hingga 15,0 g/dL pada wanita, 11,0 hingga 16,0 g/dL pada anak-anak.
Apa itu anemia defisiensi zat besi?

Apa itu anemia defisiensi zat besi?
Anemia defisiensi zat besi adalah kondisi tubuh yang kekurangan zat besi sehingga sel-sel darah merah tidak mampu membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh.
Apa itu thalassemia?

Apa itu thalassemia?
Thalassemia adalah kelainan pada darah yang mengakibatkan hemoglobin dalam tubuh berkurang yang disebabkan oleh mutasi DNA.
