Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kenali Penyebab Hipotensi, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seorang yang menderita hipotensi melakukan pengecekan tekanan darah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang yang menderita hipotensi melakukan pengecekan tekanan darah. Foto: Unsplash

Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah suatu keadaan di mana tekanan darah di pembuluh arteri lebih rendah dari biasanya, sehingga menimbulkan beberapa gejala. Kondisi ini menyebabkan jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya tidak mendapatkan cukup darah.

Biasanya, seseorang disebut menderita hipotensi apabila nilai tekanan darahnya di bawah 90/60 mmHg. Sebagian orang dengan kondisi ini mungkin tidak mengalami gejala tertentu.

Namun, sebagian lainnya bisa merasakan gejala karena tekanan darah rendah, seperti penglihatan kabur, kebingungan, pingsan, sakit kepala, pusing, mengantuk, keringat dingin, dan lemas.

Penyebab Hipotensi

Hipotensi terbagi ke dalam beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan penyebabnya. Mengutip jurnal Hypotension oleh Sandeep Sharma, dkk., adapun empat jenis hipotensi antara lain sebagai berikut.

Ilustrasi seorang yang mengalami hipotensi merasa pusing ketika tiba-tiba berdiri. Foto: Unsplash

1. Hipotensi Ortostatik

Hipotensi ortostatik adalah suatu kondisi ketika terjadi penurunan tekanan darah pada saat berubah posisi, khususnya dari posisi duduk kemudian berdiri. Biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik atau menit.

Penurunan tekanan darah yang terjadi umumnya sebanyak lebih dari 20 mmHg untuk tekanan sistolik atau lebih dari 10 mmHg untuk tekanan diastolik selama 3 menit setelah berdiri tegak.

Hipotensi jenis ini sering terjadi pada kelompok usia lanjut. Penuaan disertai dengan penyakit, seperti diabetes atau penyakit Parkinson menyebabkan risiko hipotensi meningkat 10-30%. Kondisi ini juga dapat terjadi saat kehamilan, terlalu lama dalam posisi tidur, dan udara yang terlalu panas.

2. Hipotensi Dimediasi Neural

Hipotensi dimediasi neural adalah penurunan tekanan darah yang terjadi karena kesalahan otak dalam menerima sinyal. Umumnya, hipotensi jenis ini terjadi ketika seseorang telah berdiri untuk waktu yang lama. Kondisi ini paling sering mempengaruhi kelompok dewasa muda dan anak-anak.

3. Hipotensi Postprandial

Hipotensi postprandial adalah tekanan darah rendah yang terjadi setelah makan. Kondisi ini muncul sekitar 1-2 jam usai makan dan lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama mereka yang memiliki penyakit sistem saraf otonom seperti penyakit Parkinson.

Biasanya, hipotensi postprandial bisa diatasi dengan mengurangi porsi makan, mengonsumsi makanan rendah karbohidrat, minum lebih banyak air, dan menghindari konsumsi alkohol agar membantu mengurangi gejala.

4. Hipotensi Ortostatik dengan Multiple System Atrophy

Hipotensi ortostatik dengan multiple system atrophy merupakan gangguan langka yang mempengaruhi sistem saraf yang mengontrol tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan pencernaan. Biasanya, hipotensi ortostatik dengan multiple system atrophy berkaitan dengan tekanan darah tinggi saat sedang berbaring.

Sebenarnya, tekanan darah bisa berubah sepanjang hari, tergantung kepada kegiatan yang sedang dilakukan dan hal ini dianggap normal. Ada banyak faktor yang menyebabkan tekanan darah menjadi rendah, seperti:

  • Cuaca udara yang lebih panas bisa membuat tekanan darah menurun.

  • Orang yang sedang rileks atau rajin berolahraga umumnya mempunyai tekanan darah yang lebih rendah.

  • Tekanan darah juga bisa menurun setelah makanan karena banyak darah yang akan mengalir menuju saluran pencernaan untuk mencerna dan menyerap makanan.

  • Tekanan darah pada siang dan malam hari pun berbeda. Biasanya, pada siang hari tekanan darah akan meningkat dan malam harinya akan lebih rendah.

  • Berubah posisi secara tiba-tiba. Misalnya posisi seseorang yang semula sedang duduk atau berbaring tiba-tiba berdiri.

  • Berdiri terlalu lama hingga aliran darah berkumpul pada bagian bawah tubuh.

  • Dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan akibat kurang minum, puasa, dan lain sebagainya.

  • Penurunan tonus pembuluh sistemik yang dapat menyebabkan hipotensi, misalnya syok septik atau respons inflamasi terhadap bakteri di dalam darah yang menyebabkan berkurangnya tonus pembuluh darah dan hipotensi.

  • Efek samping obat-obatan, seperti anxiolytic, beberapa antidepresan, diuretik, obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner, serta analgesik.

  • Masalah kesehatan jantung, seperti perubahan irama jantung (aritmia), serangan jantung, dan gagal jantung.

  • Kejutan emosional, misalnya syok yang disebabkan oleh infeksi yang parah, stroke, dan anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam nyawa dan trauma hebat).

  • Diabetes tingkat lanjut.

  • Kehamilan yang memicu sistem peredaran darah meluas dengan cepat, sehingga mengakibatkan tekanan darah menjadi rendah.

Baca Juga: 5 Makanan untuk Darah Rendah yang Efektif Tingkatkan Tekanan Darah

Cara Mencegah Penyakit Hipotensi

Ilustrasi salah cara mencegah hipotensi adalah dengan mengonsumsi air putih yang cukup setiap harinya. Foto: Unsplash

Pada dasarnya, cara mencegah penyakit hipotensi adalah dengan menghindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini. Dikutip dari American Heart Association, beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hipotensi, antara lain:

  • Menghindari konsumsi obat-obatan rekreasional atau obat herbal yang dapat memicu penurunan tekanan darah.

  • Mencukupi kebutuhan asupan cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi, minimal 8 gelas air putih per hari.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan yang mengandung kafein

  • Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi sering. Pastikan untuk tidak langsung berdiri setelah makan.

  • Tidak berdiri atau duduk terlalu lama. Berdiri secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring.

  • Memosisikan kepala lebih tinggi ketika tidur.

  • Tidak membungkuk atau mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba.

  • Berolahraga secara teratur agar meningkatkan otot tubuh dan melancarkan aliran darah.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu hipotensi?

chevron-down

Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah suatu keadaan di mana tekanan darah di pembuluh arteri lebih rendah dari biasanya sehingga menimbulkan beberapa gejala.

Berapa nilai tekanan darah rendah bagi penderita hipotensi?

chevron-down

Biasanya, seseorang disebut menderita hipotensi apabila nilai tekanan darahnya di bawah 90/60 mmHg.

Apa itu hipotensi ortostatik?

chevron-down

Hipotensi ortostatik adalah suatu kondisi di mana terjadinya penurunan tekanan darah pada saat berubah posisi, khususnya dari posisi duduk kemudian berdiri.