Kenapa Luka di Payudara yang Tak Kunjung Sembuh? Ini Penjelasannya
·waktu baca 5 menit

Kenapa luka di payudara yang tak kunjung sembuh? Luka di payudara umumnya dapat ditemui pada wanita yang mengalami infeksi kulit di area payudara.
Ada banyak penyebab infeksi pada payudara, mulai dari masalah kulit tertentu hingga infeksi yang terjadi setelah operasi plastik. Terkadang, luka di area payudara memiliki penyembuhan yang lambat.
Proses penyembuhan yang lambat ini biasanya karena infeksi tidak segera ditangani atau aliran darah di sekitar payudara kurang lancar. Untuk mengetahui lebih jelas penyebabnya, simak informasi di bawah ini.
Kenapa Luka di Payudara yang Tak Kunjung Sembuh?
Ada berbagai jenis luka pada payudara tergantung penyebabnya, seperti luka goresan, bekas jahitan, hingga luka akibat infeksi tertentu. Dalam kondisi normal, luka di payudara umumnya tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa sembuh.
Apabila seorang wanita mengalami luka di payudara yang tak kunjung sembuh, ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan kondisi ini. Dikutip dari American Academy of Dermatology, berikut adalah beberapa alasan kenapa luka di payudara yang tak kunjung sembuh bisa terjadi.
1. Infeksi
Infeksi yang menyerang jaringan payudara dikenal sebagai mastitis. Mastitis adalah peradangan jaringan payudara yang menyebabkan rasa nyeri, bengkak, rasa panas, dan kemerahan pada payudara. Penyakit ini dapat menyerang semua kalangan wanita, baik wanita menyusui maupun yang tidak menyusui.
Mastitis yang berhubungan dengan menyusui adalah jenis mastitis yang paling banyak terjadi. Pada sebagian besar kasus, gejala muncul pada tiga bulan pertama setelah melahirkan, meskipun dapat terjadi kapan saja selama menyusui.
Selain itu, mastitis juga cenderung hanya menginfeksi salah satu payudara. Kondisi ini umumnya ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit yang disertai pembengkakan. Gejala lainnya yang sering muncul meliputi:
Nyeri pada payudara dan rasa panas ketika disentuh
Perasaan sakit pada seluruh tubuh (malaise)
Payudara menjadi bengkak
Nyeri dan panas ketika menyusui
Kemerahan pada payudara, sering kali berbatas tegas
Demam
Salah satu faktor risiko utama yang menyebabkan mastitis adalah adanya luka dan kulit yang pecah pada puting susu. Kondisi ini mengakibatkan masuknya bakteri ke saluran susu melalui luka yang terbuka pada kulit yang pecah tersebut. Bakteri yang masuk akan berkembang biak dan menyebabkan infeksi.
Apabila luka pada kulit payudara atau puting susu tidak segera diobati, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi yang menimbulkan mastitis. Infeksi dapat mengakibatkan luka di payudara semakin sulit sembuh.
2. Kondisi Kulit
Ada beberapa kondisi kulit yang dapat menimbulkan luka pada payudara, seperti:
Hives, yakni penyakit kulit yang ditandai dengan bintik merah dan gatal pada kulit. Jika kulit digaruk, kondisi ini dapat menyebabkan luka pada kulit.
Psoriasis, yakni peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit bersisik dan gatal yang muncul karena sistem kekebalan tubuh terganggu.
Kudis, yakni penyakit kulit yang disebabkan oleh gigitan dari tungau. Penyakit ini menyebabkan benjolan di kulit yang terasa sangat gatal di malam hari. Menggaruk terus-menerus dapat menimbulkan luka bekas garukan.
Intertrigo, yakni peradangan yang terjadi akibat gesekan kulit ke kulit dan sering terjadi di area tubuh yang hangat dan lembap, seperti bagian bawah payudara. Kondisi ini dapat menyebabkan ruam merah atau cokelat, gatal-gatal, dan pembengkakan pada kulit.
Eksim puting, yakni ruam di sekitar salah satu atau kedua puting. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi terbakar jika penderita menyusui.
3. Masalah Kesehatan yang Lebih Serius
Selain beberapa penyebab di atas, luka di payudara yang tak kunjung sembuh juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih serius, seperti:
1) Kanker Payudara Inflamasi
Kanker payudara inflamasi adalah jenis kanker yang disebabkan oleh penumpukan cairan di payudara. Banyak wanita dengan kondisi ini tidak merasakan benjolan pada payudara.
Meski begitu, penderita kanker ini mungkin melihat ruam yang terlihat seperti gigitan serangga. Selain ruam kulit, kondisi ini juga ditandai dengan:
Gatal yang tidak kunjung hilang
Puting yang masuk ke dalam atau menjadi rata
Pembengkakan dan kemerahan yang mempengaruhi setidaknya sepertiga dari payudara
Kulit kemerahan atau memar
Kulit yang terlihat bersisik atau berlubang seperti kulit jeruk
Peningkatan ukuran payudara secara tiba-tiba
Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan atau di dekat tulang selangka
2) Penyakit Paget Puting Susu
Penyakit Paget adalah kanker payudara langka yang dimulai pada puting susu dan meluas ke lingkaran kulit hitam atau areola di sekitar puting. Kondisi ini dapat menyebabkan ruam merah bersisik di payudara disertai dengan pengeluaran cairan atau pendarahan dari puting.
Baca Juga: 9 Penyebab Payudara Terasa Nyeri dan Kencang
Cara Mengobati Luka pada Payudara
Pada dasarnya, cara mengobati luka pada payudara tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Apabila luka pada payudara disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta penunjang apabila diperlukan. Jika luka mengalami infeksi, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk menghindari komplikasi.
Sementara untuk luka terbuka pada payudara, seperti kulit pecah, bekas garukan, ataupun sayatan, berikut beberapa cara mengobati luka pada payudara yang bisa dilakukan.
Mencuci tangan. Cuci tangan Anda secara menyeluruh setidaknya selama 30 detik dengan air hangat dan sabun sebelum menggunakan perban untuk membalut luka.
Membersihkan luka. Jika Anda mengalami luka pada payudara, segera bersihkan dengan benar karena dapat menyebabkan infeksi. Bersihkan dengan cairan antiseptik hingga luka terlihat lebih bersih kemudian keringkan dengan handuk.
Menggunakan perban untuk menutup luka. Tutup luka dengan perban atau kain kasa setelah dibersihkan agar mencegah berbagai kotoran, kuman, dan bakteri masuk ke dalam luka.
Ganti perban secara teratur. Perban perlu diganti secara teratur sampai luka benar-benar sembuh. Hal ini bisa memakan waktu antara 3-6 minggu. Perban harus bersih dan steril agar luka sembuh lebih baik.
Berhati-hatilah saat melepas perban. Jika menarik perban terlalu cepat atau terlalu keras, Anda dapat membuka kembali lukanya.
Menjaga kebersihan luka. Menjaga kebersihan luka merupakan langkah penting dalam perawatan luka. Selain itu, penting untuk mengganti perban jika terkena air.
Hindari penggunaan kosmetik. Hindari penggunaan kosmetik dan bahan kimia tertentu di sekitar luka hingga benar-benar sembuh.
Jangan mencoba menghilangkan keropeng pada luka payudara. Hal ini karena dapat menimbulkan infeksi dan bekas luka yang sulit hilang.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis luka di payudara?

Apa saja jenis luka di payudara?
Ada berbagai jenis luka pada payudara tergantung penyebabnya, seperti luka goresan, bekas jahitan, hingga luka akibat infeksi tertentu.
Apa yang dimaksud dengan mastitis?

Apa yang dimaksud dengan mastitis?
Mastitis adalah peradangan jaringan payudara yang menyebabkan rasa nyeri, bengkak, rasa panas, dan kemerahan pada payudara.
Apa itu kanker payudara inflamasi?

Apa itu kanker payudara inflamasi?
Kanker payudara inflamasi adalah jenis kanker yang disebabkan oleh penumpukan cairan di payudara. Banyak wanita dengan kondisi ini tidak merasakan benjolan pada payudara.
