Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kepribadian Ganda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seorang yang memiliki kepribadian ganda terjadi karena trauma parah yang pernah dialami saat kecil. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang yang memiliki kepribadian ganda terjadi karena trauma parah yang pernah dialami saat kecil. Foto: Unsplash

Gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda adalah gangguan mental ketika kepribadian seseorang terbagi menjadi dua atau lebih. Kepribadian ganda terbentuk dari trauma parah yang terjadi pada masa kanak-kanak atau remaja.

Kepribadian ganda termasuk sebuah kondisi yang langka. Gangguan mental ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami kehilangan ingatan, delusi, atau depresi.

Terkadang, penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda dan dua kepribadian yang ada dalam tubuhnya juga tidak saling mengenal. Bahkan dalam beberapa kasus, dua kepribadian tersebut bisa memiliki sifat yang saling bertolak belakang.

Penyebab Kepribadian Ganda

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab dari kepribadian ganda. Namun, National Alliance on Mental Illness melaporkan bahwa sebagian besar penderita kepribadian ganda pernah mengalami kekerasan baik berupa fisik atau seksual pada masa kanak-kanak. Trauma yang dialami juga bisa terjadi karena kasus kecelakaan, bencana alam, dan peperangan.

Pada kasus gangguan kepribadian ganda di Amerika dan Kanada, sebanyak 90% orang dinyatakan pernah mengalami kekerasan di masa kecil. Kendati belum diketahui pasti penyebabnya, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan mental ini, yaitu:

  • Trauma. Kepribadian yang terpecah merupakan cara seseorang untuk bertahan dalam trauma emosi serta fisik yang pernah dialaminya. Beberapa pengalaman traumatis yang bisa memicu kepribadian ganda antara lain tindakan kekerasan, pelecehan seksual, bencana alam, dan kecelakaan.

  • Penyangkalan. Ketika mengalami suatu kejadian yang terlalu berat untuk ditanggung, otak manusia kemungkinan akan membangun suatu pertahanan untuk menutupi masalah tersebut dengan manganggapnya tidak ada.

  • Usia. Pada usia awal kanak-kanak, identitas seseorang masih sangat mungkin mengalami perubahan. Individu yang mengalami trauma berulang ketika masa kecil akan mulai memasang penghalang di dalam jiwanya.

  • Sensitivitas. Seseorang dengan ambang batas yang rendah terhadap suatu trauma mungkin saja akan lebih rentan atau sensitif daripada orang lain sebayanya.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Mental Health, hampir 97% penderita dengan gangguan kepribadian ganda memiliki riwayat kekerasan semasa kecil, 83% dengan kekerasan seksual, 75% kekerasan fisik, dan 68% dengan riwayat keduanya.

Gejala Kepribadian Ganda

Ilustrasi penderita kepribadian ganda dapat mengalami perubahan emosi dan karakter yang cepat. Foto: Unsplash

Penderita kepribadian ganda tentu memiliki tanda atau gejala tertentu, tetapi gejala tersebut mungkin tidak terlalu menonjol. Kepribadian ganda umumnya ditandai dengan perubahan emosi yang begitu cepat dan perubahan karakter disertai suara yang agak berbeda.

Namun, tidak semua orang yang memiliki tanda-tanda tersebut menderita kepribadian ganda. Jika ada individu yang berperilaku seperti itu, tetapi masih bisa mengenali dirinya sendiri dan memakai nama yang sebenarnya, maka individu tersebut bukanlah penderita kepribadian ganda.

Mengutip jurnal Dissociative Identity Disorder: A Controversial Diagnosis oleh Paulette Marie Gillig, berikut beberapa gejala yang biasanya muncul pada penderita kepribadian ganda, antara lain:

  • Pengidapnya memiliki dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda.

  • Kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut.

  • Gangguan-gangguan yang terjadi pada pengidapnya tidak disebabkan karena efek psikologis dari substansi, seperti alkohol, obat-obatan, atau karena kondisi medis seperti demam.

  • Pengidapnya memiliki ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berhubungan dengan dirinya.

  • Rata-rata pengidap kepribadian ganda mengalami amnesia.

  • Adanya tindakan yang kadang tidak disadari, serta perilaku yang masing-masing tidak sama dan cenderung berlawanan. Untuk gejala ini, biasanya orang terdekat atau keluarga bisa menyadari atau mengeluhkan sikap yang berubah.

  • Kemungkinan ketika berpindah kepribadian, tubuh secara fisik mengalami kondisi medis tertentu, seperti lelah atau sakit kepala yang hebat pada saat kepribadian berganti.

  • Pengidap tidak akan mengingat waktu secara jelas karena tidak ingat apa yang sedang dilakukan. Hal ini dapat terjadi saat kepribadian asli pengidap "tertidur" dan karakter yang lain akan mengendalikan tubuhnya.

  • Pengidap akan lupa siapa dan apa saja yang telah terjadi pada dirinya. Contohnya, setelah pengidap tersadar, terkadang dia akan menemukan luka memar, berdarah, atau lecet di beberapa bagian tubuh tanpa diketahui penyebabnya.

  • Amnesia atau kehilangan ingatan, pengidap tidak akan menyadari apa yang terjadi pada sekitarnya.

  • Merasa depresi dan tidak bahagia dengan keadaan dirinya.

  • Tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas, kemungkinan alter ego (identitas lain) marah dengan kepribadian utama karena dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah atau mungkin sebaliknya. Kepribadian utama akan berontak dengan alter ego yang mencoba bertindak negatif atau mengendalikannya.

  • Pengidap sering mengalami gejolak batin. Terkadang hal ini membuat mereka susah mengambil keputusan atau cenderung plin-plan.

  • Menjadi paranoid untuk hal-hal yang bahkan pengidap sendiri tidak tahu penyebabnya.

  • Seiring berjalannya waktu, pengidap kepribadian ganja juga mungkin akan mengalami masalah kejiwaan lain, seperti gangguan kecemasan, serangan panik, depresi, serta gangguan makan dan tidur.

Baca Juga: Kenali Berbagai Gejala Skizofrenia Berdasarkan Tahapannya

Cara Mengobati Kepribadian Ganda

Ilustrasi terapi psikologis yang dilakukan untuk mengatasi kepribadian ganda. Foto: Unsplash

Perlu dipastikan bahwa gejala pada gangguan kepribadian ganda bukan muncul karena efek obat-obatan seperti narkoba, kecanduan alkohol, atau penyakit tertentu seperti epilepsi atau tumor otak.

Untuk memastikan diagnosis kepribadian ganda, penderita perlu menempuh pemeriksaan oleh ahli kejiwaan atau dokter. Pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan fisik, evaluasi medis kejiwaan, dan pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau urine untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan obat atau zat tertentu.

Sejauh ini belum ada pengobatan yang secara khusus bisa dilakukan untuk menyembuhkan kepribadian ganda secara total. Penanganan yang umumnya dianjurkan adalah melalui kombinasi terapi psikologis dan pemberian obat-obatan. Berikut penanganannya:

1. Terapi Psikologis

Terapi psikologis dapat berupa psikoterapi atau konseling dan terapi perilaku. Tujuan dari psikoterapi adalah untuk membantu penderita mengatasi penyebab yang mendasarinya dan mengontrol gejala yang diderita.

Terapi yang dijalani oleh penderita akan berfokus agar penderita nyaman berhubungan dengan orang lain dan mencegah penderita melakukan hal-hal berbahaya.

2. Pemberian Obat-obatan

Tidak ada obat khusus untuk mengobati kepribadian ganda. Akan tetapi, obat-obatan seperti antidepresan dan obat penenang dapat diresepkan untuk mengobati kondisi yang menyertainya, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa tanda seseorang memiliki kepribadian ganda?
chevron-down

Kepribadian ganda umumnya ditandai dengan perubahan emosi yang begitu cepat dan perubahan karakter disertai suara yang agak berbeda.

Apa penyebab kepribadian ganda?
chevron-down

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab dari kepribadian ganda. Sebagian besar penderita kepribadian ganda pernah mengalami kekerasan baik berupa fisik atau seksual pada masa kanak-kanak.

Obat apa untuk mengobati kepribadian ganda?
chevron-down

Tidak ada obat khusus untuk mengobati kepribadian ganda. Akan tetapi, obat-obatan seperti antidepresan dan obat penenang dapat diresepkan untuk mengobati kondisi yang menyertainya.