Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ketahui Ciri-Ciri Depresi Berat pada Anak, Remaja, hingga Lansia

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Depresi merupakan gangguan yang bisa dialami oleh siapa saja. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Depresi merupakan gangguan yang bisa dialami oleh siapa saja. Foto: Pexels.com

Daftar isi

Depresi berat adalah gangguan mental yang membuat penderitanya merasa sedih, muram, dan tertekan. Ciri-ciri depresi berat dapat dikenali dari gejala, perubahan emosi, dan perilaku seseorang.

Depresi berat dalam dunia medis disebut sebagai gangguan depresi mayor. Gangguan depresi mayor merupakan gangguan mood (suasana hati) yang mana penderitanya merasa sedih dan tertekan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Pada kondisi normal, orang bisa saja merasa sedih dan tertekan, tetapi umumnya perasaan ini hanya berlangsung selama beberapa waktu saja dan tidak bertahan selama berminggu-minggu.

Gangguan depresi mayor adalah salah satu gangguan pada kesehatan mental yang paling umum terjadi. Artikel ini akan membahas mengenai ciri-ciri depresi berat, penyebab, dan cara mengatasinya.

Ciri-Ciri Depresi Berat

Depresi berat pada setiap orang memiliki ciri-ciri yang berbeda. Hal ini tergantung pada frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan gejala depresi yang timbul pada penderitanya.

Mengutip dari jurnal Major Depressive Disorder oleh Navneet Bains dan Sara Abdi Jadid, gejala atau ciri-ciri depresi berat adalah merasa sedih, tidak berminat untuk melakukan aktivitas yang disenangi sebelumnya, merasa kurang dan tidak berharga, tidak berenergi, hingga memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Ciri-ciri depresi berat juga bisa bervariasi tergantung pada usia penderitanya. Berikut adalah gejala depresi berat berdasarkan usia.

Ciri-Ciri Depresi Berat pada Anak

Berikut adalah beberapa gejala depresi berat yang mungkin dirasakan oleh anak-anak:

  • Sering rewel atau mudah tersinggung

  • Menjadi sensitif saat ditolak atau tidak berhasil melakukan sesuatu

  • Perubahan kebiasaan makan atau tidur

  • Energi cepat menurun

  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang dinikmati sebelumnya

  • Sering menempel pada orang tua atau pengasuh

  • Tidak ingin pergi ke sekolah

  • Memiliki keluhan fisik, seperti sakit perut

Ciri-Ciri Depresi Berat pada Remaja

Pada penderita depresi berat yang berusia remaja, berikut gejala yang mungkin dirasakan:

  • Mudah merajuk dan cepat marah

  • Merasa sedih dan kosong

  • Merasa gelisah dan frustasi

  • Merasa putus asa dan memiliki pandangan negatif tentang kehidupan

  • Melihat diri tidak berharga

  • Tidur berlebihan atau susah tidur

  • Menyalahkan diri sendiri atau mengkritik diri sendiri secara berlebihan

  • Kesulitan berpikir, berkonsentrasi, atau membuat keputusan

  • Perubahan nafsu makan

  • Pertambahan berat badan

  • Sering mengeluh sakit badan atau sakit kepala

  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam kegiatan yang biasanya disukai

  • Prestasi sekolah menurun atau sering absen dari sekolah

  • Kurang perhatian pada kebersihan atau penampilan pribadi

  • Mengisolasi diri dari aktivitas sosial

  • Terdapat ledakan emosi, perilaku yang mengganggu atau berisiko, atau perilaku bertindak lainnya yang membahayakan diri

  • Melukai diri sendiri, seperti memotong atau membakar diri

  • Membuat rencana bunuh diri atau upaya bunuh diri

Ciri-Ciri Depresi Berat pada Orang Dewasa

Salah satu ciri-ciri depresi berat adalah sering depresi lebih banyak dari sebelumnya. Foto: Pexels.com

Berikut adalah ciri-ciri depresi berat yang terjadi pada orang dewasa:

  • Sering mengalami masa-masa depresi dan kesedihan mendalam dibandingkan sebelumnya

  • Mengalami penurunan libido atau nafsu seksual

  • Mengalami penurunan atau peningkatan durasi jam tidur

  • Mengalami kesulitan tidur, seperti bangun di tengah malam atau pagi hari

  • Memiliki masalah pada bagian pencernaan, seperti sembelit dan diare

  • Merasa sedih dan tampak suram

  • Kehilangan minat dalam melakukan aktivitas yang disenangi

  • Malas merawat diri, seperti jarang mandi, menyisir rambut, dan lain-lain

  • Performa kerja sering terganggu

  • Nafsu makan menurun atau meningkat

  • Agresi, lekas marah, dan/atau bisa marah secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas

  • Ingin melakukan hal-hal yang berisiko dan mengancam nyawa

Ciri-Ciri Depresi Berat pada Lansia

Lansia juga bisa mengalami depresi berat. Ciri-ciri yang ditimbulkan dapat berupa:

  • Lebih sering merasa tidak memiliki suasana hati atau mati rasa daripada suasana hati yang tertekan

  • Memiliki kondisi medis lain yang menyebabkan atau berkontribusi pada depresi

  • Rasa sakit dan nyeri pada bagian tubuh tertentu yang tidak dapat dijelaskan secara medis

  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam melakukan aktivitas

  • Menghindari interaksi sosial dan aktivitas fisik

  • Mengalami masalah dengan memori dan fungsi kognitif lainnya

Penyebab Depresi Berat

Depresi berat bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut American Psychiatric Association, faktor-faktor yang dapat menyebabkan depresi berat adalah:

  • Genetik merupakan salah satu penyebab utama seseorang mengalami depresi berat. Dalam studi Overview of The Genetics of Major Depressive Disorder oleh FW Lohoff, faktor genetika mempengaruhi sekitar 40% seseorang bisa mengalami depresi.

  • Aktivitas kimiawi di dalam otak mengakibatkan ketidakseimbangan neurotransmiter, yaitu bagian yang membantu mengatur suasana hati dan menyebabkan depresi.

  • Kondisi medis tertentu, seperti tiroid, gangguan tidur, dan kanker dapat meningkatkan gejala depresi.

  • Penggunaan zat-zat tertentu, seperti penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol bisa meningkatkan risiko terkena depresi.

  • Stres merupakan kondisi yang mengakibatkan terjadinya pelepasan hormon kortisol dapat mempengaruhi neurotransmitter serotonin dan menyebabkan depresi.

  • Kekurangan nutrisi yang diakibatkan oleh gizi buruk dan diet bisa membuat seseorang mudah terserang depresi berat.

Cara Mengatasi Depresi Berat

Depresi berat bisa diatasi dengan tiga cara, yakni melalui psikoterapi, terapi obat-obatan, dan prosedur medis. Berikut penjelasannya.

1. Psikoterapi

Psikoterapi adalah salah satu cara mengatasi depresi berat. Foto: Pexels.com

Ada beberapa jenis terapi psikis yang bisa dilakukan untuk menangani depresi berat, di antaranya:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT), yaitu jenis perawatan psikologis yang bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku tidak sehat yang mungkin berkontribusi pada kondisi depresi berat.

  • Psikoterapi psikodinamik yang dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana masalah yang menyebabkan depresi serta mengetahui pola emosional selama depresi.

  • Terapi interpersonal, yaitu jenis terapi yang berfokus pada hubungan penderita depresi berat dengan orang lain dalam hidup penderita.

  • Terapi suportif, yaitu psikoterapi yang menggunakan campuran beberapa jenis terapi, seperti terapi perilaku kognitif dan interpersonal untuk meringankan gejala.

2. Terapi Obat-obatan

Obat-obatan juga bisa membantu menangani depresi. Namun, terapi obat-obatan sebaiknya dilakukan apabila psikoterapi tidak membantu.

Contoh obat-obatan yang dikonsumsi untuk menangani depresi berat adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI), antidepresan atipikal, antidepresan trisiklik, dan lain-lain

3. Prosedur Medis

Ada beberapa prosedur medis yang dapat bermanfaat untuk mengurangi gejala-gejala depresi berat, di antaranya terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, terapi infus ketamin, dan lain-lain.

Depresi adalah gangguan mental yang serius yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bahan kimia dalam otak. Hal ini menyebabkan penderitanya merasa sedih, tidak berenergi, dan menolak untuk beraktivitas. Untungnya, saat ini ada banyak pengobatan yang dapat mengurangi gejala depresi dan membantu penderitanya merasa lebih baik.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan gangguan depresi mayor?
chevron-down

Gangguan depresi mayor merupakan gangguan suasana hati yang mana penderitanya merasa sedih dan tertekan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Apa saja obat untuk mengatasi depresi?
chevron-down

Contoh obat-obatan untuk menangani depresi berat adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI), antidepresan atipikal, dan lain-lain.

Apa itu neurotransmitter?
chevron-down

Neurotransmitter adalah bagian otak yang membantu mengatur suasana hati.