Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kulit Kepala Berjamur: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami kulit kepala berjamur akan merasa kepalanya gatal. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami kulit kepala berjamur akan merasa kepalanya gatal. Foto: Pexels

Kulit kepala berjamur adalah penyakit akibat adanya infeksi jamur di kulit kepala dan batang rambut. Dalam dunia medis, kulit kepala berjamur dikenal sebagai tinea capitis.

Kulit kepala berjamur umumnya lebih banyak dialami oleh anak-anak, terutama anak laki-laki usia 3-7 tahun. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui perantara benda yang sudah terpapar jamur atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Apa Itu Kulit Kepala Berjamur?

Kulit kepala berjamur atau tinea capitis adalah kelainan kulit pada daerah kepala dan rambut yang disebabkan jamur golongan dermatofita. Mengutip jurnal Tinea Capitis oleh Ahmad M. Al Aboud, dkk., spesies dermatofita yang biasanya menyebabkan penyakit ini adalah Trichophyton dan Microsporum.

Kulit kepala berjamur sangat menular dan mudah menyebar. Pada kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan peradangan parah di kulit kepala, kerontokan rambut permanen di tempat lesi, kepala bersisik, serta timbulnya bekas luka di kulit kepala.

Penyebab Kulit Kepala Berjamur

Ilustrasi kulir kepala berjamur lebih sering terjadi pada anak-anak. Foto: Pexels

Kulit kepala berjamur disebut juga tinea capitis atau ringworm of the scalp adalah infeksi pada rambut dan kulit kepala oleh dermatofita yang terutama terjadi pada anak-anak usia 3-7 tahun.

Kulit kepala berjamur dapat disebabkan oleh semua spesies dermatofita, yaitu yang termasuk dalam klasifikasi Microsporum dan Trichophyton, kecuali Epidermophyton floccosum dan Trichophyton concentricum. Distribusi dermatofita berbeda tiap negara tergantung beberapa faktor yaitu letak geografi, iklim, dan gaya hidup.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa jamur penyebab tinea capitis di atas dapat ditularkan dengan berbagai cara, seperti:

  • Kontak kulit langsung dengan seseorang yang terinfeksi.

  • Kontak tidak langsung dengan menyentuh atau memakai barang-barang yang sebelumnya telah digunakan oleh seseorang yang terinfeksi. Misalnya, handuk, pakaian, seprai, atau kursi.

  • Penularan melalui kontak dengan hewan ke manusia. Beberapa hewan seperti anjing, kucing, kelinci, dan sapi sangat mudah mengalami infeksi jamur pada kulitnya.

Gejala Kulit Kepala Berjamur

Secara umum, gejala kulit kepala berjamur adalah bercak bersisik yang terasa gatal di kulit kepala, kerontokan rambut, kulit kepala sakit saat disentuh, kelenjar getah bening membengkak, dan bagian kulit yang berwarna abu-abu atau merah.

Kulit kepala berjamur atau tinea capitis bisa bersifat inflamasi (peradangan) atau non-inflamasi. Jenis inflamasi dapat menyebabkan kerion, sedangkan non-inflamasi dapat menimbulkan black dot dan patch abu-abu.

Tinea capitis jenis inflamasi biasanya menyebabkan jaringan parut dan kerontokan rambut permanen. Sementara tinea capitis jenis non-inflamasi biasanya tidak menyebabkan kerontokan rambut permanen.

Mengutip jurnal Tinea Capitis: Epidemiology, Diagnosis, Treatment, and Control oleh Ilona J. Frieden, dkk., berikut penjelasan tentang masing-masing jenis tinea capitis:

  • Tinea capitis kerion adalah bercak berisi nanah di kulit kepala yang terkadang mengeluarkan cairan. Bentuk kerion bisa terjadi akibat reaksi terhadap jamur pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kerion.

  • Tinea capitis black dot adalah bintik-bintik hitam pada kulit kepala karena rambut patah pada folikel. Kondisi ini menyebabkan batang rambut patah di permukaan kulit kepala.

  • Tinea capitis patch abu-abu adalah infeksi pada kulit kepala yang menyebabkan alopesia yang bersisik tanpa peradangan, rambut tidak mengkilap dan patah di kulit, serta batang rambut pecah di atas permukaan kulit dan meninggalkan potongan pendek.

Cara Mengobati Kulit Kepala Berjamur

Ilustrasi salah satu pengobatan kulit kepala berjamur adalah mengonsumsi obat antijamur oral. Foto: Pexels

Ada beberapa cara mengobati kulit kepala berjamur yang biasanya direkomendasikan oleh dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat-obatan antijamur untuk mengobati tinea capitis, seperti:

  • Obat antijamur oral seperti griseofulvin dan terbinafine. Obat harus diminum setidaknya selama enam minggu. Beberapa efek samping yang bisa muncuk seperti sakit perut, mual, muntah, pusing, dan reaksi alergi.

  • Sampo selenium sulfida. Sampo berbahan selenium sulfida dapat digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi jamur di kulit kepala. Selain selenium sulfida, sampo ini mengandung komponen aktif ketoconazole. Sampo ini dapat digunakan setidaknya dua kali seminggu.

  • Obat antijamur topikal. Obat topikal dapat langsung digunakan ke kulit kepala untuk membantu mencegah penyebaran infeksi.

  • Jika menderita tinea capitis bentuk kerion, dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid seperti prednison. Steroid dapat membantu mengurangi peradangan dan menurunkan risiko jaringan parut dan kerontokan rambut permanen.

Baca Juga: 8 Obat Jamur Kulit untuk Meredakan Gejala

Cara Mencegah Kulit Kepala Berjamur

Sebenarnya, infeksi kulit kepala berjamur cukup sulit untuk dihindari. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kulit kepala berjamur, yaitu:

  1. Menggunakan sampo secara rutin untuk mencegah infeksi kulit kepala.

  2. Membersihkan tempat yang sering digunakan sehari-hari, misalnya kamar mandi. Kamar mandi adalah tempat yang lembap yang sering dijadikan sarang oleh bibit penyakit ini.

  3. Mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan setiap kali melakukan kontak dengan orang lain atau benda tertentu.

  4. Membersihkan tempat tidur, baik itu seprai dan bantal.

  5. Memakai pakaian yang bersih dan mengganti pakaian setiap hari.

  6. Menghindari kontak langsung dengan penderita kulit kepala berjamur.

  7. Jangan berbagi pakaian, handuk, seprai, atau barang pribadi lainnya dengan orang yang terinfeksi.

  8. Memotong kuku jari tangan dan kaki serta menjaga kebersihannya.

  9. Hindari kontak langsung dengan hewan. Jika memiliki hewan peliharaan, rutin periksakan kesehatan hewan tersebut ke dokter.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa istilah medis kulit kepala berjamur?

chevron-down

Dalam dunia medis, kulit kepala berjamur dikenal sebagai tinea capitis.

Apa itu tinea capitis?

chevron-down

Kulit kepala berjamur atau tinea capitis adalah kelainan kulit pada daerah kepala dan rambut yang disebabkan jamur golongan dermatofita.

Apa saja jamur yang bisa menyebabkan tinea capitis?

chevron-down

Spesies dermatofita yang biasanya menyebabkan penyakit ini adalah Trichophyton dan Microsporum.