Kumparan Logo
Konten Media Partner

Manipulatif: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Manipulatif adalah sikap dan tindakan yang dilakukan untuk memperdaya orang lain. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Manipulatif adalah sikap dan tindakan yang dilakukan untuk memperdaya orang lain. Foto: Unsplash.com

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, manipulatif adalah adalah sifat seseorang dalam mempengaruhi perilaku, sikap, dan orang lain tanpa disadari oleh orang tersebut. Dalam ilmu psikologi, manipulatif disebut sebagai upaya memperdaya seseorang untuk memperoleh keinginannya.

Manipulatif banyak ditemukan dalam hubungan atau relasi sosial, seperti keluarga, pertemanan, hubungan asmara, serta hubungan kerja. Hal ini perlu dihindari karena bisa membuat seseorang tertipu dan tekanan.

Pada beberapa kasus, sifat manipulatif juga biasanya membuat seseorang yang menghadapinya mengalami stres dan depresi sehingga setiap orang perlu mengetahui ciri-ciri orang dengan sifat tersebut.

Apa Itu Manipulatif?

Menurut Harriet B Braiker dalam buku Who's Pulling Your Strings? How to Break The Cycle of Manipulation, manipulasi adalah sifat dan perbuatan yang dapat mempengaruhi orang lain dengan tujuan untuk mengubah persepsi dan perilaku orang tersebut. Hal ini biasanya dilakukan dengan cara yang licik, penipuan, serta strategi yang kasar.

Perilaku manipulatif dapat mempengaruhi dinamika suatu hubungan sebab bisa menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan antara manipulator dan orang lain serta bisa membuat orang lain depresi.

Ciri-Ciri Perilaku Manipulatif

Dikutip dari Manipulation in Close Relationships: Five Personality Factors in Interactional Context karya Ann Arbor, manipulator biasanya akan melakukan berbagai macam taktik untuk memperoleh "kekuasaan" serta keinginannya. Hal ini biasanya dilakukan dengan berbohong, menyangkal, menyindir, menghukum, dan lain-lain.

Ada sejumlah ciri-ciri yang menandakan bahwa manipulator sedang melakukan perilaku manipulatif. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

1. Invalidasi Perasaan

Salah satu ciri-ciri perilaku manipulatif adalah tidak membenarkan perasaan yang dirasakan oleh orang lain. Foto: Unsplash.com

Ciri perilaku manipulatif yang pertama adalah invalidasi perasaan. Manipulator berusaha membuat orang lain mengikuti keinginannya dan membuat perasaan orang lain tidak penting. Contohnya adalah:

  • Tidak memberikan kesempatan untuk orang lain mengekspresikan pikiran dan perasaannya

  • Menyela atau mencecar orang lain

  • Mengabaikan kekhawatiran orang lain

  • Memarahi dan menghukum orang lain karena bersikap tidak sejalan dengan yang diinginkannya.

2. Memeras Secara Emosional

Memeras secara emosional adalah salah satu tindakan manipulatif. Perilaku ini biasanya dimulai saat sang manipulator memiliki permintaan kepada orang lain. Kondisi ini memiliki pola seperti berikut:

  • Apabila orang lain menolak, maka manipulator akan memberikan tekanan secara emosional hingga akhirnya orang lain menerimanya.

  • Apabila orang lain menerima, orang dengan sikap manipulatif akan memberikan kasih sayang dan memperlakukan orang lain dengan baik sebagai tanda terima kasih.

3. Gaslighting

Gaslighting adalah ciri sikap manipulatif yang membuat seseorang bertanya-tanya tentang kejadian yang benar-benar terjadi. Gaslighting biasanya dicirikan dengan kebohongan, memutarbalikkan fakta, dan lain-lain.

Manipulator biasanya akan menyangkal, bersikeras bahwa yang disampaikan oleh orang lain adalah khayalan semata, serta mencoba meyakinkan seseorang bahwa suatu hal tidak pernah terjadi.

3. Silent Treatment

Silent treatment atau mendiami orang lain adalah salah satu tindakan pasif-agresif. Contohnya, ketika ditanya kondisi atau perasaan, manipulator akan mengabaikan pertanyaan tersebut atau menjawab "Aku baik-baik saja", tetapi ia berperilaku sebaliknya.

Silent treatment juga bisa berupa menghindari untuk berkomunikasi dengan orang lain sehingga orang tersebut akan mempertanyakan kesalahan dan menjadi tertekan.

4. Menyalahgunakan Rasa Bersalah Orang Lain

Ciri perilaku manipulatif lainnya adalah menyalahgunakan rasa bersalah orang lain. Manipulator akan menggunakan rasa bersalah orang lain untuk bertanggung jawab atas kesalahannya.

Ketika seseorang merasa bersalah, orang tersebut biasanya akan mencoba melakukan apa yang diinginkan oleh orang lain. Hal ini dapat disalahgunakan oleh manipulator untuk mendapatkan keinginannya.

5. Tidak Banyak Menunjukkan Kasih Sayang

Dalam hubungan keluarga, pertemanan, dan percintaan, kasih sayang adalah hal yang penting. Bagi manipulator, ia hanya akan menunjukkan kasih sayang apabila orang lain melakukan apa yang diinginkan.

Jika orang lain membuat kesalahan yang membuatnya kecewa, manipulator akan menegur, menghukum, dan mengkritik secara habis-habisan bahkan bisa berakhir pada kekerasan secara fisik.

6. Menyerang Secara Personal

Salah satu ciri perilaku manipulatif adalah sering menyerang orang lain secara personal. Manipulator biasanya akan mencecar, mengejek, dan mempermalukan kelemahan orang lain, serta memberikan ancaman dan intimidasi yang membuat orang lain tidak percaya diri.

Selain itu, manipulator juga bisa menjadikan orang lain "kambing hitam" atas kesalahannya. Pada beberapa kasus, manipulator akan menggunakan kata-kata yang baik sehingga orang lain percaya, seperti: "Aku memberitahumu agar kamu tahu kekuranganmu, ini semua demi kebaikanmu".

Cara Menghadapi Perilaku Manipulatif

Menghadapi orang dengan sifat manipulatif bukanlah hal yang mudah. Hal ini bisa membuat seseorang stres hingga depresi.

Akan lebih sulit juga perilaku manipulatif dilakukan oleh orang yang disayangi dan dicintai sebab rasa sayang dan empati akan membuat perilaku ini dimaafkan. Namun, hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena hanya dapat sifat manipulatif dapat bertahan lama.

Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi orang dengan perilaku manipulatif.

1. Akui Diri Atas Manipulasi Dihadapi

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengakui bahwa seseorang tengah bersikap manipulatif. Sebutkan segala bentuk manipulasi yang telah dilakukan sehingga dapat membantu meredakan rasa bersalah dan depresi.

Setelah itu, cobalah untuk mengekspresikan emosi dan perasaan selama ini yang terpendam. Hal ini bisa membantu seseorang memvalidasi perasaan yang dirasakannya.

2. Beritahu Perasaan kepada Manipulator

Salah satu cara menghadapi perilaku manipulatif adalah memberi tahu perasaan yang selama ini terpendam secara baik-baik. Foto: Unsplash.com

Langkah selanjutnya adalah memberitahu manipulator bagaimana perasaan yang dimiliki. Namun, hindari pendekatan langsung mengatakan segala bentuk perilaku negatif yang dilakukannya karena hal ini bisa memantik emosi dan taktik manipulatif selanjutnya.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memberitahu perasaan kepada pelaku manipulatif:

  • Akui perasaan dan perspektif manipulator dengan berkata "Aku tahu kamu stres menghadapi banyak hal denganku. Aku tahu kamu juga melakukan ini demi kebaikanku"

  • Ekspresikan kemarahan dan rasa sakit dengan tenang dan sopan. Contohnya: "Aku sudah memintamu untuk tidak membentakku jika aku ada salah. Ketika kamu tidak mengiyakan hal ini, di situ aku merasa sedih"

  • Jelaskan bagaimana tindakan manipulatifnya bisa memengaruhi hubungan "Ketika kamu sering berbohong, rasa percayaku padamu semakin menurun. Saya juga tidak ingin hal itu terjadi"

  • Jika merencanakan pertemuan dengan orang yang melakukan tindakan manipulatif, sebaiknya beritahu orang lain yang sekiranya dapat membantu guna menjaga keselamatan.

3. Beri Kejelasan dan Batasan

Setelah memberitahu perasaan kepada pelaku tindakan manipulatif, langkah selanjutnya adalah memberikan kejelasan dan batasan dengannya. Contohnya: "Apabila kamu masih terus berbohong, aku akan membatasi komunikasi kita sampai kamu sadar bahwa kejujuran adalah hal yang penting".

4. Jangan Mengisolasi Diri

Saat merasa depresi dan tertekan, seseorang biasanya akan cenderung mengisolasi dirinya. Hal ini perlu dihindari karena bisa memperburuk keadaan mental.

Cobalah cerita dengan orang-orang yang dipercaya, seperti keluarga, teman, atau pasangan untuk mengatasi emosi selama ini terpendam sehingga menjadi lebih lega dan merasa mendapatkan perlindungan dari orang lain.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu gaslighting?
chevron-down

Gaslighting adalah ciri sikap manipulatif yang membuat seseorang bertanya-tanya tentang kejadian yang benar-benar terjadi.

Apa tujuan seseorang melakukan tindakan manipulatif?
chevron-down

Perilaku manipulatif dilakukan untuk memperdaya seseorang untuk memperoleh keinginannya.

Apa bahaya dari perilaku manipulatif?
chevron-down

Perilaku manipulatif dapat mempengaruhi dinamika suatu hubungan sebab bisa menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan antara manipulator dan orang lain serta bisa membuat orang lain depresi.