Kumparan Logo
Konten Media Partner

Meningitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Kata Dokter

ยทwaktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi meningitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan yang membungkus otak dan saraf tulang belakang. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meningitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan yang membungkus otak dan saraf tulang belakang. Foto: Unsplash

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan membran (meninges) yang membungkus otak dan saraf tulang belakang. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), meningitis merupakan salah satu penyakit infeksi serius karena menyerang langsung sistem saraf. Penyakit ini menyebabkan mortalitas dan morbiditas yang tinggi terutama di negara berkembang, sehingga diperlukan penanganan medis segera.

Meningitis dapat menyebabkan kerusakan otak yang parah dan berakibat fatal pada lebih dari 50% kasus jika tidak diobati. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan risiko cacat hingga kematian.

Penyebab Meningitis

Meningitis adalah peradangan pada selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Infeksi bakteri atau virus pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang biasanya menyebabkan penyakit ini.

Namun, beberapa penyebab lain, seperti cedera, kanker, efek obat-obatan tertentu, dan jenis infeksi lainnya juga dapat menyebabkan meningitis. Dikutip dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, berikut beberapa penyebab meningitis:

1. Infeksi Bakteri

Meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri berisiko membahayakan nyawa dan membutuhkan perhatian medis segera. Beberapa jenis bakteri yang bisa menyebabkan meningitis antara lain Haemophilus influenza (tipe B), Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, Listeria monocytogenes, dan Staphylococcus aureus.

2. Infeksi Virus

Meningitis yang disebabkan oleh infeksi virus merupakan penyakit yang serius, tetapi sering kali lebih ringan daripada meningitis karena infeksi bakteri. Sebagian besar kasus meningitis disebabkan oleh sekelompok virus yang dikenal sebagai enterovirus.

Mengutip jurnal Acute Bacterial and Viral Meningitis oleh Bartt R., beberapa jenis virus lain, seperti virus herpes simpleks, HIV, virus gondongan, virus West Nile, dan sebagainya juga dapat menyebabkan meningitis virus.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat dan terkena meningitis virus biasanya sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, kondisi ini juga tidak bisa disepelekan dan membutuhkan perawatan medis.

Ilustrasi virus yang dapat menyebabkan meningitis. Foto: Unsplash

3. Infeksi Jamur

Meningitis yang disebabkan oleh jamur jarang terjadi, tetapi penularannya bisa terjadi akibat menghirup spora jamur yang menyebar di lingkungan. Jenis jamur yang umumnya menyebabkan meningitis adalah Coccidioides.

Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kanker, atau HIV, berisiko lebih tinggi terkena meningitis jamur.

4. Parasit

Beberapa jenis parasit dapat menyebabkan meningitis atau mempengaruhi sistem saraf. Meningitis parasit juga dapat disebabkan oleh infeksi cacing pita di otak (sistiserkosis) atau malaria serebral.

Pada dasarnya, jenis parasit utama yang menyebabkan meningitis biasanya menginfeksi hewan terlebih dahulu. Penderita meningitis parasit umumnya terinfeksi setelah memakan makanan yang terkontaminasi parasit tersebut.

Secara keseluruhan, kasus meningitis parasit jauh lebih jarang daripada meningitis virus dan bakteri. Meningitis jenis ini juga tidak menular.

5. Penyebab Meningitis Lainnya

Meningitis juga dapat disebabkan oleh penyebab selain infeksi, seperti beberapa jenis kanker, lupus eritematosus sistemik (lupus), dan penyakit inflamasi seperti sarkoidosis. Selain itu, penyakit ini juga bisa terjadi karena efek obat-obatan tertentu, cedera kepala, dan operasi otak yang berisiko menyebabkan meningitis.

Selain sejumlah penyebab di atas, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan seseorang terkena meningitis, seperti:

  • Tidak melakukan vaksinasi meningitis.

  • Usia. Sebagian besar kasus meningitis virus terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Sementara meningitis bakteri sering terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 20 tahun.

  • Kehamilan. Kehamilan meningkatkan risiko listeriosis, yakni infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria. Bakteri ini dapat menyebabkan meningitis.

  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh antara lain AIDS, kecanduan alkohol, diabetes, penggunaan obat imunosupresan, dan lainnya.

Gejala Meningitis

Ilustrasi salah satu gejala meningitis adalah demam tinggi. Foto: Unsplash

Gejala awal meningitis umumnya mirip seperti gejala flu. Namun, gejala dapat berkembang selama beberapa jam atau hari. Gejala meningitis pada bayi baru lahir dan orang yang berusia di atas 2 tahun berbeda.

Berikut gejala meningitis pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia lebih dari 2 tahun:

  • Demam tinggi

  • Leher kaku

  • Sakit kepala parah yang berbeda dari biasanya

  • Sakit kepala disertai mual atau muntah

  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi

  • Kejang

  • Mengantuk

  • Nyeri punggung

  • Sensitif terhadap cahaya

  • Kehilangan nafsu makan

  • Lesu

  • Ruam kulit (gejala ini jarang muncul kecuali pada pada meningitis meningokokus)

Sementara gejala meningitis pada bayi baru lahir dan balita dengan usia di bawah 2 tahun antara lain:

  • Demam tinggi

  • Menangis terus-menerus

  • Mengantuk

  • Susah bangun dari tidur

  • Tidak aktif atau lamban

  • Kesulitan untuk makan

  • Muntah

  • Muncul tonjolan di atas kepala bayi

  • Badan dan leher kaku

  • Bayi dengan meningitis mungkin mungkin menangis lebih keras saat digendong

Cara Mengobati Meningitis

Ilustrasi obat-obatan yang bisa diberikan untuk mengobati meningitis. Foto: Unsplash

Secara umum, cara mengobati meningitis tergantung pada penyebabnya. Konsultasikan kepada dokter apabila mengalami gejala meningitis untuk mendapatkan penanganan medis segera.

Dokter akan mengobati meningitis sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), adapun beberapa pengobatan untuk mengatasi meningitis antara lain:

  • Pemberian antibiotik untuk mengobati meningitis bakteri.

  • Pemberian antijamur untuk mengobati meningitis jamur.

  • Pemberian antivirus untuk kasus meningitis virus tertentu, seperti virus herpes dan influenza.

  • Pemberian obat-obatan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, seperti dexamethasone atau prednison.

  • Pemberian obat pereda nyeri.

  • Pemberian diazepam apabila pasien mengalami kejang.

  • Pemberian cairan intravena untuk membantu tubuh pasien tetap terhidrasi.

  • Penyebab meningitis yang tidak menular diobati dengan mengatasi penyakit atau cedera yang mendasarinya.

Lama pengobatan meningitis sebenarnya tergantung pada seberapa parah kondisi dan penyebab yang mendasarinya. Pengobatan mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk pemulihan total.

Baca Juga: Komplikasi Meningitis pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Cara Mencegah Meningitis

Ilustrasi salah satu cara mencegah meningitis adalah pemberian vaksinasi. Foto: Unsplash

Cara terbaik untuk mengurangi risiko meningitis adalah dengan melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari penyakit menular yang paling sering menyebabkan kondisi ini.

Meningitis paling sering terjadi karena infeksi bakteri atau virus. Bakteri atau virus yang dapat menyebabkan meningitis ini umumnya menyebar melalui batuk, bersin, berciuman, atau berbagi peralatan makan, sikat gigi, dan rokok.

Adapun beberapa cara mencegah meningitis yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mencuci tangan sampai bersih dapat membantu mencegah penyebaran kuman.

  • Jangan berbagi minuman, makanan, sedotan, peralatan makan, pelembap bibir, atau sikat gigi dengan orang lain.

  • Jaga sistem kekebalan tubuh dengan cukup istirahat, berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan sehat yang terdiri atas buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian.

  • Saat batuk atau bersin, pastikan untuk menutup mulut dan hidung.

Selain beberapa cara di atas, penting untuk mencegah meningitis dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi berguna agar dapat membentuk kekebalan tubuh. Beberapa jenis vaksin meningitis yang dapat diberikan meliputi:

  • Haemophilus influenzae type b (Hib)

  • Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)

  • Pneumococcal polysaccaharide vaccine (PPV)

  • Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

  • MMR (Measles dan Rubella)

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa penyebab meningitis?

chevron-down

Meningitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Namun, beberapa penyebab lain, seperti cedera, kanker, dan efek obat-obatan tertentu, juga dapat menyebabkan meningitis.

Apa jenis jamur yang menyebabkan meningitis?

chevron-down

Jenis jamur yang umumnya menyebabkan meningitis adalah Coccidioides.

Berapa lama pengobatan meningitis?

chevron-down

Lama pengobatan meningitis tergantung pada seberapa parah kondisi dan penyebab yang mendasarinya. Pengobatan mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.