Kumparan Logo
Konten Media Partner

Penyebab Kanker Payudara, Gejala, hingga Pengobatannya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Foto: Unsplash.com

Kanker payudara adalah jenis jaringan abnormal yang terbentuk di jaringan payudara. Penyebab kanker payudara sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi dapat dipicu oleh beberapa faktor.

Kanker payudara dipicu oleh pertumbuhan sel-sel abnormal (sel kanker) yang tidak terkontrol pada beberapa bagian payudara, seperti duktus (saluran susu), lobulus (kelenjar susu), atau jaringan ikat yang terdapat di dalamnya.

Sel kanker tersebut bisa berkembang dengan cepat, sehingga susah untuk dikontrol dan bisa menyebar ke jaringan sekitarnya. Tumbuhnya jaringan abnormal menyebabkan rasa nyeri pada bagian payudara.

Sebagian besar kasus kanker payudara terjadi pada wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan kanker payudara dapat terjadi pada pria meskipun angka kasusnya lebih sedikit dan jarang.

Penyebab Kanker Payudara

Kanker payudara muncul akibat adanya perkembangan sel-sel abnormal yang membelah dan berkembang biak. Namun, sampai saat ini belum diketahui apa penyebab yang menyebabkan pertumbuhan sel abnormal tersebut.

Di samping itu, beberapa studi menyatakan bahwa ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terkena kanker payudara. Dirangkum dari jurnal Risk Factors and Preventions of Breast Cancer oleh Yi-Sheng Sun, dkk, berikut adalah faktor risiko dari penyakit kanker payudara:

  • Umur. Semakin tua dan bertambahnya usia, risiko kanker payudara semakin meningkat. Sebagian besar kasus kanker payudara ditemukan pada orang di atas 50 tahunan.

  • Mutasi genetik, seperti gen BRCA1 dan BRCA2 akan meningkatkan risiko terserang penyakit kanker payudara.

  • Faktor genetik yang mana seseorang yang memiliki keluarga penderita kanker payudara memiliki tingkat risiko terkena penyakit kanker payudara.

  • Wanita yang memiliki menstruasi lebih lama memiliki tingkat risiko terkena penyakit kanker payudara.

  • Seseorang melakukan perawatan terapi radiasi sebelumnya pada daerah dada atau payudara mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker payudara.

Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko lainnya yang dapat diubah, seperti:

  • Kurang beraktivitas fisik dan olahraga akan meningkatkan risiko terkena penyakit kanker payudara.

  • Obesitas dapat menyebabkan seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terserang kanker payudara.

  • Konsumsi minum alkohol yang berlebihan menyebabkan seseorang memiliki tingkat risiko terkena penyakit kanker payudara yang lebih tinggi.

Gejala Kanker Payudara

Salah satu gejala kanker payudara adalah rasa nyeri pada bagian payudara dan sekitarnya. Foto: Unsplash.com

Kanker payudara pada tahap awal biasanya tidak akan menimbulkan gejala. Pada tahap awal, tumor berukuran kecil, sehingga sulit untuk dideteksi.

Selanjutnya, tumor tersebut bisa berkembang menjadi kanker sehingga memunculkan benjolan pada daerah payudara. Namun, tidak semua benjolan payudara adalah kanker.

Beberapa gejala mulai bermunculan setelah sel-sel kanker terus tumbuh. Berikut beberapa gejala kanker payudara yang paling umum:

  • Munculnya benjolan payudara dan sekitarnya

  • Nyeri pada bagian payudara

  • Payudara berubah warna menjadi lebih berwarna merah

  • Terjadi perubahan ukuran, bentuk, dan kontur pada payudara

  • Perubahan tekstur kulit payudara dan puting, seperti berkerut, bersisik, atau meradang, dan lain-lain

  • Puting mengeluarkan cairan abnormal, seperti cairan yang mengandung darah, berwarna kuning, hijau, dan lain-lain

  • Perubahan bentuk puting yang tampak tertarik dalam

  • Pembengkakan pada area payudara

Jika merasakan gejala-gejala di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan secara medis untuk memperoleh diagnosis yang tepat dari dokter.

Diagnosis Kanker Payudara

Diagnosis kanker payudara dilakukan berdasarkan hasil tes pemeriksaan. Ada beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kanker payudara, seperti:

  • Pemeriksaan fisik, mulai dari payudara, ketiak, dan daerah leher untuk mengecek benjolan

  • Tes mammogram, yakni tes pencitraan yang dilakukan untuk melihat bagian bawah permukaan payudara. Biasanya diperuntukkan untuk pasien di atas 40 tahun

  • USG payudara untuk menentukan benjolan payudara berupa massa pada atau kista yang berisi cairan

  • Biopsi payudara adalah tes yang dilakukan dengan pengambilan sampel jaringan dari benjolan di payudara untuk mendeteksi gangguan pada payudara.

Pengobatan Kanker Payudara

Pengobatan kanker payudara biasanya dilakukan dengan melakukan operasi atau bedah untuk mengangkat tumor. Foto: Unsplash.com

Penanganan kanker payudara biasanya diberikan berdasarkan stadium dari kanker payudara serta sifat dari setiap sel kankernya. Mengutip dari jurnal Overview of Breast Cancer Therapy oleh Tracy-Ann Moo, MD, dkk, berikut adalah pengobatan kanker payudara yang biasanya dilakukan.

1. Operasi atau Bedah

Pengobatan pertama yang biasa dilakukan untuk kanker payudara adalah bedah yang bertujuan untuk mengangkat kanker payudara. Ada beberapa jenis operasi yang biasa dilakukan untuk mengangkat kanker, seperti:

  • Lumpektomi, yakni prosedur bedah yang mengangkat kanker dan beberapa jaringan sekitarnya, tetapi masih meninggalkan payudara secara utuh.

  • Mastektomi, yakni prosedur bedah yang mengangkat seluruh payudara. Pada prosedur mastektomi ganda, proses pengangkatan kanker dilakukan kedua payudara

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi adalah terapi yang memanfaatkan sinar X bertenaga tinggi. Pada pengobatan kanker payudara, terapi ini dilakukan untuk membunuh sel kanker serta menghambat pertumbuhan sel kanker.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah jenis pengobatan kanker yang biasanya dilakukan. Kemoterapi dilaksanakan dengan pemberian obat-obatan sitostatika yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pada umumnya, kemoterapi dilakukan sebelum operasi pengangkatan tumor ganas untuk membantu mengecilkan ukurannya. Terapi ini mempunyai efek samping yang kurang menyenangkan sehingga diskusikan dengan dokter terlebih dahulu.

4. Terapi Hormon

Hormon estrogen dan progesteron adalah jenis hormon yang bisa merangsang pertumbuhan tumor kanker payudara. Terapi hormon dapat diberikan untuk memblokir produksi dari kedua hormon tersebut.

5. Penggunaan Obat-Obatan Tertentu

Ada jenis obat-obatan tertentu, seperti herceptin yang digunakan untuk memblokir produksi protein HER2 pada tubuh. HER2 sendiri membantu pertumbuhan sel kanker payudara tumbuh.

Mengonsumsi obat-obatan ini dapat menghambat produksi protein sehingga dapat memperlambat pertumbuhan kanker.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu kanker payudara?
chevron-down

Kanker payudara adalah jenis tumor ganas yang dipicu oleh pertumbuhan sel-sel abnormal (sel kanker) yang tidak terkontrol pada beberapa bagian payudara.

Apa gejala umum dari kanker payudara?
chevron-down

Gejala umum dari kanker payudara adalah munculnya benjolan payudara dan sekitarnya.

Apa itu mastektomi?
chevron-down

Mastektomi adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengangkat seluruh payudara.