Penyebab Monosit Tinggi dan Cara Mengobatinya
ยทwaktu baca 4 menit

Monosit tinggi adalah kondisi yang menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Pada beberapa kasus, kondisi monosit tinggi dapat menjadi satu tanda adanya penyakit serius.
Monosit dapat dideteksi melalui tes darah lengkap yang kerap dilakukan ketika medical check up rutin atau diagnosis suatu penyakit. Simak penjelasan lengkap tentang monosit tinggi dan cara mengatasinya berikut ini.
Apa yang Dimaksud dengan Monosit?
Monosit adalah jenis sel darah putih yang memiliki granula atau butiran halus di dalam sel. Dibandingkan dengan sel leukosit lainnya, monosit memiliki ukuran yang jauh lebih besar. Jenis sel ini mampu memakan kuman, seperti bakteri yang berpotensi menularkan penyakit tertentu.
Monosit mempunyai masa hidup di dalam sirkulasi darah selama beberapa hari. Peran utamanya adalah berdiferensiasi membentuk makrofag dan sel khusus untuk organ yang berbeda, seperti sel kupffer di hati, sel mikroglia di otak, dan sel osteoklas di tulang.
Keberadaan monosit di dalam tubuh memengaruhi imunitas seseorang. Menurut jurnal Monocytes in Health and Disease yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine, berikut berbagai fungsi monosit.
Mensekresikan pembawa sinyal kimiawi yang dikenal sebagai sitokin. Sel tersebut dapat memengaruhi perilaku sel tubuh lainnya, termasuk sel-sel darah dan prekursornya.
Memfagositosis dan menghancurkan sel-sel tubuh yang mati dan sekarat.
Menghadirkan antigen pada limfosit.
Merespons rangsangan kemotaktik dan bersifat fagositik. Respons ini adalah bagian dari pertahanan tubuh ketika diserang infeksi bakteri dan jamur.
Monosit Tinggi Apa Artinya?
Kadar monosit bisa dikatakan tinggi apabila jumlahnya lebih dari 500/mcL atau setara dengan lebih dari 10% jumlah sel darah putih. Berikut rincian lengkapnya.
Neutrofil: 2500-8000/mm3, antara 55% dan 70% dari total sel darah putih.
Limfosit: 1000-4000/mm3, antara 20% dan 40% dari total sel darah putih.
Monosit: 100-700/mm3, antara 2% dan 8% dari total sel darah putih.
Eosinofil: 50-500/mm3, antara 1% dan 4% dari total sel darah putih.
Basofil: 25-100/mm3, antara 0,5% dan 1% dari total sel darah putih.
Kadar monosit yang tinggi dapat menjadi pertanda berbagai gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya, yaitu:
1. Tuberkulosis
Monosit tinggi dapat menandakan bahwa tubuh tertular tuberkulosis, penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Menurut Approach to Patients with Monocytosis, 100 pasien tuberkulosis memiliki monosit yang tinggi.
Penelitian tersebut pun menyebutkan bahwa tuberkulosis menjadi penyebab paling umum monosit tinggi dengan angka sebesar 16% dari keseluruhan pasien yang diteliti.
2. Leukimia mielositik kronis
Mengutip laman American Cancer Society, kadar monosit yang tinggi bisa menyebabkan munculnya gejala leukemia mielositik kronis. Kadar monosit yang berlebihan dapat mengendap di limpa dan lama-kelamaan membuatnya menjadi lebih besar.
Pembesaran limpa ini tanpa disadari dapat menyebabkan beberapa efek samping, salah satunya adalah rasa sakit di bagian kiri atas perut. Itu sebabnya, kebanyakan pengidap leukemia mielositik kronis mengalami penurunan selera makan.
3. Penyakit kardiovaskular
Monosit tinggi juga bisa disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Menurut laman Wolters Kluwer Health, deteksi dini peningkatan jumlah monosit mungkin penting untuk menentukan perawatan tepat penyakit jantung.
Adapun beberapa gejala kardiovaskular yang perlu diwaspadai, mulai dari nyeri dada, kelelahan, sesak napas, detak jantung tidak teratur, kaki atau pergelangan kaki bengkak, hingga pingsan.
4. Autoimun
Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Penyakit autoimun ini dapat memicu pertumbuhan sel monosit di dalam darah.
Beberapa penyakit autoimun yang dapat memicu monosit tinggi, di antaranya rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, penyakit radang usus, hingga lupus.
Cara Menurunkan Monosit
Seperti yang sudah disebutkan, monosit tinggi bisa menjadi pertanda adanya suatu penyakit di dalam tubuh. Dikutip dari Very Well Health, berikut berbagai cara menurunkan monosit yang bisa dilakukan.
Rutin berolahraga, sehingga fungsi monosit dapat meningkat.
Hindari makanan yang menyebabkan peradangan, seperti daging merah, karbohidrat olahan, dan makanan yang digoreng.
Mengobati infeksi dengan obat-obatan yang disarankan oleh dokter.
Mengelola kondisi medis yang saat ini dialami.
Menerapkan kebersihan yang baik, seperti rajin mencuci tangan.
Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang.
Menghindari cedera dan infeksi.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi dari monosit?

Apa fungsi dari monosit?
Peran utama monosit adalah berdiferensiasi membentuk makrofag dan sel khusus untuk organ yang berbeda.
Monosit yang tinggi disebabkan oleh apa?

Monosit yang tinggi disebabkan oleh apa?
Kondisi monosit tinggi dapat menjadi satu tanda adanya penyakit serius di dalam tubuh, salah satunya adalah peradangan di dalam tubuh.
Bagaimana cara mengatasi monosit tinggi?

Bagaimana cara mengatasi monosit tinggi?
Hindari makanan yang menyebabkan peradangan, seperti daging merah, karbohidrat olahan, dan makanan yang digoreng.
