Phenylpropanolamine: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
ยทwaktu baca 4 menit

Phenylpropanolamine obat apa? Phenylpropanolamine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala hidung tersumbat akibat flu, batuk, dan radang sinus (sinusitis). Obat ini termasuk golongan dekongestan.
Phenylpropanolamine termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Phenylpropanolamine | |
|---|---|
Harga | Rp17.000 - Rp25.000 per strip |
Indikasi dan Manfaat | Mengobati gejala hidung tersumbat akibat flu, batuk, dan radang sinus (sinusitis). |
Komposisi | Phenylpropanolamine HCl |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa: dosis 1-2 tablet, diminum setiap 4 jam sekali. Dosis maksimal 4-8 tablet per hari. Obat ini bisa dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko terjadinya sakit maag. |
Efek Samping | Sakit kepala, pusing, mual, muntah, dan sakit perut. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk penderita yang alergi dengan kandungan obat, penderita penyakit jantung, depresi, serta ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Phenylpropanolamine
Phenylpropanolamine adalah obat yang digunakan untuk mengobati hidung tersumbat akibat flu, alergi, infeksi, infeksi saluran pernapasan, atau radang sinus (sinusitis). Obat ini termasuk golongan dekongestan.
Mengutip jurnal Comparative Oral and Topical Decongestant Effects of Phenylpropanolamine and d-Pseudoephedrine oleh Christine H. Erickson, dkk., dekongestan adalah golongan obat untuk mengatasi gejala hidung tersumbat akibat flu, alergi, sinusitis, atau bronkitis. Obat ini bekerja dengan melegakan hidung tersumbat yang disertai gejala lain, seperti batuk dan sakit tenggorokan,
Kandungan dan Kegunaan Phenylpropanolamine
Phenylpropanolamine merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktifnya. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala flu, batuk pilek, dan sinusitis.
Dikutip dari jurnal Analysis of Phenylephrine and Phenylpropanolamine Hydrochlorides in Combination oleh Neil H. Brown, dkk., Phenylpropanolamine bekerja dengan cara menyusutkan pembuluh darah dalam tubuh. Penyusutan pembuluh darah di bagian hidung dan dada dapat melancarkan aliran napas, sehingga bisa melegakan hidung tersumbat.
Phenylpropanolamine dapat digunakan untuk meredakan gejala hidung tersumbat pada beberapa kondisi, seperti:
Influenza, yakni infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus influenza. Infeksi ini menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Sinusitis, yakni peradangan atau pembengkakan pada lapisan sinus yang ditandai dengan pilek, hidung tersumbat, dan nyeri di area wajah.
Bronkitis, yakni peradangan yang terjadi pada dinding saluran bronkus. Bronkus merupakan pipa yang berfungsi menyalurkan udara dari tenggorokan ke paru-paru.
Anjuran Dosis Phenylpropanolamine
Sebagai golongan obat keras, penggunaan Phenylpropanolamine harus sesuai dengan petunjuk dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, yaitu:
Penggunaan Phenylpropanolamine harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Phenylpropanolamine tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
Jangan konsumsi Phenylpropanolamine selama lebih dari 7 hari jika kondisi tidak membaik dan terjadi efek samping yang disertai demam tinggi.
Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Phenylpropanolamine secara umum adalah sebagai berikut.
Dewasa: dosis 1-2 tablet, diminum setiap 4 jam sekali. Dosis maksimal 4-8 tablet per hari. Obat ini bisa dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko terjadinya sakit maag.
Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis 1 tablet, diminum setiap 4 jam sekali. Dosis maksimal 4 tablet per hari. Obat ini bisa dikonsumsi setelah makan.
Jika ingin menggunakan Phenylpropanolamine, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan efek samping yang lebih serius, seperti gangguan mental, jantung berdebar-debar, dan kejang.
Kontraindikasi Phenylpropanolamine
Sebelum menggunakan Phenylpropanolamine, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi.
Penggunaan Phenylpropanolamin telah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hemoragik (perdarahan ke dalam otak atau ke jaringan di sekitar otak) pada wanita. Pria juga mungkin berisiko mengalami stroke hemoragik rendah.
Karena alasan tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah merekomendasikan agar tidak menggunakan produk apa pun yang mengandung Phenylpropanolamin. Obat ini tidak boleh dikonsumsi jika memiliki kondisi berikut:
Alergi terhadap kandungan obat.
Pasien yang menderita hipertensi, penyakit jantung, penyakit tiroid, konstipasi kronis, dan pembesaran prostat.
Pasien yang menderita penyakit hati atau penyakit ginjal.
Pasien yang menderita penyakit Addison, sleep apnea, kejang, dan depresi.
Tidak boleh digunakan apabila pasien baru saja mengonsumsi obat antidepresan golongan monoamine oxidase inhibitors (MAOI) dalam 14 hari terakhir.
Ibu hamil dan menyusui.
Baca Juga: 6 Obat Flu yang Bagus dan Efektif untuk Redakan Gejala
Efek Samping Phenylpropanolamine
Sama seperti obat-obatan lain, Phenylpropanolamine memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Adapun beberapa efek samping penggunaan obat ini, antara lain:
Sakit kepala dan pusing
Berkeringat berlebihan
Penglihatan kabur
Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan sakit perut
Penggunaan Phenylpropanolamine dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping berupa reaksi alergi, seperti gatal-gatal, ruam kulit, serta pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki.
Dalam beberapa kasus, Phenylpropanolamine juga dapat menyebabkan efek samping yang lebih serius, seperti kejang, gangguan mental, dan jantung berdebar-debar.
Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan Phenylpropanolamine?

Apa kegunaan Phenylpropanolamine?
Phenylpropanolamine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala hidung tersumbat akibat flu, batuk, dan radang sinus (sinusitis).
Bagaimana cara kerja obat Phenylpropanolamine?

Bagaimana cara kerja obat Phenylpropanolamine?
Phenylpropanolamine bekerja dengan cara menyusutkan pembuluh darah di bagian hidung dan dada sehingga dapat melancarkan aliran napas dan melegakan hidung tersumbat.
Apa itu sinusitis?

Apa itu sinusitis?
Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada lapisan sinus yang ditandai dengan pilek, hidung tersumbat, dan nyeri di area wajah.
