Roverton: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
·waktu baca 7 menit

Roverton obat apa? Roverton adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah pada saluran pernapasan, seperti bronkitis, asma, dan penyakit lainnya. Obat ini termasuk ke dalam kelompok obat mukolitik yang berfungsi untuk mengencerkan dahak.
Roverton termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter. Di bagian indikasi disebutkan bahwa Roverton dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Roverton Tablet 30 mg | |
|---|---|
Harga | Rp5.000 - Rp10.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengobati batuk berdahak dan mengatasi masalah saluran pernapasan. |
Komposisi | Ambroxol 30 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Anak-anak usia 6-12 tahun: diminum sebanyak ½ tablet (15 mg) per hari.
Anak-anak usia di atas 12 tahun dan dewasa: diminum 3 kali sehari sebanyak 1 tablet (30 mg) per hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga maksimal 60 mg dan diminum 2 kali sehari. |
Efek Samping | Sakit perut, mual, muntah, dan mulut kering. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, memiliki gangguan fungsi ginjal dan hati, serta pasien dengan tukak lambung. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Roverton
Roverton merupakan obat untuk mengencerkan lendir atau dahak pada saluran pernapasan. Dikutip dari Crash Course Respiratory Medicine oleh Hannah Lawrence, dkk., (2021: 106), obat ini termasuk agen mukolitik yang dapat menurunkan viskositas dahak.
Obat mukolitik bekerja dengan cara mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan, sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah.
Roverton sering digunakan sebagai pengobatan batuk berdahak. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan sebagai pereda nyeri untuk sakit tenggorokan.
Sediaan obat Roverton terdapat dalam bentuk tablet dan sirup. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan. Sebagai obat keras, penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dokter dan panduan informasi yang tertera di label kemasan.
Kandungan dan Kegunaan Roverton
Roverton memiliki kandungan zat aktif ambroxol. Menurut V. Jaya Wardhani dalam A Study on Efficacy of Ambroxol in the Treatment of Acute Bronchitis in Tertiary Care Hospital, ambroxol bekerja dengan cara memecah serat asam mukopolisakarida, sehingga dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.
Ambroxol juga mampu meningkatkan produksi surfaktan yang berfungsi untuk membersihkan kuman atau patogen lainnya dan membantu mencegah infeksi pada bronkus. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai gangguan saluran pernapasan akut dan kronis, seperti:
1. Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Obat ini secara klinis banyak digunakan untuk mengobati pneumonia berat.
Sebuah studi The Application of Ambroxol Hydrochloride Combined with Fiberoptic Bronchoscopy in Elderly Patients with Severe Pneumonia oleh Haowei Tang, dkk., menunjukkan bahwa obat dengan kandungan ambroxol memiliki efek antiinflamasi dan ekspektoran.
2. Bronkitis
Bronkitis adalah peradangan pada selaput lendir dari trakea dan saluran bronkus. Ada dua jenis penyakit bronkitis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis.
Bronkitis akut ditandai dengan demam serta batuk dengan dahak kekuningan. Sementara bronkitis kronis ditandai dengan batuk yang berkepanjangan dan mengeluarkan dahak yang banyak.
3. Asma Bronkial
Asma bronkial adalah suatu gangguan pernapasan akibat peradangan pada saluran bronkus. Peradangan ini terjadi karena produksi lendir yang berlebihan pada paru-paru.
Kondisi ini menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan yang menimbulkan sesak napas. Selain itu, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain, seperti nyeri dada, batuk berdahak, dan mengi.
4. Faringitis
Faringitis atau radang tenggorokan adalah peradangan pada tenggorokan yang menyebabkan rasa sakit dan sulit menelan. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri pada bagian faring. Roverton secara klinis terbukti mampu meredakan rasa sakit pada radang tenggorokan.
5. Emfisema
Emfisema adalah salah satu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) berupa membengkaknya alveolus yang mengakibatkan paru-paru akan menggembung, sehingga sulit bernapas.
Gejala awal dari emfisema meliputi batuk, sesak napas, dan meningkatnya produksi dahak pada saluran pernapasan.
Anjuran Dosis Roverton
Sebagai golongan obat keras, penggunaan Roverton harus sesuai petunjuk dokter. Berikut anjuran dosis dan aturan pakai Roverton secara umum:
Anak-anak usia 6-12 tahun: diminum sebanyak ½ tablet (15 mg) per hari. Obat ini diminum sesudah makan.
Anak-anak usia di atas 12 tahun dan orang dewasa: diminum 3 kali sehari sebanyak 1 tablet (30 mg) per hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga maksimal 60 mg dan diminum 2 kali sehari. Obat ini diminum sesudah makan.
Jika ingin mengonsumsi Roverton, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi, seperti anafilaksis (syok akibat reaksi alergi yang berat) dan pembengkakan wajah.
Cara Mengonsumsi Roverton dengan Benar
Roverton termasuk golongan obat keras, sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan. Adapun cara mengonsumsi Roverton dengan benar, yaitu:
Sebelum mengonsumsi Roverton, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen herbal yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.
Konsumsi Roverton harus sesuai dengan petunjuk dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Konsumsi obat Roverton secara utuh dengan segelas air putih. Obat ini dapat diminum sesudah makan. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau mencampurkan obat dengan makanan.
Jika Anda lupa mengonsumsi Roverton pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.
Simpan Roverton di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Interaksi Roverton dengan Obat Lain
Roverton mengandung zat aktif ambroxol yang dapat berinteraksi dengan jenis obat-obatan tertentu. Dikutip dari laman MIMS, adapun beberapa interaksi Roverton dengan obat lain, yaitu:
Obat-obatan antibiotik, seperti amoxicillin, cefuroxim, erythromycin, atau doxycycline. Penggunaan Roverton bersama dengan obat-obatan ini dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi antibiotik di dalam jaringan paru-paru.
Obat-obatan untuk pengobatan bronkitis, seperti kortikosteroid dan bronkospasmolitik. Penggunaan Roverton bersama dengan obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko efek samping.
Obat-obatan antihipertensi (obat untuk menurunkan tekanan darah), seperti diltiazem. Penggunaan Roverton bersama dengan obat antihipertensi dapat mengurangi efektivitas dan metabolisme ambroxol dalam tubuh.
Cara Penyimpanan Roverton
Simpan Roverton pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (sebaiknya di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.
Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat Roverton sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Roverton
Sebelum mengonsumsi Roverton, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:
Pasien yang hipersensitif terhadap kandungan obat.
Pasien yang memiliki penyakit tukak lambung.
Pasien yang menderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
Pasien yang memiliki infeksi paru-paru dan gangguan sistem imun.
Ibu hamil dan menyusui.
Peringatan Kehamilan
Roverton mengandung zat aktif ambroxol yang termasuk dalam kategori C. Studi pada hewan menunjukkan efek berbahaya, tetapi belum ada uji klinis yang dilakukan pada wanita hamil.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan menggunakan Roverton saat hamil atau sedang merencanakan program kehamilan. Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Peringatan Menyusui
Roverton dapat terserap ke dalam ASI. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Efek Samping Roverton
Roverton umumnya memiliki efek samping ringan. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, di antaranya:
Sakit perut, mual, dan muntah
Mulut atau tenggorokan kering
Gangguan pencernaan, mulas, atau perut kembung
Penggunaan obat Roverton dapat memiliki efek samping yang berbeda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu reaksi alergi, seperi ruam kulit, gatal-gatal, sesak napas, dan jantung berdebar.
Jika mengalami efek samping di atas yang tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Baca Juga: 5 Pilihan Obat Batuk Pilek Dewasa yang Ampuh
Penyakit Terkait dengan Obat Roverton
Roverton yang mengandung zat aktif ambroxol sering digunakan untuk pengobatan batuk berdahak. Berikut adalah beberapa penyakit terkait yang biasa diobati dengan Roverton.
1. Batuk
Roverton dapat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis batuk, termasuk batuk berdahak. Ambroxol dalam Roverton dapat membantu mengencerkan lendir dan meredakan iritasi pada saluran pernapasan.
2. Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang dapat menyebabkan peradangan, penumpukan lendir, dan kesulitan bernapas. Roverton dapat membantu mengencerkan lendir dalam paru-paru dan mempermudah pengeluaran dahak, sehingga mempercepat proses penyembuhan pada pasien pneumonia.
3. Bronkitis
Bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus, yaitu pipa yang menyalurkan udara dari tenggorokan ke paru-paru. Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami batuk berdahak.
Penggunaan Roverton dapat membantu mengurangi produksi lendir, menghilangkan sumbatan pada saluran pernapasan, dan meredakan gejala batuk.
4. Flu
Roverton bisa menjadi pilihan tambahan dalam mengatasi gejala yang terkait dengan flu, seperti batuk dan pilek. Ambroxol membantu mempercepat pemulihan dengan mengencerkan penumpukan lendir yang menyumbat saluran pernapasan.
5. Faringitis
Faringitis adalah peradangan pada selaput lendir di bagian belakang faring atau tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Kondisi ini ditandai dengan batuk dan nyeri tenggorokan.
Penggunaan Roverton dapat membantu meredakan batuk dan mengurangi kekentalan lendir pada tenggorokan, sehingga mempercepat proses pemulihan.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara kerja obat Roverton?

Bagaimana cara kerja obat Roverton?
Roverton bekerja dengan cara memecah serat asam mukopolisakarida sehingga dahak yang menyumbat saluran pernapasan menjadi lebih encer.
Apa kegunaan obat Roverton?

Apa kegunaan obat Roverton?
Roverton sering digunakan sebagai pengobatan batuk berdahak dan pereda nyeri untuk sakit tenggorokan.
Apa itu obat mukolitik?

Apa itu obat mukolitik?
Obat mukolitik adalah kelompok obat yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah.
