Sariawan di Tenggorokan: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati
ยทwaktu baca 5 menit

Sariawan adalah suatu luka pada jaringan (mukosa) mulut berupa erosi atau cekungan berwarna putih kekuningan. Sariawan dapat terjadi di bibir, selaput lendir mulut, lidah, dan tenggorokan.
Di sekitar tenggorokan, sariawan bisa muncul di esofagus (kerongkongan). Kerongkongan adalah saluran yang membawa makanan dan cairan dari mulut ke dalam perut.
Sariawan di tenggorokan biasanya lebih menyakitkan daripada di bibir dalam atau lidah, terutama ketika menelan sesuatu. Jika dibiarkan, penderita dapat merasakan kesulitan saat menekan makanan maupun minuman.
Apa Itu Sariawan di Tenggorokan?
Sariawan bisa terjadi di tenggorokan ketika ada luka atau infeksi bakteri, jamur, atau virus. Jaringan yang terluka atau terinfeksi akan meradang sehingga muncul seperti benjolan.
Mengutip jurnal Diagnosis and Treatment of Esophageal Candidiasis: Current Updates oleh Abdimajid Ahmed Mohamed, dkk., benjolan sariawan ini biasanya berbentuk bulat atau oval dengan bagian tengah berwarna putih kekuningan dan tepiannya berwarna kemerahan.
Meskipun tergolong penyakit ringan, sariawan di tenggorokan bisa sangat mengganggu. Kondisi ini dapat menimbulkan sakit tenggorokan saat menelan makanan ataupun minuman.
Penyebab Sariawan di Tenggorokan
Penyebab sariawan di tenggorokan tidak diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor pencetus yang bisa memicu kemunculan luka di tenggorokan ini. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut beberapa faktor penyebab sariawan di tenggorokan:
Kekurangan vitamin B12, vitamin C, asam folat, dan zat besi.
Mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.
Mengonsumsi makanan yang terlalu asam atau pedas.
Mengalami cedera mulut ringan karena perawatan gigi atau benturan keras di tenggorokan.
Mengonsumsi sesuatu yang keras atau tajam, sehingga menimbulkan luka pada tenggorokan.
Penggunaan obat kumur yang mengandung zat iritan, seperti sodium lauryl sulfate.
Perubahan hormon selama menstruasi.
Faktor psikologis seperti stres emosional.
Selain beberapa penyebab di atas, sariawan di tenggorokan juga bisa dipicu oleh masalah kesehatan tertentu, seperti kelainan pada sistem kekebalan tubuh dan penyakit saluran pencernaan.
Gejala Sariawan di Tenggorokan
Gejala utama sariawan di tenggorokan adalah disfagia, yakni kondisi yang membuat pengidapnya mengalami kesulitan menelan. Disfagia terjadi karena perkembangan lesi di dalam tenggorokan.
Selain kesulitan menelan, gejala sariawan di tenggorokan lainnya antara lain:
Nyeri saat menelan
Sensasi terbakar atau gatal di tenggorokan atau belakang mulut
Merasa seperti ada benjolan di tenggorokan
Mual
Muntah dengan atau tanpa darah
Refluks asam
Nyeri dada atau sensasi dada seperti terbakar
Demam
Perubahan suara
Sakit telinga
Baca Juga: Sariawan di Gusi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Cara Mengobati Sariawan di Tenggorokan
Sariawan di tenggorokan umumnya dapat menghilang dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua minggu. Perawatan rumahan, seperti menggunakan obat sariawan dari bahan alami, terkadang sudah cukup untuk mengatasi sariawan di tenggorokan.
Namun, jika tidak tahan dengan rasa nyerinya, ada beberapa cara mengobati sariawan di tenggorokan yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit, di antaranya:
1. Menggunakan Obat Kumur atau Topikal
Berkumur dengan obat kumur atau menggunakan obat topikal berbentuk spray juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengobati sariawan di tenggorokan.
Produk obat ini tersedia dengan berbagai jenis di apotek. Anda bisa memilih produk yang mengandung senyawa hidrogen peroksida, benzokain, dan fluocinonide yang dapat meredakan nyeri.
2. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri
Sariawan di tenggorokan sering kali menyebabkan rasa nyeri. Jika Anda tidak tahan dengan rasa sakitnya, minum obat pereda nyeri bisa menjadi solusi yang tepat. Beberapa obat pereda nyeri yang bisa dibeli di apotek antara lain paracetamol dan ibuprofen.
Obat ini pun aman diminum oleh semua kalangan usia, termasuk anak-anak. Namun, sebelum minum obat, pastikan Anda membaca dengan teliti aturan pakai yang tertera pada label produk. Pastikan juga dosis yang Anda minum sesuai dengan yang dianjurkan.
3. Menghindari Makanan Terlalu Panas, Pedas, atau Asin
Jangan mengonsumsi makanan yang terlalu panas atau pedas karena dapat mengiritasi tenggorokan dan menyebabkan sariawan semakin terasa nyeri.
Selain itu, makanan tinggi garam juga bisa membuat tenggorokan kering dan kurang nyaman. Makanan seperti itu hanya akan membuat kondisi sariawan di tenggorokan semakin buruk.
4. Memperbanyak Asupan Buah dan Sayuran
Meskipun sariawan di tenggorokan menyebabkan rasa nyeri, sebaiknya Anda tetap memperbanyak makan asupan buah dan sayuran untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Konsumsilah buah dan sayur yang mengandung vitamin C karena memiliki sifat antiinflamasi alami untuk meredakan pembengkakan.
5. Konsultasi ke Dokter
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan sariawan di tenggorokan. Segera periksakan diri ke dokter apabila kondisi memburuk disertai dengan gejala berikut:
Demam tinggi.
Rasa sakit tidak kunjung mereda meski sudah minum obat pereda nyeri.
Luka sariawan semakin membesar dan menyebar ke bagian lain.
Sakit yang tidak tertahankan saat menelan
Cara Mencegah Sariawan di Tenggorokan
Meski tidak selalu dapat dicegah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena sariawan di tenggorokan. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut beberapa cara mencegah sariawan di tenggorokan yang bisa dilakukan:
Perbanyak makanan yang mengandung vitamin B3 seperti ayam, daging, alpukat, kurma, telur ayam, dan ikan. Selain itu, perbanyak juga mengonsumsi makanan yang kaya serat seperti buah dan sayur.
Membatasi asupan gula dan makanan olahan.
Menghindari makanan yang mengandung banyak garam.
Menghindari makanan yang terlalu panas atau dingin.
Mengurangi frekuensi sariawan dengan mengurangi asupan makanan yang kaya arginine, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan cokelat. Arginine merupakan asam amino yang diperlukan virus herpes untuk tumbuh dan memperbanyak diri. Virus herpes simplex adalah salah satu virus penyebab sariawan.
Menghindari makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada rongga mulut, seperti susu, gandum, stroberi, ragi, dan tomat.
Menjaga pola makan agar tetap seimbang sehingga tidak terjadi kekurangan gizi.
Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C. Sariawan identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin ini memang mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan sariawan?

Apa yang dimaksud dengan sariawan?
Sariawan adalah suatu luka pada jaringan (mukosa) mulut berupa erosi atau cekungan berwarna putih kekuningan.
Apa penyebab sariawan di tenggorokan?

Apa penyebab sariawan di tenggorokan?
Salah satu faktor penyebab sariawan di tenggorokan adalah kekurangan vitamin B12, vitamin C, asam folat, dan zat besi serta mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.
Apa gejala utama sariawan di tenggorokan?

Apa gejala utama sariawan di tenggorokan?
Gejala utama sariawan di tenggorokan adalah disfagia, yakni kondisi yang membuat pengidapnya mengalami kesulitan menelan.
