Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sindrom Tourette: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Kata Dokter

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak yang mengalami sindrom Tourette bisa mengeluarkan suara yang berulang-ulang tanpa disengaja. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak yang mengalami sindrom Tourette bisa mengeluarkan suara yang berulang-ulang tanpa disengaja. Foto: Pexels

Sindrom Tourette adalah kelainan sistem saraf yang menyebabkan seseorang melakukan gerakan berulang yang disebut dengan tic. Penderita gangguan ini mengalami tic berupa tic motorik maupun sensorik.

Sindrom Tourette dimulai dari masa kanak-kanak dan mempengaruhi sekitar 1% dari populasi di seluruh dunia. Gerakan sindrom ini dapat berlangsung dalam beberapa detik hingga menit dan frekuensinya bisa sering terjadi bahkan hampir setiap hari.

Pengertian Sindrom Tourette

Sindrom Tourette adalah gangguan sistem saraf otak yang ditandai dengan gerakan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa disengaja, berulang-ulang, dan tidak bisa dikendalikan oleh orang yang terkena penyakit tersebut. Gerakan secara tiba-tiba itu disebut tic.

Mengutip jurnal Tourette Syndrome: A Mini-Review oleh Michal Novotny, dkk., tic umumnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Tic motorik, seperti gerakan-gerakan berulang seperti mengibas-ngibaskan tangan, berkedip dengan cepat, menggerakkan atau memiring-miringkan kepala, dan sebagainya.

  • Tic sensorik atau vokal, seperti berdeham berulang kali, mengeluarkan suara mirip dengkuran, batuk-batuk, tanpa tujuan, dan sebagainya.

Pada awalnya, tic ini mungkin gerakan yang disengaja dan dilakukan dengan cepat. Kemudian, gerakannya terkadang bisa berubah menjadi sangat cepat dan menjadi tidak disengaja (tidak disadari).

Penyebab Sindrom Tourette

Ilustrasi salah satu penyebab sindrom Tourette adalah kelainan genetik. Foto: Pexels

Penyebab sindrom Tourette tidak diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terkait dengan beberapa masalah berikut:

  • Kelainan genetik yang diwariskan dari orang tua.

  • Kelainan pada bahan kimia di otak dan pada struktur atau fungsi basal ganglia, yaitu bagian otak yang mengontrol gerakan tubuh.

  • Gangguan yang dialami ibu selama masa kehamilan atau saat melahirkan, seperti stres dalam masa kehamilan, proses persalinan yang berlangsung lama, atau bayi lahir dengan berat badan yang di bawah normal.

Selain itu, meskipun penyebab pastinya belum diketahui, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko sindrom Tourette, yaitu:

  • Anak dengan jenis kelamin laki-laki memiliki risiko tiga kali lebih tinggi dibandingkan perempuan.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat sindrom Tourette atau gangguan tic lainnya.

Gejala Sindrom Tourette

Gejala utama sindrom Tourette adalah tic. Mengutip jurnal Tourette's Syndrome: Clinical Features, Pathophysiology, and Therapeutic Approaches oleh Norbert Müller, gejala ini biasanya dimulai saat anak berusia 5-10 tahun.

Adapun gejala sindrom Tourette sesuai dengan jenis tic, yaitu:

  • Gejala tic motorik ditandai dengan kebiasaan berkedip, hidung berkedut, kaki menendang-nendang, serta menghentakkan kepala, bahu, atau bagian tubuh lainnya.

  • Gejala tic sensorik ditandai dengan kebiasaan seperti mendengus, berdeham, mengeluarkan suara mirip dengkuran, batuk-batuk, mengeluarkan kata-kata tak pantas, hingga bersuara aneh (suara bernada tinggi secara tiba-tiba).

Dalam kebanyakan kasus, tic berkurang selama masa remaja dan awal masa dewasa, bahkan terkadang hilang sama sekali. Namun, banyak orang dengan sindrom Tourette mengalami tic hingga dewasa dan kondisinya bisa menjadi lebih buruk.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Tourette, Gangguan yang Bikin Anak Susah Mengontrol Gerakan

Cara Mengobati Sindrom Tourette

Ilustrasi dokter memeriksa kondisi anak yang memiliki gejala sindrom Tourette. Foto: Pexels

Sebelum mengetahui pengobatan untuk mengurangi gejala tic, perlu dilakukan diagnosis sindrom Tourette dengan memeriksa riwayat gejala yang dialami penderita. Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa kriteria yang digunakan untuk mendiagnosis sindrom ini, antara lain:

  • Gejala tic dimulai sebelum usia 18 tahun.

  • Penyebab tic bukan karena penggunaan obat-obatan, paparan zat kimia, atau kondisi medis lainnya yang memicu gangguan pada sistem saraf.

  • Frekuensi gejala tic yang dialami, apakah beberapa kali dalam sehari, hampir setiap hari atau berselang-seling, dan terjadi selama lebih dari 1 tahun.

  • Penderita mengalami tic motorik dan sensorik, meskipun tidak selalu di saat yang bersamaan.

Perlu diketahui, gejala tic pada sindrom Tourette juga dapat disebabkan oleh kondisi lain. Biasanya, dokter akan menjalankan tes darah dan pemindaian, seperti MRI.

Hingga kini, belum ada obat khusus untuk mengatasi sindrom Tourette. Kebanyakan penderita dengan kondisi ini juga tidak memerlukan perawatan tertentu.

Namun, ada beberapa perawatan yang biasa direkomendasikan untuk membantu mengontrol tic, di antaranya:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif biasanya digunakan oleh psikolog atau terapis terlatih untuk mengatasi sindrom Tourette. Terapi ini bertujuan untuk melatih kesadaran penderita akan sekitarnya dan melatih kontrol gerakan.

2. Penggunaan Obat-obatan

Tic pada sebagian orang dapat dibantu dengan penggunaan obat-obatan, tetapi ini biasanya hanya disarankan jika kondisi tic lebih parah atau memengaruhi aktivitas sehari-hari. Beberapa jenis obat yang dapat diresepkan oleh dokter antara lain:

  • Obat antipsikotik, seperti risperidone

  • Obat antidepresan, seperti fluoxetine

  • Obat antikonvulsan, seperti topiramate

Perlu diperhatikan, penggunaan obat-obatan untuk mengurangi gejala tic pada sindrom Tourette dapat memiliki efek samping dan tidak akan bekerja untuk semua orang.

Cara Mencegah Sindrom Tourette

Karena tidak diketahui penyebab pastinya, sindrom Tourette umumnya tidak dapat dicegah. Namun, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan sejak dini dapat mencegah kondisi ini menjadi lebih buruk atau bertahan hingga dewasa.

Segera periksakan diri ke dokter jika anak mengalami gejala sindrom Tourette seperti yang disebutkan sebelumnya. Dengan begitu, anak bisa mendapatkan pengobatan sejak dini untuk mencegah kondisi ini berkembang lebih buruk di masa depan.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan sindrom Tourette?

chevron-down

Sindrom Tourette adalah kelainan sistem saraf yang menyebabkan seseorang melakukan gerakan berulang yang disebut dengan tic.

Kapan gejala sindrom Tourette muncul?

chevron-down

Gejala sindrom Tourette biasanya dimulai saat anak berusia 5-10 tahun.

Apa gejala tic motorik?

chevron-down

Gejala tic motorik ditandai dengan kebiasaan berkedip, hidung berkedut, kaki menendang-nendang, serta menghentakkan kepala, bahu, atau bagian tubuh lainnya.