Zinc Sulfate Monohydrate: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
·waktu baca 7 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Zinc sulfate monohydrate obat apa? Zinc sulfate monohydrate adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati kondisi akibat kekurangan (defisiensi) zinc atau seng. Obat ini juga biasa dipakai sebagai terapi tambahan untuk mengatasi diare pada anak-anak.
Zinc sulfate monohydrate termasuk ke dalam golongan obat bebas terbatas sehingga penggunaannya harus sesuai dengan informasi pada kemasan obat. Obat ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Zinc Sulfate Monohydrate 20 mg | |
|---|---|
Harga | Rp3.000 - Rp15.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Mencegah dan mengobati kondisi akibat kekurangan zinc, terutama untuk mengatasi kekurangan zinc pada kasus diare. |
Komposisi | Zinc 20 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa (diare): dosis 20 mg per hari, dikonsumsi selama 10-14 hari atau sesuai anjuran dokter. Dosis maksimal 50 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun (diare): dosis 10-20 mg per hari, dikonsumsi selama 10 hari meskipun diare sudah berhenti. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan. |
Efek Samping | Pusing, sakit perut, mual, dan muntah. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien yang yang menderita defisiensi tembaga, memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Bebas Terbatas |
Pengertian Zinc Sulfate Monohydrate
Zinc sulfate monohydrate adalah obat yang digunakan untuk mengobati atau mencegah kekurangan zinc dalam tubuh. Zinc atau seng adalah salah satu mineral yang sangat esensial bagi tubuh manusia.
Zinc diperlukan oleh berbagai jenis enzim untuk sintesis protein, karbohidrat, dan lemak. Dalam hal ini, zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, mendukung sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, dan mendukung perkembangan selama masa anak-anak dan remaja.
Menurut Office on Women's Health US Department of Health and Human Services, defisiensi zinc menyebabkan terjadinya kematian sekitar 800 ribu anak-anak secara global setiap tahunnya. Saat mengalami defisiensi zinc, bisa muncul beberapa keluhan tertentu, seperti diare, luka yang sulit sembuh, atau gangguan pertumbuhan.
Kandungan dan Kegunaan Zinc Sulfate Monohydrate
Zinc sulfate monohydrate mengandung zat aktif zinc 20 mg. Obat ini digunakan untuk mengatasi defisiensi zinc dan sebagai terapi tambahan pada pengobatan diare akut.
Mengutip jurnal Zinc and Its Importance for Human Health: An Integrative Review oleh Nazanin Roohani, defisiensi zinc dapat terjadi apabila seseorang mengalami kurang gizi dan makanan yang dikonsumsi berkualitas rendah atau mempunyai tingkat ketersediaan zinc yang terbatas.
Defisiensi zinc biasanya menyerang golongan rentan, yaitu anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta orang tua.
Gejala kekurangan zinc umumnya ditandai dengan rambut rontok, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, kerap diare, mudah sakit, dan muncul ruam di kulit.
Pada bayi dan anak-anak, defisiensi zinc berhubungan erat dengan pola pemberian makan, gangguan penyerapan, genetik, dan gangguan metabolisme. Adapun berbagai kondisi akibat kekurangan zinc meliputi:
Diare atau gangguan pencernaan yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar dengan kondisi feses yang berair.
Sistem pencernaan terganggu akibat gangguan fungsi pankreas, gangguan pembentukan kilomikron, dan kerusakan permukaan saluran cerna.
Gangguan fungsi kekebalan tubuh.
Kekurangan zinc kronis dapat mengganggu pusat sistem saraf dan fungsi otak.
Kekurangan zinc dapat mengganggu metabolisme vitamin A sehingga sering terlihat gejala yang terdapat pada kekurangan vitamin A, seperti kulit dan mata kering.
Fungsi kelenjar tiroid dan laju metabolisme yang terganggu.
Gangguan nafsu makan dan penurunan ketajaman indra perasa.
Anjuran Dosis Zinc Sulfate Monohydrate
Berikut adalah dosis zinc sulfate monohydrate secara umum untuk anak-anak dan orang dewasa.
Dosis Zinc Sulfate Monohydrate untuk Defisiensi Zinc
Dewasa: dosis 40 mg per hari atau sesuai anjuran dokter. Dosis maksimal 50 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Anak usia 1 hingga 8 tahun: dosis 5-10 mg per hari sebagai dosis tunggal atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Anak usia 9 hingga 13 tahun: dosis 10-20 mg per hari sebagai dosis tunggal atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Dosis Zinc Sulfate Monohydrate untuk Diare
Dewasa: dosis 20 mg per hari, dikonsumsi selama 10-14 hari atau sesuai anjuran dokter. Dosis maksimal 50 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun: dosis 10-20 mg per hari, dikonsumsi selama 10 hari meskipun diare sudah berhenti. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Cara Mengonsumsi Zinc Sulfate Monohydrate dengan Benar
Meskipun termasuk golongan obat bebas terbatas, penggunaan zinc sulfate monohydrate harus sesuai dengan informasi pada kemasan obat. Adapun cara mengonsumsi zinc sulfate monohydrate dengan benar, yaitu:
Sebelum mengonsumsi zinc sulfate monohydrate, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.
Konsumsi zinc sulfate monohydrate harus sesuai dengan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Zinc sulfate monohydrate sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung dan membantu penyerapan obat secara maksimal.
Konsumsi zinc sulfate monohydrate secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, dan mencampurkan obat dengan makanan.
Konsumsi zinc sulfate monohydrate secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika Anda lupa mengonsumsi zinc sulfate monohydrate pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.
Simpan zinc sulfate monohydrate di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Interaksi Zinc Sulfate Monohydrate dengan Obat Lain
Zinc sulfate monohydrate dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan meningkatkan risiko efek samping. Dikutip dari WebMD, adapun interaksi zinc sulfate monohydrate dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:
Penggunaan zinc sulfate monohydrate bersamaan dengan obat penisilamin dapat mengganggu penyerapan penisilamin dalam tubuh.
Penggunaan zinc sulfate monohydrate bersamaan dengan obat-obatan yang mengandung fosfor, seperti suplemen mineral tertentu, dapat mengurangi efektivitas kedua obat tersebut.
Penggunaan zinc sulfate monohydrate bersamaan dengan obat antibiotik tetrasiklin, seperti doxycycline atau tetracycline, dapat mengurangi efektivitas antibiotik tersebut.
Penggunaan zinc sulfate monohydrate bersamaan dengan obat antasida yang mengandung aluminium, magnesium, atau kalsium, dapat mengurangi penyerapan zinc sulfate dalam tubuh.
Penggunaan zinc sulfate monohydrate bersamaan dengan obat diabetes, seperti metformin, dapat memengaruhi kadar zinc dalam tubuh.
Penggunaan zinc sulfate monohydrate bersamaan dengan obat pencahar yang mengandung magnesium hidroksida dapat memengaruhi penyerapan zinc sulfate dalam tubuh.
Perlu diingat, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari zinc sulfate monohydrate. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan zinc sulfate monohydrate dengan obat-obatan lain.
Cara Penyimpanan Zinc Sulfate Monohydrate
Simpan zinc sulfate monohydrate pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.
Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat zinc sulfate monohydrate sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Zinc Sulfate Monohydrate
Sebelum mengonsumsi zinc sulfate monohydrate, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi.
Zinc sulfate monohydrate tidak boleh dikonsumsi oleh pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan obat. Selain itu, jangan mengonsumsi obat ini apabila menderita gangguan fungsi hati dan ginjal, defisiensi tembaga, serta ibu hamil dan menyusui.
Peringatan Kehamilan
Zinc sulfate monohydrate termasuk dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan mengonsumsi zinc sulfate monohydrate saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Peringatan Menyusui
Zinc sulfate monohydrate dapat terserap ke dalam ASI. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Efek Samping Zinc Sulfate Monohydrate
Zinc sulfate monohydrate umumnya memiliki efek samping ringan. Namun, beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, di antaranya:
Pusing
Sakit perut
Mual atau muntah
Gangguan pencernaan
Lemas
Selain itu, zinc sulfate monohydrate juga berkemungkinkan memiliki beberapa efek samping akibat reaksi alergi, seperti ruam merah pada kulit, sesak napas, dan gatal-gatal.
Jika mengalami efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: 5 Obat Mencret Dewasa di Apotek yang Ampuh
Penyakit Terkait dengan Zinc Sulfate Monohydrate
Zinc sulfate monohydrate biasa digunakan untuk mengatasi penyakit yang terkait dengan kekurangan zinc dalam tubuh. Dikutip dari Everyday Health, adapun beberapa penyakit terkait yang dapat diobati dengan zinc sulfate monohydrate, yaitu:
1. Diare Akut
Diare akut adalah gangguan pencernaan yang terjadi secara tiba-tiba dan umumnya berlangsung selama 3-14 hari. Kondisi ini sering kali menyebabkan dehidrasi yang serius, terutama pada anak-anak.
Penggunaan zinc sulfate monohydrate telah terbukti efektif dalam mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan diare akut. Suplemen zinc ini dapat membantu mengatasi kekurangan seng yang terjadi selama diare dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
2. Defisiensi Zinc
Zinc sulfate monohydrate adalah suplemen mineral yang paling umum digunakan untuk mengatasi defisiensi zinc. Kekurangan seng dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan sistem kekebalan tubuh, kerusakan sel dan jaringan, serta masalah reproduksi.
3. Infertilitas
Zinc sulfate monohydrate juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah infertilitas pada pria. Zinc merupakan mineral penting untuk meningkatkan produksi hormon seks pria, yakni testosteron.
Penggunaan zinc sulfate monohydrate dapat membantu meningkatkan kualitas sperma dan mengatasi disfungsi ereksi akibat kekurangan zinc.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan zinc sulfate monohydrate?

Apa kegunaan zinc sulfate monohydrate?
Zinc sulfate monohydrate adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati kondisi akibat kekurangan (defisiensi) zinc atau seng.
Zinc sulfate monohydrate termasuk golongan obat apa?

Zinc sulfate monohydrate termasuk golongan obat apa?
Zinc sulfate monohydrate termasuk ke dalam golongan obat bebas terbatas sehingga penggunaannya harus sesuai dengan informasi pada kemasan obat.
Apa kandungan obat zinc sulfate monohydrate?

Apa kandungan obat zinc sulfate monohydrate?
Zinc sulfate monohydrate mengandung zat aktif zinc 20 mg.
