Zinc Sulfate Monohydrate: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Konten Media Partner
20 September 2022 13:38
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Zinc Sulfate Monohydrate. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Zinc Sulfate Monohydrate. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Zinc sulfate monohydrate obat apa? Zinc sulfate monohydrate adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati kondisi akibat kekurangan (defisiensi) zinc atau seng. Obat ini juga biasa dipakai sebagai terapi tambahan untuk mengatasi diare pada anak-anak.
ADVERTISEMENT
Zinc sulfate monohydrate termasuk ke dalam golongan obat bebas terbatas sehingga penggunaannya harus sesuai dengan informasi pada kemasan obat. Obat ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa dengan dosis sesuai.
Zinc Sulfate Monohydrate 20 mg
Harga
Rp3.000 - Rp15.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mencegah dan mengobati kondisi akibat kekurangan zinc, terutama untuk mengatasi kekurangan zinc pada kasus diare.
Komposisi
Zinc 20 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa (diare): dosis 20 mg per hari, dikonsumsi selama 10-14 hari atau sesuai anjuran dokter. Dosis maksimal 50 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan. Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun (diare): dosis 10-20 mg per hari, dikonsumsi selama 10 hari meskipun diare sudah berhenti. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Efek Samping
Pusing, sakit perut, mual, dan muntah.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien yang yang menderita defisiensi tembaga, memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta ibu hamil dan menyusui.
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas

Pengertian Zinc Sulfate Monohydrate

Zinc sulfate monohydrate adalah obat yang digunakan untuk mengobati atau mencegah kekurangan zinc dalam tubuh. Zinc adalah salah satu mineral yang sangat esensial bagi tubuh manusia.
Zinc diperlukan oleh berbagai jenis enzim untuk sintesis protein, karbohidrat, dan lemak. Dalam hal ini, zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, mendukung sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, dan mendukung perkembangan selama masa anak-anak dan remaja.
Menurut Office on Women's Health US Department of Health and Human Services, defisiensi zinc menyebabkan terjadinya kematian sekitar 800 ribu anak-anak secara global setiap tahunnya. Saat mengalami defisiensi zinc, bisa muncul beberapa keluhan tertentu, seperti diare, luka yang sulit sembuh, atau gangguan pertumbuhan.
ADVERTISEMENT

Kandungan dan Kegunaan Zinc Sulfate Monohydrate

Zinc sulfate monohydrate mengandung zat aktif zinc 20 mg. Obat ini digunakan untuk mengatasi defisiensi zinc dan sebagai terapi tambahan pada pengobatan diare akut.
Ilustrasi obat Zinc Sulfate Monohydrate. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Zinc Sulfate Monohydrate. Foto: Unsplash
Mengutip jurnal Zinc and Its Importance for Human Health: An Integrative Review oleh Nazanin Roohani, defisiensi zinc dapat terjadi apabila seseorang mengalami kurang gizi dan makanan yang dikonsumsi berkualitas rendah atau mempunyai tingkat ketersediaan zinc yang terbatas.
Defisiensi zinc biasanya menyerang golongan rentan, yaitu anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta orang tua. Gejala kekurangan zinc umumnya ditandai dengan rambut rontok, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, kerap diare, mudah sakit, dan muncul ruam di kulit.
Pada bayi dan anak-anak, defisiensi zinc berhubungan erat dengan pola pemberian makan, gangguan penyerapan, genetik, dan gangguan metabolisme. Adapun berbagai kondisi akibat kekurangan zinc meliputi:
ADVERTISEMENT
  • Diare atau gangguan pencernaan yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar dengan kondisi feses yang berair.
  • Sistem pencernaan terganggu akibat gangguan fungsi pankreas, gangguan pembentukan kilomikron, dan kerusakan permukaan saluran cerna.
  • Gangguan fungsi kekebalan tubuh.
  • Kekurangan zinc kronis dapat mengganggu pusat sistem saraf dan fungsi otak.
  • Kekurangan zinc dapat mengganggu metabolisme vitamin A sehingga sering terlihat gejala yang terdapat pada kekurangan vitamin A, seperti kulit dan mata kering.
  • Fungsi kelenjar tiroid dan laju metabolisme yang terganggu.
  • Gangguan nafsu makan dan penurunan ketajaman indra perasa.

Anjuran Dosis Zinc Sulfate Monohydrate

Sebagai golongan obat bebas terbatas, penggunaan Zinc Sulfate Monohydrate harus sesuai dengan petunjuk informasi pada kemasan obat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:
ADVERTISEMENT
  • Konsumsi zinc sulfate monohydrate tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Zinc sulfate monohydrate tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
  • Zinc sulfate monohydrate dapat dikonsumsi sesudah makan untuk menghindari gangguan pencernaan.
Dokter biasanya akan menyarankan dosis obat zinc sulfate monohydrate sesuai dengan kondisi pasien. Berikut dosis zinc sulfate monohydrate secara umum untuk anak-anak dan orang dewasa.
Ilustrasi konsumsi obat zinc sulfate monohydrate harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konsumsi obat zinc sulfate monohydrate harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Dosis Zinc Sulfate Monohydrate untuk Defisiensi Zinc

  • Dewasa: dosis 40 mg per hari atau sesuai anjuran dokter. Dosis maksimal 50 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
  • Anak usia 1 hingga 8 tahun: dosis 5-10 mg per hari sebagai dosis tunggal atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
  • Anak usia 9 hingga 13 tahun: dosis 10-20 mg per hari sebagai dosis tunggal atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
ADVERTISEMENT

Dosis Zinc Sulfate Monohydrate untuk Diare

  • Dewasa: dosis 20 mg per hari, dikonsumsi selama 10-14 hari atau sesuai anjuran dokter. Dosis maksimal 50 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
  • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun: dosis 10-20 mg per hari, dikonsumsi selama 10 hari meskipun diare sudah berhenti. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.

Kontraindikasi Zinc Sulfate Monohydrate

Sebelum mengonsumsi zinc sulfate monohydrate, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi.
Zinc sulfate monohydrate tidak boleh dikonsumsi bagi pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan obat. Selain itu, jangan mengonsumsi obat ini apabila menderita gangguan fungsi hati dan ginjal, serta defisiensi tembaga.

Efek Samping Zinc Sulfate Monohydrate

Zinc sulfate monohydrate umumnya memiliki efek samping ringan. Namun, beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, di antaranya:
ADVERTISEMENT
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Mual atau muntah
  • Gangguan pencernaan
  • Lemas
Selain itu, zinc sulfate monohydrate juga berkemungkinkan memiliki beberapa efek samping akibat reaksi alergi, seperti ruam merah pada kulit, sesak napas, dan gatal-gatal.
Jika mengalami efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa kegunaan zinc sulfate monohydrate?
chevron-down
Zinc sulfate monohydrate termasuk golongan obat apa?
chevron-down
Apa kandungan obat zinc sulfate monohydrate?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020