Pertemanan Seharusnya Bebas dari Rasa Iri

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas yang tertarik menulis opini.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kelly Wulandari Gea tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertemanan adalah hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan, rasa saling menghargai, dan dukungan. Dalam sebuah pertemanan yang sehat, setiap orang seharusnya merasa nyaman menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi atau dipandang sebagai saingan. Sayangnya, hal itu tidak selalu terjadi. Rasa iri terkadang muncul di antara orang-orang yang justru memiliki hubungan paling dekat.
Perasaan iri sebenarnya adalah hal yang manusiawi. Setiap orang mungkin pernah merasakannya ketika melihat teman memperoleh prestasi, kesempatan, atau perhatian yang tidak dimilikinya. Namun, rasa iri seharusnya tidak dibiarkan berkembang menjadi sikap yang merusak hubungan.
Ketika iri mulai menguasai hati, seseorang bisa kehilangan kemampuan untuk menghargai keberhasilan temannya. Dukungan berubah menjadi persaingan yang tidak sehat, kepercayaan mulai memudar, dan hubungan yang sebelumnya hangat menjadi canggung. Dalam kondisi seperti ini, pertemanan perlahan kehilangan makna.
Padahal, keberhasilan seorang teman bukanlah ancaman. Setiap orang memiliki perjalanan hidup, kemampuan, dan waktu yang berbeda untuk mencapai tujuannya. Prestasi orang lain tidak mengurangi kesempatan kita untuk berkembang. Sebaliknya, keberhasilan teman dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Menurut saya, salah satu tanda kedewasaan adalah mampu ikut bahagia atas pencapaian orang lain. Tidak mudah memang, tetapi sikap ini menunjukkan bahwa kita lebih memilih membangun hubungan yang sehat daripada membiarkan rasa iri menguasai diri.
Pertemanan yang baik bukanlah tentang siapa yang paling unggul, melainkan tentang siapa yang tetap mendukung ketika temannya berhasil. Jika rasa iri terus dipelihara, yang rusak bukan hanya hubungan dengan orang lain, tetapi juga ketenangan dalam diri sendiri.
Pada akhirnya, pertemanan akan terasa lebih bermakna ketika dipenuhi rasa saling menghargai, bukan saling membandingkan. Sebab, teman yang baik bukanlah mereka yang merasa tersaingi oleh keberhasilan kita, melainkan mereka yang mampu ikut berbahagia dan memberikan dukungan dengan tulus.
