Konten dari Pengguna

UMKM Ecoprint Kembangkan Produk Ramah Lingkungan untuk Perluas Pasar

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari PKM FEB UNIDA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1 Mahasiswa PKM Desa Cimandala bersama pelaku UMKM Ecoprint Djedjak Daoen memamerkan produk fashion ramah lingkungan berbahan alami pada Bazar UMKM Kecamatan Sukaraja.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1 Mahasiswa PKM Desa Cimandala bersama pelaku UMKM Ecoprint Djedjak Daoen memamerkan produk fashion ramah lingkungan berbahan alami pada Bazar UMKM Kecamatan Sukaraja.

Ecoprint Djedjak Daoen, salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, terus berinovasi dalam mengembangkan produk ramah lingkungan untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin dinamis. Usaha ini telah berdiri sejak 2018 dan dikelola oleh 11 orang pemilik dengan fokus utama pada produk fashion berbahan dasar alami.

Produk unggulan Ecoprint Djedjak Daoen berupa syal dan tas goni menggunakan teknik ecoprint, yaitu metode pewarnaan kain dengan memanfaatkan daun, bunga, serta bahan alami lainnya sebagai pola. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap tren fashion berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“Target pasar kami saat ini telah bergeser ke generasi muda dan pelajar, mengikuti perkembangan tren fashion yang lebih memperhatikan aspek ramah lingkungan,” kata Yanti, salah satu pemilik Ecoprint Djedjak Daoen, dalam kegiatan Bazar UMKM Kecamatan Sukaraja.

Tantangan dan Strategi Pengembangan

Meskipun berhasil mendapatkan perhatian pasar lokal, Ecoprint Djedjak Daoen menghadapi tantangan dalam hal pemasaran dan daya saing. Persaingan dengan pelaku usaha sejenis di pasar lokal dan regional semakin ketat, sehingga peningkatan kualitas produk menjadi strategi utama yang diterapkan.

“Ke depan kami berencana untuk memadukan teknik ecoprint dengan tenun dan batik sebagai upaya menghadirkan produk yang lebih variatif dan memiliki nilai seni tinggi,” ujar Yanti.

Selain inovasi produk, Ecoprint Djedjak Daoen juga telah mengikuti pelatihan ekspor sebagai persiapan memperluas pasar ke tingkat internasional. Namun, upaya pemasaran digital masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia karena fokus para pemilik lebih banyak pada produksi dan keikutsertaan dalam pameran.

“Kami berharap ada pendampingan yang lebih intensif terkait pengelolaan digital marketing agar pemasaran secara online dapat berjalan optimal,” tambah Yanti.

Peran Pemerintah dan Dukungan Akademisi

Ecoprint Djedjak Daoen mengapresiasi dukungan pemerintah daerah melalui berbagai program sponsorship dan pelatihan yang telah diadakan. Namun, kebutuhan terhadap fasilitas tambahan seperti pusat pelatihan terpadu dan penyelenggaraan pameran secara berkala dinilai masih penting untuk memperkuat posisi UMKM lokal di pasar nasional.

Kegiatan Bazar UMKM Kecamatan Sukaraja yang diselenggarakan baru-baru ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mempromosikan produk lokal kepada masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok PKM Desa Cimandala. Mahasiswa tersebut melakukan pendampingan dan dokumentasi terhadap perkembangan UMKM di wilayah tersebut sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan akademisi diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan, sehingga produk-produk lokal seperti Ecoprint Djedjak Daoen mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Kelompok 11

Ikuiti kami di Instagram @pkm_cimandala di link ini.