Dir Intelkam Polda Sultra Siap Mundur Jika Tak Ada Penetapan Tersangka

Direktur Intelijen dan Keamanan, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra), Kombes Pol Hartoyo, menyatakan siap mundur dari jabatanya jika dalam waktu tiga hari kedepan belum ada penetapan tersangka kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO), Randi (21) dan Yusuf Kardawi (19).
Pernyataan kesiapan untuk mundur dari jabatanya itu dituangkan dalam surat perjanjian bermaterai 6 ribu, yang ia tanda tangani saat menemui pedemo di Markas Kepolisian Daerah Sultra, Senin (4/11).
Dalam surat itu juga, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, Kombes Pol Asep Taufik sebagai saksi dari pihak kepolisian, sedangkan LM Rahmat Manangkiri sebagai saksi dari pihak pedemo.
Bahkan dalam surat itu, Kombes Pol Hartoyo bersedia tidak menerima jabatan apapun, dan juga bersedia mundur dari institusi Polri jika belum ada penetapan tersangka sampai hari Kamis, 7 November 2019.
"Yang bertanda tangan di bawah ini, Kombes Pol Hartoyo, SIK, dengan NRP 69080489, jabatan Dir Intelkam Polda Sultra, dalam hal ini apa bila sampai pada hari Kamis 7 November 2019, belum ada penetapan tersangka kasus penembakan alm. Yusuf dan alm. Randi, maka saya siap untuk mengundurkan dari Dir Intelkam Polda Sultra dan menolak jabatan apapun, dan siap mengundurkan diri dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia," tulis Hartoyo.
Tak hanya menandatangi surat perjanjian, kepada pedemo, Hartoyo menjelaskan bahwa Kepala Polda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam sudah tiga hari di Jakarta.
"Bapak Kapolda sedang di Jakarta, mudah - mudahan pulang membawa hasil," kata Hartoyo tanpa menjelaskan hasil apa yang dimaksut. Apakah penetapan tersangka atau hasil lain.
Pantauan kendarinesia, surat pernyataan itu viral di media sosial Whatsapp, Facebook dan Instagram. Namun sayang, saat dikonfirmasi lebih lanjut soal surat pernyataan itu melalui Whatsapp oleh jurnalis kendarinesia, Kombes Pol Hartoyo tidak menjawab.
Catatan kendarinesia, tak hanya Dirintelkam saja yang menggaransikan jabatannya untuk mengungkap kasus tewasnya Randi dan Yusuf. Kepala Polda Sultra Brigjen Pol Merdisyam juga pernah menggaransikan jabatannya saat pertama kali menemui pedemo di depan Polda Sultra.
"Taruhannya saya sebagai Kapolda, karena saya ditempatkan disini (Sultra), ada kepercayaan pimpinan Polri, yaitu Bapak Kapolri, untuk mengungkap kasus dan menbuat terang kasus ini," jelas Merdisyam saat menemui Keluarga Besar Mahasiswa UHO yang melakukan aksi demonstrasi di Markas Kepolisian Daerah Sultra, Rabu lalu (2/10).
Diberitakan, dua mahasiswa UHO, Randi dan Yusuf Kardawi tewas saat aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9) lalu. Randi dipastikan tewas tertembak dibagian bawah ketiak kiri menembus dada kanan. Sementara Yusuf, tewas setelah menjalani operasi.
