11 Jenazah WNI Korban Kapal Terbalik di Malaysia Sudah Diserahkan ke Keluarga
ยทwaktu baca 2 menit

11 jenazah calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban kapal terbalik di perairan Malaysia beberapa waktu lalu telah diserahkan ke pihak keluarga masing-masing di daerah asalnya.
Setibanya di Kota Batam pada Kamis (23/12) malam, jenazah sempat masuk ke ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
"Jadi setelah melalui identifikasi jenazah dipulangkan pada Jumat (24/12) kemarin ke daerah asal," ungkap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Golndenhardt, Senin (27/12).
Sementara itu, masih ada 10 jenazah lagi yang diperkirakan akan segera dipulangkan ke Indonesia melalui Batam, Kepulauan Riau dalam waktu dekat ini.
"Saat ini jenazah tersebut tengah diidentifikasi pihak otoritas Malaysia. Jadi 10 ini masih tengah proses," kata Kombes Harry.
Adapun 11 orang jenazah tersebut antara:
Misrukiah (45) alamat kompleks Garuda, Lanud Pekan Baru RT02/RW17 Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan, Provinsi Riau.
Juminah (44) Lombok Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Fatimah (43) Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur.
Herman (35) Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Julianingsih (18) Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sopian (47) Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Andy Maulana (22) Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
Ahmad Abdullah Patoni (37) Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Syech Mulachela (38) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Bangsal Udin Basar (43) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Tukimin Martameja (51) Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, para korban pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut ingin bekerja di luar negeri secara legal. Namun karena situasi pandemi negara jiran itu tutup.
"Jadi karena itu para calon PMI ini ikut saja dengan para perantara dan masuk secara gelap alias tanpa dokumen," kata dia.
Sebelumnya diberitakan sebuah kapal pengangkut TKI ilegal terbalik di Tanjung Balau, Malaysia, Rabu (15/12) lalu. Dalam insiden tersebut ada 54 penumpang di kapal itu, 21 orang di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pihak-pihak terkait yang tergabung dalam Satgas Misi Kemanusiaan Internasional kemudian bergerak cepat mengevakuasi korban untuk dapat dikembalikan ke Indonesia serta mengejar pelaku yang diduga terlibat menyalurkan PMI secara ilegal tersebut.
