Buzz
·
30 Juli 2021 18:39

Mengupayakan Toleransi dan Ketersinggungan Masyarakat di Masa Kini

Konten ini diproduksi oleh Patrick Ivan
Mengupayakan Toleransi dan Ketersinggungan Masyarakat di Masa Kini (134213)
searchPerbesar
Ilustrasi dalam menghadapi toleransi di kehidupan (pixabay.com/@silviarita)
Dominasi kesalahpahaman dalam menanggapi perbedaan di dalam suatu realitas mengungkapkan kebobrokan dari kehidupan individu modern. Kepercayaan nenek moyang telah melucuti paradigma kebebasan sehingga terbenam dalam kesengsaraan kehidupan. Teriakan siksa dogma atas perbedaan tidak terdengar dalam lelap pulas mayoritas. Pandangan inilah yang saya lihat selama tumbuh dalam rumitnya kebudayaan. Penyesatan dari segala entitas kepercayaan hanyalah pengistilahan dari perbedaan.
ADVERTISEMENT
Tumbuh dalam duka kefanaan terhadap kepercayaan menumbuhkan penolakan atas segala realita praktik perbedaan itu sendiri. Tertanamnya bibit ajaran ketimuran menumbuhkan akar yang kuat atas paham kebenaran sehingga tumbuh kembang bangsa ini begitu mudah menuju kebinasaan. Saya rasa para founding fathers bangsa ini memahami terdapat jalan lain untuk mencapai kekekalan. Tidak semua siap menerima realita bahwa pondasi bangsa ini yang terbentuk atas pemahaman dari perbedaan latar belakang.
Melayangkan perang sentimen mengatasnamakan perbedaan pendapat mengenai toleransi melahirkan rasa duka dan diskriminasi. Memahami diri ini sebagai minoritas yang besar dan tumbuh dalam perbedaan sebagai kabut kehidupan. Segala rasa kebencian atas ketidakterimaan kehadiran toleransi tersebut pun dirasakan oleh diri ini sebagai kaum minoritas. Setiap hari menerima kabar mengenaskan mengenai sulitnya kaum minoritas untuk berkomunikasi dan menyembah Yang Maha Kuasa.
ADVERTISEMENT
Ungkapan pengampunan yang menutupi segala rasa kedukaan dan amarah dilakukan dalam menerima segala tajamnya persyaratan. Taring kebencian yang tertancap membekas dalam ingatan membentuk ketakutan untuk melebarkan sayap ditengah bobroknya dunia ini. Penyebaran doktrin dalam keheningan di setiap kalangan membentuk perlawanan tanpa mengenal entitas dari musuh. Kekhawatiran yang saya rasakan pun tumbuh besar dalam ketika melakukan kewajiban untuk berkomunikasi kepada Yang Maha Kuasa. Kadar penerimaan sekitar yang patut dipertanyakan terlintas dalam akal saya.
Intuisi perlahan mulai bergejolak saat memandang kesalahan pemaknaan toleransi. Saya hanya bisa katakan kritik tidak berlaku bagi kaum minoritas, pembuktian membuka mata bahwa akan membungkam kaum minoritas dimana-mana. Kematian akan kebebasan berpendapat berawal dari kekuatan supremasi kepercayaan, dimana yang banyak akan berkuasa dan yang sedikit akan tertindas. Digitalisasi peradaban membakar kabut strata kehidupan, namun praktik tersebut kosong.
ADVERTISEMENT
Goresan kemunduran pembangunan bangsa melarutkan segala perjuangan keadilan di mata semesta. Terlelap dalam perasaan keputusasaan yang membungkam segala perbedaan membentuk pilihan yang selalu mengalah dalam keputusan. Keunikan kaum minoritas dalam menghadapi dan memaknai toleransi tersebut sungguh menarik perhatian saya. Mata dan hati saya sungguh terenyuh begitu terdengar kabar menyedihkan yang berkaitan dengan nasib tempat ibadah mereka. Namun, kekuatan mereka dalam menghadapi hal tersebut patut di apresiasi karena mereka bisa mengalah dan menerima keputusan tersebut meski amarah dan kesedihan bercampur aduk.
Segala doktrin yang bergesekan dengan fakta telah menyayatkan luka bagi kaum minoritas. Celah kebisingan yang dihasilkan mempertanyakan eksistensi mereka bagi bangsa ini, segala kabar kehilangan berkumandang ditengah pilu membara. Hinaan atau olok-olokan pun harga yang harus dibayar untuk hidup kekal, pandangan yang menilai segala yang haram berada dalam tubuh mereka. Penghakiman mengatas dasarkan ajaran keyakinan yang melambangkan keharaman untuk kaum minoritas. Hal ini membuat saya meyakini bahwa kaum minoritas memiliki political correctness yang baik.
ADVERTISEMENT
Kekuatan asal usul membentuk parade kebencian atas doktrin yang berkembang dalam masyarakat sehingga meningkatkan kadar ketersinggungan dengan perbedaan. Ketersinggungan mengundang petaka dari menyapa bencana atas diskriminasi kebebasan beropini. Penggunaan istilah ini untuk mengurangi pelanggaran dari ketersinggungan suatu kelompok, ketika adanya identifikasi penandaan eksternal, salah satunya perbedaan. Political correctness membuka jalan yang panjang menuju toleransi, asalkan meninggalkan segala dogma kebencian yang membara dalam kehidupan individu maupun kelompok.
Bahasa, senjata revolusioner manusia yang membuka jalan bagi masa depan bangsa, dapat membangun dan menghancurkan persepsi dan kepercayaan publik terhadap sesuatu. Rotasi kebimbangan mempengaruhi kepercayaan kelompok dalam keyakinan untuk berkomunikasi dengan perbedaan. Saya meyakini peran political correctness dapat menyembuhkan kesenjangan toleransi dalam bangsa ini sehingga pergesekan pun perlahan luput. Istilah ini dapat menyesuaikan dengan jalan keyakinan yang dimiliki oleh bangsa ini, segala nilai kebudayaan dan moral yang terbentuk oleh nenek moyang.
ADVERTISEMENT
Laju kefanaan dari eksistensi toleransi terus beradaptasi untuk mempengaruhi kebebasan dalam beropini. Pagar yang terbentuk dari pengaruh ketimuran membelenggu kebebasan dan keadilan bagi perbedaan. Harmonisasi political correctness dengan kebebasan beropini memberikan kekuatan kepada laju toleransi pada bangsa ini. Pembuktian yang saya sering temui adalah penggunaan dark jokes dalam tongkrongan. Saya pun bisa menyimpulkan di dalam lingkungan pergaulan pasti ada saja penggunaan dark humor.
Implementasi political correctness dalam pergaulan sebagai upaya mengurangi kebisingan atau ketersinggungan satu sama lain. Penggunaan dark jokes akan terasa lebih ringan karena sudah memahami antar individu. Dark jokes dan political correctness dapat menghasilkan efek timbal balik kepada lingkungan, tergantung cara penerimaan. Namun, selama 19 tahun hidup di bangsa ini, saya menganggap modernisasi tidak menutup peningkatan ketersinggungan dari upaya penerapan political correctness.
ADVERTISEMENT
Adaptasi zaman telah mempengaruhi laju paradigma bangsa sehingga kebudayaan membangun peradaban manusia ke arah yang sesuai dengan adat istiadat tersebut. Pengaruh modernisasi membawa kemajuan pada peradaban bangsa, namun bangsa ini telah menolak hal tersebut karena tidak sesuai dengan kebudayaan nenek moyang. Ketersinggungan merupakan salah satu bentuk dari penolakan yang diterapkan oleh bangsa ini sehingga begitu banyak individu maupun kelompok mempermasalahkan hal yang tidak sesuai dengan kebudayaan mereka, salah satunya ialah dark jokes.
Ketimuran meninggalkan semua yang fana demi menuju kekekalan dengan melakukan segala persyaratan yang sudah diterapkan. Menjunjung tinggi moral dan dogma yang sesuai dengan kebudayaan, namun pergesekan pun masih terlihat dimana-mana. Mirisnya kebudayaan ini menolak peran political correctness karena tidak sesuai dengan moral. Ladang moral mudah sekali untuk ditemui di media sosial, ketika seseorang individu akan mengunggah dark jokes dan bermunculan hakim bermoral. Tentunya, hal ini masih membawa pro dan kontra di mata masyarakat.
ADVERTISEMENT
Political correctness dapat membakar amarah polisi moral di modernisasi zaman ini karena ketidaksesuaian dengan pemahaman budaya nenek moyang. Padahal penerapan istilah ini dapat meningkatkan toleransi di dalam kehidupan masyarakat karena adanya kebebasan untuk berpendapat dengan minim pelanggaran. Bisa dikatakan kadar ketersinggungan setiap individu maupun kelompok itu berbeda-beda. Namun, saya rasa ketersinggungan dapat menunjukkan hal yang disebutkan adalah fakta. Tentunya pihak minoritas akan lebih mudah untuk beropini dan melakukan segala sesuatu apabila political correctness segera diterapkan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020