Perbedaan Reaksi Tubuh Saat Sarapan Manis dan Asin

Pelajar SMA Citra Berkat, Tangerang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kezia Agustien tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah sarapan penting? Kenapa harus sarapan di pagi hari? Sarapan lebih baik makan yang berat atau ringan, manis atau asin? Beberapa pertanyaan yang mungkin banyak ditanyakan oleh banyak orang diluar sana.
Sarapan sendiri adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan di pagi hari dari pukul 7 sampai dengan 9, sarapan yang dilakukan pada jam tersebut dapat memberikan banyak manfaat, seperti: memberikan energi untuk membuat otak segar dan mood bagus, menjaga metabolisme tubuh, menjaga berat badan dan resiko kekurangan gizi. Pilihan sarapan akan mempengaruhi sistem metabolisme tubuh dan energi kita sepanjang hari.
Sarapan Manis
Para ahli berpendapat bahwa makanan manis tidak dianjurkan untuk dijadikan sarapan di pagi hari, beberapa faktor nya:
Peningkatan gula darah
Makan makanan manis akan memberikan energi setelah memakan namun akan menyebabkan penurunan gula yang cepat setelahnya, sehingga akan merasa cepat lelah dan lapar.
Ketergantungan dengan gula
Ketika makan makanan manis untuk sarapan cenderung membuat kita ingin makan manis lebih banyak.
Membuka resiko obesitas
Konsumsi gula yang berlebih akan menyebabkan penumpukan lemak sehingga dapat menyebabkan resiko obesitas.
Sarapan Asin
Mengonsumsi makanan asin bisa menjadi sehat jika diimbangi dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Namun, makan makanan asin terlalu banyak dapat memberikan berbagai dampak negatif kepada tubuh.
Meningkatkan tekanan darah
Makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah, terutama jika di konsumsi dalam skala yang besar atau terlalu sering.
Ketergantungan kepada makanan asin
sama seperti gula, makan makanan asin secara terus menerus dapat menyebabkan ketergantungan.
Menyebabkan dehidrasi
Seseorang dapat mengalami kekurangan cairan jika memakan makanan asin tidak diimbangi dengan minum air yang cukup.
Sarapan Ideal
Sarapan yang ideal sebaiknya makanan yang gurih, bukan manis karena dapat menjaga energi dan mood seharian. Sarapan yang sehat dan bergizi harus mengandung protein, karbohidrat, dan serat.
Protein: telur, greek yogurt, dan kacang-kacangan.
Karbohidrat: roti gandum, oatmeal, nasi merah.
Serat: buah atau sayuran dan biji-bijian. Mencampurkan beberapa buah-buahan untuk dibuat menjadi smoothie dapat menjadi salah satu ide sarapan yang kaya akan serat.
Pilihan sarapan yang tepat akan berpengaruh terhadap kinerja tubuh seharian, maka penting untuk memilih sarapan yang tepat. Sehingga pilihlah sarapan yang seimbang dan bergizi.
