Konten dari Pengguna

Memburu Malam Lailatul Qadar

KH Anwar Abbas

KH Anwar Abbasverified-green

Wakil Ketua Umum MUI, Ketua PP Muhammadiyah

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KH Anwar Abbas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi beribadah di malam lailatul qadar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beribadah di malam lailatul qadar. Foto: Shutter Stock

Malam lailatul qadar adalah suatu malam di bulan ramadhan yang nilainya di sisi Allah lebih baik dari 1.000 bulan. Jadi kalau kita beribadah dan berbuat kebaikan di malam tersebut maka oleh Allah SWT tentu amal ibadah dan kebaikan yang kita lakukan tersebut akan diganjar dengan balasan yang sama.

Artinya kita telah berbuat hal tersebut 1.000 bulan atau 83,3 tahun. Oleh karena itu adalah sangat wajar orang berebut untuk memburu dan mendapatkan malam lailatul qadar tersebut.

Tetapi tanggal berapa tepatnya malam lailatul qadar tersebut datangnya? Ada yang mengatakan itu terjadi pada malam tanggal 17 ramadhan, ada pula yang mengatakan tanggal 24 ramadhan.

Hanya saja nabi sangat menganjurkan kita untuk lebih meningkatkan lagi amal ibadah dan kebaikan kita di sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan. Jadi kalau disimpulkan tidak ada seorang pun yang tahu tentang kapan malam lailatul qadar tersebut terjadi.

Ilustrasi beribadah di malam lailatul qadar. Foto: Shutter Stock

Tapi yang jelas setiap kita pasti akan mendapatkan malam bulan ramadhan kalau kita masih hidup selama bulan ramadhan tersebut. Cuma persoalannya, apakah kita bisa beribadah dan berbuat kebaikan di malam tersebut secara maksimal atau tidak. Ini tentu tergantung kepada diri kita masing-masing.

Oleh karena itu kalau kita mau mendapatkan malam lailatul qadar maka sejak malam pertama sampai dengan malam terakhir dari bulan ramadhan tersebut kita banyak-banyak saja beribadah dan berbuat kebajikan maka pasti kita akan menjadi orang yang beruntung karena kita sudah pasti mendapatkan malam lailatul qadar tersebut.

Tetapi persoalannya apakah kita ikhlas melakukan semua amal ibadah tersebut karena Allah atau tidak. Kalau kita ikhlas melakukannya karena Allah maka tentu kita pasti akan mendapatkan janji Allah karena Allah SWT itu tidak pernah ingkari terhadap janji-janji-Nya.