Di Hari Ibu, Apa Yang Bisa Kita Lakukan Selain Sekedar Ucapan?

Mahasiswi pendidikan bahasa Arab, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Khoirunnisa Setiyana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap hari Ibu, kita hampir selalu melakukan hal yang sama. Seperti, mengirim pesan singkat, mengunggah caption penuh kasih sayang, atau sekedar mengucapkan, "selamat hari ibu". Itu tidak salah. Ucapan itu sangat berarti. Akan tetapi setelah itu, hidup sering kembali berjalan seperti biasa.
Padahal, Ibu selalu ada, bukan hanya hadir satu hari dalam setahun. Ibu selalu ada di hari-hari biasa, rutinitas kita sehari-hari, di perhatian sederhana yang jarang kita sadari. Karena itu, mungkin pertanyaan yang lebih jujur. Bukan tentang apa yang kita ucapkan, tetapi apa yang kita lakukan.
Perhatian paling sederhana justru sering berasal dari kesediaan mendengar. Mendengar cerita ibu dengan tidak terburu-buru, tidak sibuk sendiri dengan handphone, tidak selalu merasa harus memberi solusi. Terkadang, Ibu hanya ingin didengar, bukan diceramahi.
Kemudian, hadir di sisi Ibu. Tidak perlu lama, cukup temani sebentar, berbincang ringan, atau hanya sekedar menanyakan kabarnya dengan tulus itu sudah cukup berarti. Kehadiran yang utuh lebih terasa hangat daripada hadiah apapun.
Selain itu, ada hal sepele yang sering terlewat seperti meringankan beban ibu. Tidak menambah masalah, lebih bertanggung jawab pada diri sendiri, dan lebih mandiri. Hal-hal kecil seperti menjaga sikap, menepati janji, atau tidak membuat khawatir adalah cara perhatian yang tepat.
Kita juga perlu mengingat bahwa ibu bukan hanya "ibu". Ibu adalah manusia yang memiliki rasa letih, keinginan dan batasan. Tidak menuntutnya selalu kuat, menghargai pilihannya, dan membiarkannya bahagia dengan caranya sendiri adalah wujud kasih sayang yang sering terlupakan.
Hari Ibu, tidak harus merayakannya dengan cara yang besar. Terkadang, cukup menjadikan pengingat untuk lebih bersikap lembut, lebih hadir di sisi Ibu, dan lebih peduli. Karena, ibu tidak pernah banyak meminta. Dan hanya ingin diperhatikan oleh kita sebagai anaknya, bukan di hari ini saja, tetapi juga di hari-hari biasa. Ucapan itu juga penting, tapi perhatian kecil dan tiap hari itulah yang sangat berarti.
