Dari Mahasiswa ke Saksi Inovasi: Perjalanan Magang yang Tak Terduga

Mahasiswi Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Menyukai eksplorasi ide, dari kewirausahaan kampus sampai dunia marketing digital.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kies Amivea tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagai mahasiswa magang dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, saya berkesempatan merasakan langsung bagaimana proses inovasi pemerintah berjalan dari balik layar. Selama periode magang dari 1 September 2025 hingga 3 Januari 2026, saya ditempatkan di Bappeda Kabupaten Bantul, tepatnya di Bidang Riset, Inovasi Daerah, dan Pengendalian.
Pada masa magang ini, salah satu pengalaman paling berkesan bagi saya adalah keterlibatan dalam rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Innovative Government Award (IGA) ajang nasional yang menilai kreativitas dan inovasi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Di bidang tempat saya magang, kegiatan sehari-hari banyak berkaitan dengan pengumpulan data inovasi, pengecekan laporan, serta memantau kesiapan perangkat daerah menjelang proses penilaian. Saya turut membantu dalam pendataan inovasi yang diajukan, menyesuaikan dokumen dengan standar Kementerian Dalam Negeri, hingga mengikuti beberapa proses validasi dan sosialisasi yang dilakukan bersama perangkat daerah.
Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa inovasi di pemerintahan bukan hanya tentang ide yang terdengar menarik, tetapi harus memenuhi unsur kebermanfaatan, keberlanjutan, serta relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Setiap data yang masuk harus akurat, setiap laporan harus dapat dipertanggungjawabkan. Ketelitian benar-benar menjadi hal yang wajib.
Saya juga melihat bagaimana pegawai Bappeda bekerja dengan penuh dedikasi. Mereka berdiskusi, memverifikasi data, dan memastikan setiap inovasi tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberi dampak. Dari sini saya semakin paham bahwa IGA bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi mekanisme evaluasi agar pemerintah daerah terus bergerak maju.
Magang di Bappeda Bantul memberi saya wawasan baru tentang bagaimana inovasi publik dikelola, diukur, dan dikembangkan. Saya belajar mengenai koordinasi lintas bidang, pengelolaan data, penyusunan laporan inovasi, serta bagaimana pemerintah menyusun strategi agar pelayanan kepada masyarakat semakin efisien dan adaptif. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi saya dalam memahami dunia manajemen di sektor publik.
Melalui keterlibatan saya dalam memantau pelaksanaan IGA, saya semakin yakin bahwa inovasi bukan hanya milik perusahaan besar pemerintah daerah pun memiliki peran besar dalam menciptakan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pengalaman magang ini membuka wawasan saya bahwa bekerja di pemerintahan berarti terlibat dalam upaya nyata membangun daerah dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga.
