Teknologi Pengemasan: Kunci Mempertahankan Nilai Jual dan Keamanan Produk Pangan

Kiki Yulianto
Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian, Universitas Andalas.
Konten dari Pengguna
11 Juni 2024 15:44 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kiki Yulianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Selain menjaga proses budidaya, hal yang paling krusial dilakukan dalam industri pertanian merupakan menjaga kualitas suatu komoditas agar tetap mempunyai nilai jual yang tinggi. Menjaga rantai pasok pascapanen dari mulai penyimpanan, pengolahan, pengemasan, distribusi hasil panen menjadi sangat penting agar tidak terjadi degradasi hasil panen. Proses pengemasan salah satu hal yang penting.
ADVERTISEMENT
Inovasi teknologi kemasan dalam pengembangan produk pangan sangat diperlukan agar konsumen mendapatkan jaminan mutu produk pangan yang aman dan bergizi. Berbeda jenis produk pangan tentu berbeda juga cara dan bahan pengemasannya. Pengaruh makan cepat busuk datang dari mikroorganisme, enzim, sinar, temperatur, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dalam pemilihan material yang tepat supaya pengemasan bisa efisien.
Kemasan menjadi penting karena untuk menjaga masa simpan suatu produk pangan. Makanan atau minuman yang layak konsumsi adalah ketika dikemas tidak terjadi perubahan warna, rasa, dan bau. Saat ini, kemasan merupakan salah satu elemen penting dalam perdagangan barang modern yang menjamin terjaganya kualitas produk pangan.
Hal ini sangat berperan penting dalam melindungi produk dari kondisi eksternal, mempengaruhi kualitas dan keamanan produk pangan bagi kesehatan, membuat distribusi, penyimpanan dan pengeluaran produk menjadi lebih mudah. Selain itu, di masa sekarang kemasan juga tidak lagi terbatas pada aspek fungsionalnya saja melainkan juga banyak aspek lain seperti fungsi ekonomi yang menjadi brand image suatu merek makanan.
ilustrasi pengemasan makanan, foto: Canva
Teknologi dari waktu ke waktu juga diikuti oleh kemajuan bidang industri, khususnya bidang pengemasan produk pangan terus berkembang. Awalnya bahan dan bentuk kemasan yang digunakan bersifat alami. Di masa yang akan datang tentunya pengemasan produk pangan harus mampu selaras dengan kemajuan dari teknologi yang bersifat global khususnya pada industri pertanian.
ADVERTISEMENT
Tantangan yang mendasar dari pengemasan produk pangan yaitu bagaimana mengkombinasikan sifat produk yang dikemas dengan sifat kemasan, kondisi pengemasan dan industri serta hilirisasi dari suatu produk pangan. Untuk menentukan pilihan yang tepat dalam pengemasan produk pangan ada lima kriteria yaitu, visual, proteksi, fungsi, biaya, dan kemudahan untuk membuang kemasan pasca pakai.
Pada industri pertanian, sebelum dilakukan penyimpanan dan pendistribusian hasil panen perlu dilakukan pengemasan terlebih dahulu agar memperpanjang usia simpan. Setelah panen fungsi physiologi seperti pernapasan pada buah dan sayuran masih terus berlangsung salah satu cara mengawetkan hasil panen tersebut adalah dengan controlled atmosphere (CAJ) preservation method.
Dengan cara ini, gas yang ada di lingkungan produk dapat dikontrol pada temperatur rendah, mengurangi kadar O2 dan menambah CO2, untuk mengendalikan pernafasan dan mempertahankan kualitas dari produk tersebut dalam jangka waktu yang lama. Jika buah atau sayuran dikemas dalam kantong plastik, komposisi udara di dalam kemasan akan mengubah pernafasan yang berlebihan, buah mengkerut dan nilai tawar akan menurun.
Ilustrasi pengemasan hasil pertanian, Foto: Canva
Kemasan pada sektor industri pertanian terus mengalami perubahan dengan munculnya bahan kemasan baru, teknologi dan keterampilan baru. Persaingan antar produsen, permintaan konsumen dan tekanan isu lingkungan mendorong terjadinya perubahan. Perubahan dalam kemasan juga dipicu oleh pertumbuhan komposisi konsumen, persepsi, selera dan kebiasaan konsumen. Namun faktor utama yang mendorong terjadinya perubahan dalam kemasan adalah perubahan kebiasaan makan konsumen.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, muncullah inovasi teknologi pengemasan baru. Tren perubahan gaya hidup yang terjadi saat ini dengan semakin sedikitnya waktu bagi konsumen untuk menyiapkan makanan memberikan peluang besar bagi inovasi pengemasan produk pangan untuk mengubah teknik pengemasan makanan yang baru dan inovatif.
Teknik-teknik baru ini, bertindak dengan memperpanjang umur simpan, meningkatkan atau mempertahankan kualitas, memberikan indikasi dan mengatur kesegaran produk pangan. Kemajuan dalam teknologi pengemasan makanan baru melibatkan penghambatan oksidasi, menghambat proses pernapasan, pencegahan serangan mikroba, pencegahan infus kelembaban, penggunaan pengumpul/penghasil CO2, pengumpul etilen, penghasil aroma, sensor suhu waktu, indikator kematangan, biosensor dan pelepasan antioksidan secara berkelanjutan selama penyimpanan. Teknik-teknik pengemasan baru, yaitu Pengemasan Aktif, Pengemasan Cerdas, dan Pengemasan Bioaktif.
Ragam teknologi kemasan, Foto: Canva
Kemasan aktif muncul dengan tujuan memenuhi permintaan konsumen akan bahan kemasan alami, dapat didaur ulang, dan dapat terurai secara alami. Oleh karena itu, dikembangkanlah bahan kemasan aktif berbasis sumber daya terbarukan yang dapat terdegradasi melalui proses alami dan dengan dampak lingkungan yang lebih kecil.
ADVERTISEMENT
Pengemasan aktif mampu memperpanjang penyimpanan dan meningkatkan keamanan pangan. Kemasan aktif digunakan sebagai pengganti teknik pengawetan pangan konvensional. Oleh karena itu, pengemasan aktif merupakan inovasi yang ramah terhadap lingkungan sekaligus mengontrol kualitasnya.
Kemasan Cerdas bermula dari hubungan antara makanan dengan kemasan atau lingkungan sekitarnya dalam upaya meningkatkan karakteristik kualitas dan keamanan produk pangan. Pengemasan cerdas terkait dengan kemajuan dalam pengatur waktu, suhu, pemantau kematangan biosensor, serta indikator dan pengatur frekuensi radio. Oleh karena itu, pengemasan cerdas mampu memberikan sinyal untuk mengetahui dan mengevaluasi kesegaran produk pangan.
Kemasan bioaktif adalah inovasi teknologi pengemasan yang mengubah kemasan sedemikian rupa sehingga memberikan efek positif pada kesehatan konsumen. Proses teknologi pengemasan bioaktif diterapkan melalui, pemanfaatan bahan kemasan biodegradable untuk pelepasan komponen bioaktif, menahan bahan bioaktif ke dalam makanan atau bahan kemasan, dan memasukkan bahan kemasan yang mengandung enzim.
ADVERTISEMENT
Pengembangan sistem pengemasan yang memberikan efek promosi kesehatan melibatkan konsep minyak laut, prebiotik, probiotik, vitamin terbungkus, fitokimia, makanan bebas laktosa, flavonoid hayati, dan banyak lagi yang akan meningkatkan industri pengemasan dalam waktu dekat karena meningkatnya kesadaran kesehatan manusia
Tren munculnya teknologi pengemasan biodegradable dengan peningkatan kualitas dan keamanan menghasilkan inovasi dalam teknik pengemasan. Penelitian dan pengembangan sebagai respons terhadap preferensi konsumen memunculkan teknik pengemasan makanan aktif, cerdas, dan bioaktif yang benar-benar inovatif. Teknologi pengemasan inovatif ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pangan, keamanan, kelayakan dan bioaktivitas komponen fungsional.
Penerapan teknik pengemasan yang baru dan inovatif semakin berkembang karena dampaknya terhadap kesehatan sehingga mengurangi keluhan konsumen. Dalam waktu dekat, pengemasan tradisional akan digantikan sepenuhnya oleh teknik pengemasan makanan inovatif karena teknik ini dengan cepat memasuki pasar global.
ADVERTISEMENT