Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UPI 29 Saksikan Keunikan Tradisi Buku Taun di Desa Sukamanah

kkn 29 desa sukamanah

kkn 29 desa sukamanah

Mahasiswa KKN UPI Kampus di Sumedang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kkn 29 desa sukamanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kelompok 29 berkesempatan menyaksikan secara langsung pelaksanaan tradisi Buku Taun di Desa Sukamanah, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Tradisi tahunan sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen ini diselenggarakan di dua dusun dengan waktu yang berbeda, yakni di Dusun Cisalak pada 22 Juni 2026 dan Dusun Cibareubeu pada 2 Juli 2026. Meskipun memiliki tujuan yang sama, masing-masing dusun menghadirkan keunikan tersendiri yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Buku Taun merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Sukamanah. Bagi masyarakat setempat, perayaan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momen penting untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun. Selain itu, Buku Taun juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, dan menjaga nilai-nilai budaya yang telah hidup di tengah masyarakat sejak lama.

Pelaksanaan Buku Taun melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, perangkat desa, pemuda, hingga anak-anak. Persiapan dilakukan jauh hari sebelum acara berlangsung. Warga bergotong royong menata lokasi kegiatan, menyiapkan perlengkapan acara, serta berlatih berbagai pertunjukan seni yang akan ditampilkan. Kebersamaan inilah yang menjadi salah satu nilai utama dalam pelaksanaan Buku Taun, di mana seluruh masyarakat turut berperan dalam menyukseskan acara.

Di Dusun Cisalak, Buku Taun yang dilaksanakan pada 22 Juni 2026 berlangsung dengan nuansa adat yang sangat kental. Keunikan utama dari pelaksanaan Buku Taun di dusun ini adalah prosesi adat yang diiringi oleh sembilan lagu adat yang hanya dimiliki oleh masyarakat Dusun Cisalak. Lagu-lagu tersebut memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta doa untuk keberkahan hasil pertanian di masa yang akan datang. Hingga kini, sembilan lagu adat tersebut masih terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Dusun Cisalak.

Buku Taun di Dusun Cisalak. (Foto: Mahasiswa KKN UPI Sumedang Kelompok 29)

Suasana semakin khidmat ketika masyarakat mengikuti setiap rangkaian prosesi dengan penuh rasa hormat. Alunan lagu adat yang mengiringi jalannya acara menghadirkan nuansa sakral sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya yang telah bertahan selama bertahun-tahun.

Sementara itu, pelaksanaan Buku Taun di Dusun Cibareubeu pada 2 Juli 2026 menghadirkan suasana yang tidak kalah meriah. Tahun ini, masyarakat menampilkan kesenian Jaipong sebagai salah satu hiburan utama dalam rangkaian acara. Penampilan Jaipong mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Iringan musik tradisional dan gerakan tari yang dinamis menciptakan suasana penuh kegembiraan serta menjadi bukti bahwa seni tradisional masih diminati oleh berbagai kalangan.

Buku Taun Dusun Cibareubeu. (Foto: Mahasiswa KKN UPI Sumedang Kelompok 29)

Keunikan lain yang menjadi ciri khas Buku Taun di Dusun Cibareubeu adalah keberadaan stand-stand hasil bumi dari setiap RT. Masing-masing RT menampilkan hasil pertanian terbaik, seperti padi, sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan berbagai komoditas pertanian lainnya. Stand tersebut dihias semenarik mungkin sehingga tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi pertanian yang dimiliki oleh masyarakat Dusun Cibareubeu.

Stand Buku Taun Dusun Cibareubeu. (Foto: Mahasiswa KKN UPI Sumedang Kelompok 29)

Keberadaan stand hasil bumi menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama kehidupan masyarakat Desa Sukamanah. Melalui pameran sederhana tersebut, masyarakat ingin menyampaikan bahwa hasil bumi bukan hanya sumber mata pencaharian, tetapi juga bagian dari identitas yang harus dijaga dan dihargai.

Meskipun memiliki konsep pelaksanaan yang berbeda, Buku Taun di Dusun Cisalak dan Dusun Cibareubeu sama-sama mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal. Perbedaan tersebut justru memperlihatkan bahwa setiap dusun memiliki cara tersendiri dalam melestarikan tradisi tanpa menghilangkan makna utama dari Buku Taun sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Bagi mahasiswa KKN UPI Kelompok 29, mengikuti rangkaian kegiatan Buku Taun menjadi pengalaman yang memberikan banyak pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya menyaksikan secara langsung kekayaan budaya lokal, tetapi juga melihat bagaimana masyarakat terus berupaya menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa semakin memahami bahwa pelestarian budaya memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda yang memiliki peran penting dalam mendokumentasikan, memperkenalkan, dan meneruskan warisan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.

Tradisi Buku Taun di Desa Sukamanah menjadi bukti bahwa budaya lokal masih tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Keunikan sembilan lagu adat di Dusun Cisalak, pertunjukan Jaipong, serta pameran hasil bumi di Dusun Cibareubeu menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga terus dirawat sebagai identitas yang membanggakan. Kehadiran mahasiswa KKN UPI Kelompok 29 dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Desa Sukamanah kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendorong generasi muda agar semakin peduli terhadap pelestarian budaya daerah.