Bukan Sekadar Pelatihan, KKN 50 UINSA Adakan Pendampingan UMKM di Sumberwudi

Mahasiswa-mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, kabupaten Lamongan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari KKN 50 UINSA Sumberwudi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumberwudi, Lamongan – Melampaui konsep pelatihan usaha yang bersifat konvensional, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-50 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menerapkan pendekatan pendampingan langsung dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sumberwudi, Lamongan. Melalui pendampingan intensif, mahasiswa membantu para pelaku usaha beradaptasi dengan era digital melalui solusi praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan masing-masing usaha.
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan adaptasi digital di kalangan pelaku UMKM. Meskipun banyak UMKM di Desa Sumberwudi memiliki produk berkualitas dan pengalaman berwirausaha yang baik, keterbatasan pengetahuan mengenai pemasaran digital dan strategi branding masih menjadi salah satu kendala dalam memperluas jangkauan pasar. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN 50 UINSA melakukan observasi dan diskusi langsung dengan para pelaku usaha untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka sebelum memberikan pendampingan yang tepat sasaran.
Berbeda dengan seminar atau pelatihan satu arah yang hanya dilakukan sekali, mahasiswa menerapkan pendekatan pendampingan yang bersifat personal. Setiap UMKM mendapatkan bantuan berdasarkan permasalahan yang mereka hadapi, mulai dari penguatan identitas usaha hingga pengembangan strategi promosi digital. Mahasiswa berkolaborasi secara aktif dengan pelaku usaha dalam menciptakan berbagai solusi digital, seperti desain logo usaha, pembuatan katalog digital, penyusunan caption promosi, desain pamflet pemasaran, fotografi produk, optimalisasi media sosial, hingga implementasi sistem pembayaran digital QRIS.
Melalui proses pendampingan yang intensif ini, sebanyak 16 UMKM di Desa Sumberwudi memperoleh dukungan digital yang dirancang untuk meningkatkan branding dan aktivitas promosi usaha mereka. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan berbagai aset digital, tetapi juga memberikan bimbingan kepada pelaku usaha mengenai cara memanfaatkan berbagai media tersebut secara efektif untuk mempromosikan produk melalui platform digital seperti WhatsApp dan media sosial.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat program ini adalah Halimatus, pemilik usaha Deliciosa Desarjana yang memproduksi bumbu rujak tradisional. Mahasiswa KKN 50 UINSA mendampinginya dalam pembuatan logo usaha baru serta pembuatan konten video promosi guna memperkuat identitas merek dan meningkatkan kehadiran usahanya di ranah digital. Melalui proses tersebut, produk yang telah dimiliki sebelumnya tampil dengan identitas yang lebih menarik dan mudah dikenali oleh calon pelanggan.
Contoh lainnya adalah pendampingan yang diberikan kepada Tonah, pemilik usaha Pentol Maharani. Mahasiswa membantu dalam pembuatan katalog menu digital yang memuat informasi produk beserta daftar harga. Katalog tersebut memudahkan pelanggan dalam melihat pilihan produk sekaligus membantu usaha tampil lebih rapi dan profesional.
Selain menghasilkan berbagai materi digital, program ini juga membawa perubahan positif dalam pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya digitalisasi. Sejumlah pemilik UMKM mulai menyadari bahwa promosi melalui media digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Pendampingan yang dilakukan mendorong para pelaku usaha untuk secara bertahap beralih dari metode promosi konvensional menuju praktik pemasaran digital yang lebih modern dan efektif.
“Pendampingan ini membantu kami memahami bahwa platform digital dapat menjadi alat penting untuk mengembangkan usaha. Mahasiswa tidak hanya memberikan hasil jadi, tetapi juga mengajarkan cara memanfaatkannya untuk promosi,” ujar Halimatus, pemilik Deliciosa Desarjana.
Hal senada disampaikan oleh Tonah, pemilik Pentol Maharani, yang merasakan manfaat langsung dari katalog digital yang dibuat. “Katalog ini memudahkan pelanggan untuk melihat produk dan memahami menu yang kami jual. Selain itu, usaha kami juga terlihat lebih profesional,” ungkapnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, mahasiswa KKN 50 UINSA juga melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi setelah pendampingan selesai dilakukan. Kegiatan tindak lanjut ini bertujuan untuk melihat sejauh mana aset digital yang telah dibuat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi, serta memberikan rekomendasi tambahan sesuai perkembangan masing-masing usaha.
Melalui program ini, mahasiswa KKN 50 UINSA menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sebatas memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kolaborasi yang bermakna bersama masyarakat. Dengan menghadirkan pendampingan langsung dan solusi digital yang praktis, program ini membantu UMKM Desa Sumberwudi mengambil langkah awal menuju transformasi digital yang berkelanjutan.
Penulis: Syifa Sinta Dewi dan Bakary
