Dukung Pendidikan, KKN 50 UINSA Hadirkan Program Bimbingan Belajar Di Sumberwudi

Mahasiswa-mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, kabupaten Lamongan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari KKN 50 UINSA Sumberwudi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lamongan, Kamis (09/07/2026) - Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 50 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tahun 2026 meluncurkan program Bimbingan Belajar (Bimbel) gratis bagi anak-anak di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang berlangsung pada 09 Juli 2026 ini merupakan salah satu program pendukung yang dilaksanakan mahasiswa KKN UINSA Kelompok 50 selama kegiatan KKN berlangsung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dengan menghadirkan ruang belajar yang nyaman, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak desa. Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan di Posko KKN 50 UINSA Desa Sumberwudi dan berlangsung secara rutin sebanyak dua kali dalam satu minggu. Pemilihan lokasi dan waktu tersebut dilakukan agar anak-anak memiliki tempat belajar yang mudah dijangkau sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih santai dibandingkan dengan pembelajaran di sekolah.
Ketua Kelompok KKN 50, Muhammad Akmal Faizul Falah menjelaskan bahwa pemilihan posko sebagai lokasi pelaksaaan bimbel bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih adaptif bagi anak-anak. Harapan diadakannya pembelajaran ini bagi anak-anak juga turut ia berikan dalam opini singkatnya. “Kami menata ruang utama posko menjadi tempat belajar anak-anak. Dengan adanya belajar di posko, anak-anak merasa lebih santai, nyaman dan menyenangkan. Sehingga mereka lebih berani untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami serta lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung” ujarnya.
Menurut Akmal, suasana belajar yang nyaman merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Ketika anak-anak merasa aman dan tidak tertekan, mereka cenderung lebih mudah menerima materi yang diberikan serta lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat maupun mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu, mahasiswa berusaha menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan sehingga anak-anak merasa betah mengikuti setiap pertemuan.
Program ini juga menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mengisi waktu anak – anak ketika masa liburan sekolah melalui aktivitas yang produktif dan bermanfaat sehingga waktu luang anak-anak dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan kebiasaan belajar.
Program bimbingan belajar ini juga diselenggarakan sebagai bentuk perwujudan mahasiswa terhadap anak – anak Desa Sumberwudi yang secara langsung meminta kepada mahasiswa untuk diadakannya bimbingan belajar ini. Melihat hal tersebut, mahasiswa KKN 50 UINSA berinisiatif untuk menghadirkan kegiatan bimbingan belajar sebagai ruang belajar bersama yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak untuk memperdalam pemahaman mereka sekaligus meningkatkan semangat belajar.
Pembelajaran banyak diikuti oleh siswa - siswi tingkat Taman Kanak - Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak, terutama pada penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai keterampilan dasar yang sangat penting bagi perkembangan pendidikan anak.
Mahasiswa membagi peserta ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan tingkat kemampuan belajar sehingga proses pendampingan dapat berlangsung lebih efektif. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa yang memberikan penjelasan materi, latihan soal, serta pendampingan secara langsung sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Lebih lanjut, Akmal juga menjelaskan bahwa program bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Sumberwudi. "Menurut saya, pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian karena menjadi salah satu bekal utama bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan di masa depan. Melalui kegiatan ini, teman-teman KKN tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator bagi anak-anak. Kami ingin memberikan dorongan agar mereka memiliki semangat belajar yang tinggi, berani bercita-cita, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam belajar," ungkapnya.
Selain memberikan pendampingan akademik, mahasiswa juga berusaha menanamkan berbagai nilai positif kepada anak-anak. Setiap pertemuan dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengajarkan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, serta rasa percaya diri. Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar terlihat penuh semangat. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan, mengerjakan latihan soal, serta mengikuti arahan yang diberikan oleh para mahasiswa. Bahkan, beberapa peserta yang pada awalnya tampak malu dan pasif kini mulai menunjukkan keberanian untuk bertanya maupun menjelaskan jawaban mereka di depan teman-temannya.
Bagi mahasiswa KKN 50 UINSA, pelaksanaan program bimbingan belajar menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, mahasiswa juga belajar memahami karakter peserta didik yang beragam sehingga dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing anak. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, pemecahan masalah, serta kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Program bimbingan belajar ini juga menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui pemberdayaan di bidang pendidikan. Meskipun dilaksanakan dalam waktu yang terbatas, mahasiswa berharap ilmu, motivasi, dan semangat belajar yang telah diberikan dapat terus tumbuh dalam diri anak-anak sehingga mereka semakin giat belajar dan mampu meraih prestasi yang lebih baik.
Reporter : Nada Safa Salsabilla
Penulis : Elly Oktavia Safitri, Febriani Nur Sholekha
