Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN 50 UINSA Dampingi Kegiatan Mengaji Anak di Posko Desa Sumberwudi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN 50 UINSA Sumberwudi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Kegiatan Mengaji di Posko KKN 50 UINSA
zoom-in-whitePerbesar
Foto Kegiatan Mengaji di Posko KKN 50 UINSA

Lamongan – Dalam rangka menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 50 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar kegiatan pendampingan mengaji bagi anak-anak di Posko KKN Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu setelah salat Maghrib ini menjadi salah satu program mahasiswa selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus membiasakan anak-anak mengisi waktu selepas Maghrib dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Program mengaji diikuti oleh anak-anak SD yang tinggal di sekitar Posko KKN. Pada setiap jadwal pelaksanaan, anak-anak datang ke posko dengan membawa buku mengaji masing-masing. Kehadiran mereka disambut oleh mahasiswa KKN yang telah mempersiapkan tempat belajar agar kegiatan mengaji dapat berlangsung dengan tertib dan nyaman. Posko KKN yang biasanya menjadi pusat aktivitas mahasiswa berubah menjadi ruang belajar yang dipenuhi lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pendidikan keagamaan bagi anak-anak. Selain menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa percaya bahwa pembiasaan mengaji sejak dini dapat menjadi bekal penting dalam membentuk karakter anak yang religius, disiplin, dan berakhlak baik.

Mahasiswa KKN mendampingi setiap peserta dengan menyimak bacaan mereka, kemudian memberikan arahan apabila terdapat pelafalan huruf, maupun hukum tajwid yang masih kurang tepat. Pendampingan dilakukan secara sabar sehingga anak-anak merasa nyaman dan semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur'an.

Suasana kegiatan mengaji berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan mengaji ini. Mereka dengan tertib menunggu giliran membaca di hadapan mahasiswa, kemudian mengulang bacaan apabila masih terdapat kekeliruan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan anak-anak menciptakan suasana belajar yang akrab sehingga mereka lebih bersemangat untuk terus belajar membaca Al-Qur'an.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga karena memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat. Selain mendampingi proses mengaji, mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya kesabaran, komunikasi, dan kepedulian dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang berbeda-beda.

Melalui kegiatan mengaji yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu ini, mahasiswa KKN 50 UINSA Surabaya berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak Desa Sumberwudi. Meskipun masa pengabdian mahasiswa memiliki batas waktu, kebiasaan membaca Al-Qur'an diharapkan tetap tumbuh dan terus dilaksanakan oleh anak-anak bersama dukungan orang tua serta masyarakat. Dengan demikian, kegiatan sederhana ini diharapkan mampu menjadi salah satu ikhtiar dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur'an, berakhlak mulia, dan memiliki karakter religius.

Penulis : Elly Oktavia Safitri