Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN 50 UINSA Dukung Posyandu Balita di Desa Sumberwudi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN 50 UINSA Sumberwudi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto waktu kegiatan posyandu anak berlangsung
zoom-in-whitePerbesar
foto waktu kegiatan posyandu anak berlangsung

Lamongan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 50 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN Sunan Ampel) Surabaya turut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu Balita yang diselenggarakan di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang berlangsung menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN, kader Posyandu, bidan desa, serta Pemerintah Desa Sumberwudi dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin.

Posyandu Balita merupakan program pelayanan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan secara berkala untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak usia dini. Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap anak memperoleh pemantauan status gizi, imunisasi, vitamin, serta edukasi kesehatan yang dibutuhkan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN 50 UINSA turut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda sejak usia dini.

Sejak pagi hari, para ibu bersama balitanya mulai berdatangan ke lokasi Posyandu. Mereka membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai media pencatatan perkembangan kesehatan anak. Kehadiran masyarakat yang cukup tinggi menunjukkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi buah hati mereka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses pendaftaran peserta yang dilakukan oleh kader Posyandu dengan bantuan mahasiswa KKN. Mahasiswa membantu mencatat data kehadiran, mengarahkan peserta menuju meja pelayanan, serta memastikan proses administrasi berjalan tertib. Kehadiran mahasiswa membantu mempercepat alur pelayanan sehingga para ibu tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pemeriksaan.

Setelah proses registrasi selesai, balita menjalani pemeriksaan pertumbuhan yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar kepala sesuai usia anak. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat pada Buku KIA sebagai bahan pemantauan tumbuh kembang balita dari bulan ke bulan. Pencatatan tersebut menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai dengan usianya atau memerlukan perhatian lebih lanjut.

Selain pemeriksaan pertumbuhan, tenaga kesehatan juga memberikan pelayanan berupa konsultasi kesehatan kepada para orang tua. Dalam sesi tersebut, para ibu dapat menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pola makan anak, pemberian ASI, makanan pendamping ASI (MPASI), jadwal imunisasi, hingga cara menjaga kesehatan anak di rumah. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan orang tua dalam memberikan pengasuhan yang tepat selama masa pertumbuhan anak.

Mahasiswa KKN 50 UINSA turut membantu mendampingi para ibu selama proses pelayanan berlangsung. Mereka mengarahkan peserta menuju setiap tahapan pemeriksaan, membantu mengatur antrean, serta memberikan pendampingan kepada ibu yang membawa lebih dari satu anak. Selain itu, mahasiswa juga membantu menghibur balita yang merasa takut atau menangis ketika menjalani pemeriksaan sehingga suasana Posyandu menjadi lebih nyaman dan kondusif.

Suasana Posyandu berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para kader, bidan desa, mahasiswa, serta masyarakat saling bekerja sama agar seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar. Anak-anak yang hadir tampak ceria setelah mendapatkan pemeriksaan, sementara para orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai kesehatan dan perkembangan buah hati mereka.

Bagi mahasiswa KKN 50 UINSA, keterlibatan dalam Posyandu Balita menjadi pengalaman berharga dalam memahami pentingnya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pelayanan kesehatan di tingkat desa, tetapi juga menyadari pentingnya kerja sama antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

Kegiatan Posyandu Balita juga menjadi salah satu bentuk nyata upaya pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi gizi anak dapat dipantau sejak dini sehingga apabila ditemukan adanya gangguan pertumbuhan, penanganan dapat segera dilakukan. Hal ini sejalan dengan berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

Melalui partisipasi dalam kegiatan Posyandu Balita, mahasiswa KKN 50 UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata. Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu terus terjalin sehingga pelayanan kesehatan di Desa Sumberwudi semakin optimal. Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua untuk rutin membawa anak ke Posyandu, sehingga tumbuh kembang anak dapat terus dipantau dan kualitas kesehatan generasi penerus di Desa Sumberwudi semakin baik.

Penulis : Elly Oktavia Safitri