Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN 50 UINSA Hadirkan Edukasi Wirausaha Buket dalam Pertemuan PKK Desa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN 50 UINSA Sumberwudi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto bersama ibu-ibu PKK Desa Sumberwudi setelah pelatihan Buket (Sumber:Dokumentasi KKN 50 UINSA)
zoom-in-whitePerbesar
foto bersama ibu-ibu PKK Desa Sumberwudi setelah pelatihan Buket (Sumber:Dokumentasi KKN 50 UINSA)

Lamongan, Kamis (25/06/2026) – Pertemuan rutin PKK Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, kali ini berlangsung berbeda dari biasanya. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 50 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menghadirkan pelatihan pembuatan buket sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sekaligus membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK.

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Sumberwudi tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK dari seluruh dusun di Desa Sumberwudi. Sejak awal hingga akhir acara, suasana berlangsung hangat dan penuh antusias. Mahasiswa KKN Kelompok 50 turut mendampingi peserta mulai dari menyiapkan alat dan bahan hingga membantu proses pembuatan buket secara langsung.

Pelatihan ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta. Dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan teknik pembuatan yang sederhana, para ibu-ibu PKK merasa keterampilan tersebut dapat dipraktikkan kembali di rumah, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai peluang usaha.

Salah seorang peserta mengaku sangat senang mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, keterampilan membuat buket akan sangat bermanfaat di masa mendatang.

"Iya mbak, ajari saya ya. Biar nanti kalau anak saya wisuda, saya bisa membuatkannya sendiri," ujarnya sambil tersenyum.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pengurus PKK, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Sumberwudi, kemudian agenda rutin arisan PKK. Setelah itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai peluang usaha buket yang disampaikan oleh Nurlaily Alvath Lathiefah, salah satu mahasiswa KKN Kelompok 50 UINSA yang memiliki pengalaman di bidang tersebut. Dalam sesi praktik, mahasiswa KKN dengan sabar mendampingi peserta hingga setiap ibu-ibu PKK berhasil menyelesaikan buket hasil kreasinya masing-masing.

Meski pelatihan baru dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dan berlangsung berdekatan dengan waktu berbuka puasa Asyura, semangat peserta tidak surut. Bahkan, beberapa hasil karya peserta dinilai sangat rapi dan kreatif, melebihi contoh yang telah diperagakan sebelumnya.

Syifa Sinta Dewi dan Aqila Aza Fauziah selaku mahasiswa KKN Kelompok 50 yang mendampingi pelatihan mengaku bangga melihat antusiasme para peserta.

"Ibu-ibu sangat bersemangat mengikuti setiap tahap pembuatan buket. Bahkan, beberapa hasil karya mereka lebih bagus daripada contoh yang kami buat. Kami senang karena pelatihan ini menjadi pengalaman baru sekaligus memberikan keterampilan yang mudah dipraktikkan dan berpotensi menjadi peluang usaha," ungkap keduanya.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta memamerkan hasil buket karya masing-masing sebelum menutup acara dengan sesi foto bersama. Meskipun persiapan pelatihan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat karena merupakan permintaan dari Kepala Desa dan pengurus PKK yang bertepatan dengan agenda pertemuan bulanan, kegiatan tetap berjalan lancar dan mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Kelompok 50 UINSA berharap keterampilan sederhana yang dibagikan tidak berhenti sebagai aktivitas pelatihan semata, melainkan mampu menjadi langkah awal lahirnya ide-ide usaha kreatif di Desa Sumberwudi. Sebab, sebuah buket bukan hanya rangkaian bunga dan kertas hias, tetapi juga dapat menjadi rangkaian harapan, kreativitas, serta peluang ekonomi yang mampu meningkatkan kemandirian masyarakat. Dengan semangat belajar dan berinovasi yang ditunjukkan ibu-ibu PKK, Desa Sumberwudi diharapkan terus melahirkan perempuan-perempuan kreatif yang mampu mengubah keterampilan sederhana menjadi produk bernilai jual dan membawa manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Penulis: Tita Melati & Nurlaily Alvath Lathiefah