KKN 85 UMBY Hidupkan Potensi Singkong di Ngrancah Lewat Olahan Singkong Mustofa

Mahasiswa KKN - PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 85
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN 85 UMBY 2025 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelompok 85 Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar sosialisasi bertema “Peningkatan Nilai Tambah Produk Lokal” bagi ibu-ibu Dasawisma di Dusun Ngrancah, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pengolahan dan inovasi produk lokal yang berpotensi. Sosialisasi ini dilaksanakan dua sesi di Pendopo Dusun Ngrancah dan diikuti dengan antusias dari 20 anggota Dasawisma setempat. Pada sesi pertama Senin (28/07/2025) dilaksanakan pelatihan produksi dan pengemasan produk Singkong Mustofa.
“Pelatihan pengolahan singkong dipilih karena komoditas singkong melimpah, namun belum diolah sama sekali masi dijual dalam kondisi yang belum diproses. Produk olahan singkong Mustofa dipilih karena bahan baku yang cukup terjangkau dan juga produk tersebut mudah masuk ke dalam pasar” Ucap Bagas Alfianto, selaku fasilitator sesi pertama.
Pada pelatihan sesi kedua Senin (04/08/2025) dilaksanakan pelatihan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan disambung pelatihan Digitalisasi Marketing produk Singkong Mustofa.
Ilham Galih Dini Hari menjelaskan bahwa pelatihan ini dilakukan agar dapat membantu Dasawisma dalam menentukan nilai jual dan juga perencanaan anggaran setiap produksi Singkong Mustofa. Digitalisasi Marketing penting karena dapat menghemat biayanya promosi dan juga memperluas jangkauan pasar dan konsumen.
Antusias warga terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan proses produksi, pengemasan, hingga membuat akun media sosial untuk memasarkan produk mereka. Harapannya, setelah kegiatan ini, anggota Dasawisma Dusun Ngrancah dapat secara mandiri memproduksi Singkong Mustofa dengan kualitas yang konsisten, menentukan harga yang sesuai, dan memasarkan produk secara lebih luas melalui media digital.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi menjadi langkah awal bagi Dasawisma untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Akhmad Faishal Akbar, Ketua Kelompok 85 KKN-PPM UMBY.
Respon positif datang dari masyarakat Dusun Ngrancah, salah satunya peserta yang menyatakan,
"kegiatan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat Dusun Ngrancah, menambah ilmu dan pengalaman masyarakat tentang pengolahan singkong agar menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual lebih" ujar salah satu peserta
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa UMBY dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dengan dukungan dan komitmen dari warga, diharapkan produk olahan lokal asal Dusun Ngrancah dapat dikenal luas dan menjadi salah satu unggulan desa.
