Pencegahan Stunting, KKN 70 Universitas Tidar Gelar Pelatihan Pembuatan MPASI

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Tidar
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN SUGIHMAS 2K26 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Magelang, 11 dan 23 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 70 Universitas Tidar melaksanakan pelatihan pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting di Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Dusun Geru pada 11 Juli 2026 dan Dusun Banaran pada 23 Juli 2026, dengan melibatkan ibu balita, kader posyandu, serta masyarakat sebagai peserta.
Stunting masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak pada masa mendatang. Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah memastikan balita memperoleh asupan gizi yang seimbang melalui pemberian MPASI yang sesuai dengan kebutuhan usianya. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyusunan menu MPASI yang bergizi menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan stunting, mahasiswa KKN Kelompok 70 Universitas Tidar menyelenggarakan edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi pembuatan MPASI menggunakan bahan pangan yang mudah diperoleh, seperti kentang, buncis, wortel, dan telur. Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan cara memilih bahan pangan, menyusun menu bergizi seimbang, serta mengolah MPASI secara higienis agar kandungan gizinya tetap terjaga.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan balita, dilanjutkan dengan demonstrasi memasak MPASI yang dapat dipraktikkan secara langsung oleh peserta. Untuk mendukung penerapan di rumah, mahasiswa juga membagikan lembar resep yang berisi komposisi bahan dan langkah-langkah pembuatan menu MPASI sebagai panduan sederhana bagi orang tua maupun pengasuh balita.
Ketua KKN Kelompok 70 Universitas Tidar, Lutfi Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menyiapkan makanan bergizi bagi balita. "Kami berharap pelatihan ini dapat membantu orang tua lebih percaya diri dalam menyusun menu MPASI yang sehat, bergizi, dan mudah dibuat menggunakan bahan pangan yang tersedia di sekitar. Langkah sederhana ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah stunting sejak dini," ujarnya.
Perwakilan kader Posyandu Desa Sugihmas turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini memberikan manfaat nyata karena masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh contoh menu dan cara pengolahannya secara langsung sehingga lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 70 Universitas Tidar berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini. Sinergi antara mahasiswa, kader posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting di Desa Sugihmas. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, masyarakat diharapkan dapat menerapkan penyusunan menu MPASI bergizi secara berkelanjutan sehingga mendukung tumbuh kembang balita yang sehat dan optimal.
Penulis: Bintang
