Membangun Generasi Peduli: Sosialisasi Anti-Bullying di MI Darussalam, Sumowono

KKN MIT DESA SUMOWONO POSKO 14 UIN WALISONGO SEMARANG
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN MIT POSKO 14 UIN WALISONGO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumowono, 21 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan sosialisasi anti-bullying di MI Dasussalam, Kecamatan Sumowono, pada Kamis (21/8). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying serta memberikan pemahaman pentingnya saling menghargai, mencegah tindakan perundungan, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi siswa.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan penjelasan mengenai bullying, termasuk definisinya dan berbagai jenisnya, seperti bullying verbal, sosial, fisik dan Cyberbullying. Mereka juga menguraikan dampak negatif yang dapat dialami oleh korban. Kegiatan ini dirancang secara interaktif dengan melibatkan permainan edukatif, sesi tanya jawab, dan pemutaran video singkat, sehingga materi dapat dipahami dengan lebih mudah oleh anak-anak.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih peka terhadap tindakan bullying dan berani untuk melaporkannya. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih positif.” Ujar Ratna, salah satu mahasiswa KKN.
Guru MI Darussalam menyambut dengan antusias kegiatan ini. Beliau mengungkapkan bahwa sosialisasi tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran siswa untuk menghindari perilaku yang merugikan teman-teman mereka. “Kami sangat menghargai usaha mahasiswa KKN UIN Walisongo yang telah memberikan pengetahuan kepada anak-anak. Semoga setelah kegiatan ini, mereka dapat lebih berempati dan menjaga hubungan pertemanan dengan baik,” Ungkap salah satu guru MI Darussalam.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MI Darussalam dapat menerapkan nilai-nilai positif, mengembangkan sikap saling menghormati, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan bullying. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli dan bijaksana dalam berinteraksi dengan sesama.
