Konten dari Pengguna

Amien Rais Dirikan Politeknik AI Pertama di Yogyakarta

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Perkembangan teknologi yang kian pesat bahkan saat ini manusia sudah berdampingan dengan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mendorong Yayasan Perguruan Tinggi Budi Mulia Dua, mendirikan Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua (PLAI BMD).

Direktur PLAI BMD Dr. Ing. Ridho Rahmadi mengatakan, pendirian kampus ini berawal dari kesadaran akan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang AI untuk menghadapi tantangan digitalisasi dan ancaman siber.

Apalagi saat ini AI mendampingi keseharian baik dalam beraktivitas maupun pekerjaan. Bahkan AI juga membantu dunia sains, memecahkan permasalahan-permasalahan saintifik, dengan proyeksi akan semakin luas penggunaan yang lain dan dampak-dampaknya, seperti militer, pertanian, hingga kesehatan.

Bahkan bagi Ridho Rahmadi, kondisi global saat ini terus berupaya untuk mengembangkan kemajuan AI. Sehingga melalui PLAI BMD ini diharapkan Indonesia juga mengambil peran dalam peta kemajuan global, khususnya bidang AI.

"Kita tidak hanya ingin normatif, tidak hanya ingin beretorika, tapi yang langkah-langkah yang bisa kita ambil kemudian disesuaikan kebutuhan kita, kira-kira akan seperti apa," kata Ridho, dalam paparan seremoni Penyerahan SK Izin Pendirian Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua (PLAI BMD), Kamis (8/5/2025) siang.

Ridho menjelaskan, PLAI BMD nanti diantaranya akan menjadi sebuah pusat riset AI termasuk pusat bisnis AI.

"Kita harapkan seiring berjalan waktu ada trust dengan kemitraan yang terbentuk sejak awal ini sekitar 13 perusahaan sudah ada pusat bisnisnya pelan-pelan kita bangun, ada kemudian investor mulai masuk super komputer bisa kita bangun di sini, Insyaallah nanti pelan-pelan kita bangun pusat AI di Politeknik AI Budi Mulia Dua ini," ucap Ridho.

Ridho menyebutkan, PLAI BMD berorientasi kepada produk yang bisa dipakai di industri, di masyarakat, dan lain-lain sebagainya. Yang mandiri maupun bersama rekan-rekan industri dan segala macam.

Sebanyak 70 persen praktik

Kampus yang beralamat di Jl. Raya Tajem Km 3, Kenayan, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY ini menawarkan tiga Program Studi (Prodi) yaitu Prodi Kecerdasan Buatan & Robotika, Prodi Sains Data Terapan, dan Prodi Rekayasa Keamanan Siber.

Kurikulum yang diterapkan berfokus pada 70 persen praktik dan 30 persen teori, dengan melibatkan industri dalam proses pembelajaran, di mana penerimaan mahasiswa baru untuk kuliah perdana akan dimulai pada bulan September tahun ini.

"Jadi satu angkatan, angkatan pertama itu, kita berharap sekali karena tiga prodi kita berharap itu bisa 150 (mahasiswa, red) total harapannya. Tapi kalau dihitung 300 masih muat," ujarnya.

Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Budi Mulia Dua Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A., menyampaikan, gedung yang dulunya merupakan sebuah stasiun televisi ini diharapkan semakin memberikan manfaat yang lebih luas.

"Kita memang sejak dulu menamakan kita ini Budi Mulia. dua itu artinya dua itu dunia dan akhirat. Jadi kita enggak pernah bekerja, enggak pernah berjuang, enggak pernah berjuang-berjuang kecuali kita koneksikan dengan kehidupan abadi kelak," ucap Amien Rais.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Budi Mulia Dua Tasniem Fauzia Rais, B.Soc.Sc., mengharapkan nantinya PLAI BMD ini akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya menjadi seorang sarjana, namun memiliki produk AI yang unggul.

Sehingga lanjut Tasniem, Indonesia dapat bersaing dalam kemajuan teknologi global khususnya AI.

"Harapannya, lulusan sarjana terapan di PLAI BMD ini nanti tidak hanya lulus saja, tapi mereka langsung punya produk. Punya produk AI yang betul-betul bisa memecahkan permasalahannya dari bangsa ini, baik itu di industri maupun di pemerintahannya," ujar Tasniem.

Penyerahan Surat Keputusan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Budi Mulia Dua.(Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. mengatakan, hadirnya PLAI BMD ini menambahkan jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Daerah IstimewaYogyakarta, yang total saat ini DIY 101 PTS.

Setyabudi menyebutkan, rata-rata mahasiswa yang berkuliah berasal dari luar DIY. Hal tersebut lantaran akreditasi dan kompetensi dosennya yang mumpuni.

"Dari hasil data yang kita miliki, kenapa kemudian banyak perguruan tinggi yang kualitasnya, akreditasinya tidak bisa sampai unggul? Masalahnya bukan karena mahasiswanya, bukan karena fasilitasnya, bukan karena pimpinan, bukan, ternyata masalahnya di dosennya," kata Setyabudi.

Pentingnya peran dosen inipun diharapkan Prof. Setyabudi, mampu dijawab PLAI BMD sehingga bisa menghadirkan kurikulum termasuk ekosistem Tri Dharma yang sangat berpengaruh untuk akselerasi perguruan tinggi.

"Jadi Politeknik AI Budi Mulia Dua ini saya kira satu institusi yang pertama Politeknik yang khusus untuk AI dan ini saya kira menjawab beberapa pertanyaan yang terkait dengan tuntutan di masyarakat, di industri dengan kebutuhan-kebutuhan SDM yang memiliki kemampuan untuk pengembangan dan mengoperasikan AI dengan baik ke depan," ujar dia.

Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan produk berbasis AI yang siap dipasarkan, menjadikan mereka "experienced graduates" yang siap bersaing di dunia kerja PLAI BMD telah menjalin kerja sama dengan 13 mitra industri, dengan harapan dapat menjadi pusat bisnis AI yang mendukung pengembangan talenta, riset, pendanaan, dan komputasi data.

Dengan komitmen untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing, PLAI BMD berambisi menjadikan Indonesia sebagai salah satu referensi dunia dalam bidang AI.

Sumber: RRI