Konten dari Pengguna

Polinema Gelar Manajerial Diri 2025 untuk Mahasiswa Siap Bersaing Global

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

LOWOKWARU—Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menggelar acara tahunan bertajuk Manajerial Diri 2025, dengan tema "Menjadi Mahasiswa Adaptif, Kreatif, dan Siap Berkomitmen di Tingkat Global." Acara ini dilaksanakan pada 16 September 2025 di Graha Polinema dan diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinema. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan dan wawasan yang dibutuhkan oleh mahasiswa baru agar dapat bersaing di kancah global.

Acara dimulai dengan sambutan dari Wakil Presiden BEM Polinema, Natasya Dhea A.P., yang menekankan pentingnya keterampilan adaptasi dan kreativitas di kalangan mahasiswa sebagai modal utama dalam menghadapi dunia yang semakin kompleks. "Mahasiswa Polinema harus siap bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat global. Oleh karena itu, acara ini kami gelar sebagai salah satu upaya untuk memperkaya wawasan dan keterampilan mereka," ujar Natasya dalam sambutannya.

Polinema sebagai institusi pendidikan tinggi berkomitmen untuk tidak hanya mengedepankan ilmu pengetahuan, tetapi juga membekali mahasiswanya dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia global yang semakin kompetitif. Untuk itu, Manajerial Diri 2025 diadakan untuk memperkenalkan berbagai konsep penting yang relevan dengan tantangan global dan mengajak mahasiswa baru untuk lebih siap menghadapi dunia luar.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sejumlah sesi materi yang menghadirkan berbagai narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, hingga mahasiswa berprestasi. Materi pertama disampaikan oleh Assoc. Prof. Suparto, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam sesi ini, Prof. Suparto mengangkat topik "Pengenalan dan Pengembangan Diri." Ia mengajak mahasiswa untuk melakukan evaluasi diri sebagai langkah awal pengembangan potensi. “Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan membawa tanggung jawab. Yang perlu kita evaluasi bukan orang lain, melainkan diri kita sendiri,” tegasnya, mengingatkan mahasiswa untuk selalu introspeksi dan memperbaiki diri. Prof. Suparto menekankan bahwa kesuksesan di masa depan dimulai dengan kesadaran diri yang tinggi, yang akan mengarah pada pengembangan potensi yang maksimal.

Foto: Istimewa

Selanjutnya, sesi kedua diisi oleh Galuh Kartiko, S.H., M.Hum., dosen Polinema yang membahas pentingnya keterampilan berpikir kritis dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari. Galuh menekankan bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang sangat penting dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun masyarakat. "Berpikir kritis bukanlah kemampuan yang datang secara alami. Ini adalah keterampilan yang harus dilatih melalui kebiasaan bertanya, menganalisis, dan berani mengemukakan pendapat. Dengan berpikir kritis, mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah dengan lebih jelas dan memberikan solusi yang lebih baik," jelas Galuh.

Menurutnya, kemampuan ini sangat penting dalam mengembangkan wawasan dan kapasitas intelektual mahasiswa, serta dalam membentuk karakter yang mampu menghadapi masalah dengan cara yang konstruktif dan solusi-oriented.

Pada sesi selanjutnya, Natasya Dhea A.P. juga memperkenalkan Gantari, forum pemberdayaan perempuan yang berada di bawah naungan BEM Polinema. Forum ini bertujuan untuk memberikan ruang aman bagi mahasiswa perempuan untuk bersuara dan berpartisipasi aktif dalam berbagai isu penting. Natasya menekankan bahwa mahasiswa perempuan perlu diberikan ruang untuk berkembang dan berani memberikan kontribusi nyata dalam kampus dan masyarakat. "Gantari hadir untuk memberikan wadah bagi mahasiswa perempuan agar dapat mengembangkan diri dan berpartisipasi aktif dalam mengatasi berbagai isu yang ada. Kami berharap dengan adanya forum ini, mahasiswa perempuan Polinema dapat menjadi agen perubahan di masyarakat," ujar Natasya.

Acara ini juga menghadirkan Deannisa Santika Puteri, Amd. Bns., mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya 2023, yang berbagi pengalaman dan inspirasi kepada mahasiswa baru. Deannisa mendorong mahasiswa baru untuk berani mencoba hal-hal baru, aktif berkompetisi, dan memanfaatkan segala peluang yang ada di kampus untuk mengembangkan diri. "Tantangan akan selalu ada, tetapi dengan berani mengambil langkah pertama, kita dapat meraih apa yang kita impikan. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru, karena kesempatan tidak datang dua kali," pesan Deannisa yang disambut antusias oleh para peserta.

Pada sesi keempat, Ahmad Asas Hakiki, Founder & Sekutu Pasif CV Satuproject Citra Indonesia, menyampaikan materi mengenai keterampilan komunikasi efektif. Dalam dunia profesional dan sosial, komunikasi yang jelas dan tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan dalam membangun hubungan dan menciptakan peluang. "Komunikasi yang baik adalah bagaimana pesan tersampaikan dengan jelas dan tepat sasaran. Itu adalah dasar dari setiap hubungan profesional yang berhasil," ujar Ahmad dalam pemaparan materi tersebut. Ahmad juga berbagi pengalamannya membangun bisnis sejak di bangku sekolah dan pentingnya keterampilan komunikasi dalam dunia usaha.

Foto: Istimewa

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, yang memberi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk menggali lebih dalam seputar pengelolaan diri, kemampuan berpikir kritis, hingga strategi komunikasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sesi ini sangat dinantikan karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pertanyaan dan mendapatkan jawaban langsung dari para narasumber berkompeten.

Sebagai penutupan, acara ini berharap dapat memberikan wawasan yang luas dan mengasah keterampilan mahasiswa baru agar tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga siap menghadapi tantangan global. Polinema berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan karakter mahasiswa agar siap bersaing di dunia internasional.

Polinema berharap dengan kegiatan Manajerial Diri 2025 ini, mahasiswa baru tidak hanya menjadi individu yang unggul di tingkat lokal, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk berkompetisi secara global. Sebagai kampus yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan karakter mahasiswa, Polinema berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap berkontribusi di dunia internasional..

Sumber: malang.disway.id