Konten dari Pengguna

Prodi Perbankan Syariah IPMAFA Ikuti Review Kurikulum Internasional Berbasis OBE

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Pasuruan, 28 Agustus 2025 – Program Studi Perbankan Syariah Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas pendidikan dengan berpartisipasi dalam kegiatan International Benchmarking and Curriculum Review yang diadakan oleh Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah (APSKPS). Kegiatan ini diselenggarakan pada 28 Agustus 2025 di Pasuruan, Jawa Timur, dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia serta sejumlah akademisi internasional.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam penyusunan kurikulum acuan nasional berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang ditujukan untuk seluruh Program Studi Perbankan Syariah di Indonesia. OBE sendiri adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada capaian pembelajaran yang harus dikuasai oleh mahasiswa setelah mengikuti suatu program pendidikan. Dengan mengikuti kegiatan ini, IPMAFA berharap dapat meningkatkan kualitas dan relevansi kurikulumnya, agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri keuangan syariah yang berkembang pesat di dunia global.

Foto: Istimewa

Salah satu aspek penting dalam acara ini adalah keterlibatan pakar internasional yang memberikan perspektif lebih luas mengenai keilmuan Perbankan Syariah dan pengembangan kurikulum. Beberapa akademisi luar negeri yang hadir dalam acara tersebut antara lain Prof. Dr. Nor Balkish Zakaria dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, Dr. Eunkyung Lee dari Sun Moon University, Korea Selatan, Dr. Mohd Syazwan dari Universitas Brunei Darussalam (UBD), serta Dr. Omar Hisyam Al Thalib dari Amerika Serikat. Kehadiran para pakar internasional ini memberikan kontribusi besar dalam proses benchmarking, sehingga hasil review kurikulum yang dihasilkan diharapkan dapat mengacu pada standar global.

Dalam kegiatan ini, berbagai aspek penting dari kurikulum Perbankan Syariah dibahas, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), body of knowledge, ciri khas keilmuan program studi, hingga capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Pembahasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun tidak hanya relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan industri keuangan syariah yang saat ini sudah sangat terhubung dengan perkembangan teknologi digital dan inovasi global.

Menurut Ketua Umum APSKPS, Syaiful Bahri, kegiatan ini menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan daya saing program studi Perbankan Syariah Indonesia di tingkat internasional. “Standar kurikulum yang disepakati bersama akan memudahkan setiap Prodi Perbankan Syariah untuk menyiapkan lulusan yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Syaiful Bahri juga menambahkan bahwa kurikulum yang dihasilkan dari review ini akan mengintegrasikan aspek-aspek yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

IPMAFA, yang terletak di Pati, Jawa Tengah, memiliki komitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keahlian dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu berkontribusi di masyarakat. Program Studi Perbankan Syariah di IPMAFA terus berinovasi dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri serta berbasis pada nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

Khabib Solihin, Ketua Program Studi Perbankan Syariah IPMAFA, menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti forum ini akan sangat berharga dalam proses review kurikulum internal di kampus mereka. “Melalui keterlibatan langsung di forum ini, kami bisa mengambil perspektif global dan menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal mahasiswa dan industri keuangan syariah di Indonesia,” jelas Khabib.

Menurutnya, partisipasi dalam kegiatan internasional seperti ini memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana kurikulum di negara lain, terutama negara-negara dengan industri keuangan syariah yang berkembang pesat, dirancang. Selain itu, hal ini juga memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh industri tersebut di tingkat global. Oleh karena itu, pihaknya berharap kurikulum yang disusun nanti tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga dapat diterima dan dihargai di tingkat internasional.

Dalam rangka mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memiliki standar nasional, tetapi juga orientasi internasional. Dengan demikian, lulusan Program Studi Perbankan Syariah IPMAFA diharapkan memiliki kapasitas yang tidak hanya cukup untuk berkontribusi di tingkat lokal, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. Menurut Khabib, hal ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa mahasiswa IPMAFA tidak hanya siap menghadapi tantangan di pasar lokal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika global yang semakin maju.

Selain itu, kegiatan ini juga berperan sebagai sarana untuk memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi di Indonesia, yang memungkinkan pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan penelitian yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan industri. Melalui kolaborasi ini, diharapkan ada sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan industri, yang dapat mendukung terciptanya solusi-solusi inovatif dan relevansi kurikulum yang lebih tinggi.

Sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kolaborasi ini juga mencakup penyelenggaraan kegiatan magang, studi independen, dan pengabdian masyarakat yang melibatkan berbagai perguruan tinggi. Dalam hal ini, setiap perguruan tinggi yang terlibat dalam kegiatan ini akan dapat saling berbagi pengalaman serta memperkuat pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel dan terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri.

Dr. Eunkyung Lee, salah satu akademisi internasional yang hadir dalam forum ini, menyoroti pentingnya integrasi antara kurikulum dan praktik di lapangan, terutama dalam dunia perbankan syariah yang terus berkembang. “Pendidikan yang berbasis pada hasil (Outcome-Based Education) adalah pendekatan yang sangat relevan untuk memastikan mahasiswa memiliki keterampilan yang tepat, yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Dr. Lee.

Melalui kegiatan ini, IPMAFA menunjukkan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, terutama di sektor perbankan syariah yang kini semakin berkembang. Kurikulum yang akan disusun, dengan dukungan dari APSKPS dan akademisi internasional, diharapkan dapat menjadi acuan bagi Prodi Perbankan Syariah lainnya di Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sistem keuangan syariah secara global.

Dengan adanya kerja sama ini, IPMAFA berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan mencetak generasi penerus yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu memberikan inovasi dan solusi dalam menghadapi tantangan dunia perbankan syariah yang semakin kompleks dan berkembang.

Diharapkan bahwa hasil dari kegiatan ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan kurikulum yang lebih baik, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Kerja sama yang terjalin ini akan memperkuat posisi IPMAFA sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen dalam pengembangan pendidikan berkualitas berbasis syariah di Indonesia, serta memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi syariah yang berkelanjutan di masa depan.

Dengan adanya keterlibatan dalam forum internasional ini, IAIN Parepare semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan nasional, tetapi juga siap bersaing di kancah global.

Sumber: ipmafa.ac.id