Program Studi Aktuaria ITB Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Internasionalisasi

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bandung, 16 September 2025 – Program Studi Sarjana Aktuaria, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih akreditasi "Unggul" dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) pada tahun 2025. Pencapaian ini merupakan langkah signifikan dalam pengembangan ilmu aktuaria di ITB, sekaligus menegaskan komitmen institusi terhadap kualitas pendidikan yang berkelanjutan di bidang sains aktuaria. Akreditasi “Unggul” ini tidak hanya memberikan pengakuan atas kualitas pendidikan di bidang aktuaria, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi para lulusannya untuk berkarier di tingkat nasional maupun internasional.
Sejak didirikan pada tahun 2019, Program Studi Sarjana Aktuaria ITB telah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di bidang pengelolaan risiko yang berbasis kuantitatif. Ilmu Aktuaria, yang menggabungkan konsep matematika, statistika, dan teori keuangan, berfokus pada perancangan dan evaluasi strategi manajemen risiko di sektor-sektor penting seperti asuransi, keuangan, dana pensiun, hingga sistem jaminan sosial. Dalam lima tahun perjalanannya, program ini telah menunjukkan perkembangan pesat, mulai dari perbaikan kurikulum, peningkatan mutu pengajaran, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam dan luar negeri.
Ketua Program Studi Sarjana Aktuaria ITB, Prof. Novriana Sumarti, S.Si., M.Si., Ph.D., mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. “Akreditasi ‘Unggul’ yang diperoleh merupakan hasil kerja keras seluruh tim dalam mempersiapkan berbagai dokumen dan menunjukkan mutu pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa peringkat akreditasi yang tertinggi ini sangat dibutuhkan untuk para lulusan, mengingat ada beberapa lembaga atau industri dalam negeri yang memberikan syarat pelamar kerjanya harus lulus dari perguruan tinggi dengan peringkat tinggi.
Akreditasi ini tidak hanya memberi dampak positif di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi lulusan Program Studi Aktuaria ITB untuk melanjutkan studi atau berkarier di kancah internasional. Sejumlah institusi luar negeri kini mulai memperhatikan akreditasi asal institusi saat menerima mahasiswa internasional, yang memperluas kesempatan bagi lulusan ITB untuk berkompetisi secara global.
Prof. Novriana juga mengungkapkan bahwa, dengan akreditasi yang diperoleh, program studi ini kini tengah mempersiapkan langkah strategis untuk internasionalisasi. “Kami sedang menjajaki kerja sama lebih erat dengan asosiasi profesi, seperti Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan Society of Actuaries (SOA) di Amerika Serikat. Kerja sama ini diharapkan dapat mengarah pada pengakuan terhadap beberapa mata kuliah sebagai ekuivalen dari modul ujian profesi, yang akan mempercepat jalur karier mahasiswa yang ingin menjadi aktuaris bersertifikat,” jelasnya.
Program Studi Aktuaria ITB juga memiliki rencana untuk memperoleh akreditasi internasional dari lembaga-lembaga terkemuka seperti ASIIN (Jerman) atau ABET (Amerika Serikat), yang semakin mempertegas ambisi ITB untuk menjadi pusat pendidikan aktuaria berkelas dunia. Selain itu, pengembangan kelas internasional dan peluang pertukaran pelajar juga menjadi prioritas dalam rencana ke depan untuk mendukung globalisasi program ini.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas, Program Studi Aktuaria ITB telah memperbarui kurikulumnya agar lebih adaptif terhadap dinamika industri. Kurikulum baru yang diterapkan pada tahun 2024 mengusung pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi. Kurikulum ini lebih menekankan pada pengembangan keterampilan analitik, pemodelan risiko, dan penguasaan perangkat teknologi serta komputasi yang sangat mendukung praktik aktuaria. Mahasiswa juga didorong untuk membentuk profil keahliannya masing-masing sesuai dengan minat mereka, termasuk di bidang aktuaria jiwa, kesehatan, investasi, dan sektor publik.
Prof. Novriana menekankan bahwa tujuan utama dari perubahan kurikulum ini adalah untuk mempersiapkan mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja, tetapi juga membangun fondasi akademik yang kuat bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang riset lanjutan. “Kami ingin para mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki bekal untuk berinovasi dan menjadi pemimpin di bidang aktuaria,” ujar Prof. Novriana.
Untuk mendukung kelanjutan kualitas pendidikan dan riset, Prof. Novriana juga menekankan pentingnya penguatan administrasi dan tata kelola data. “Prodi S1 Aktuaria perlu mempertahankan hal-hal yang sudah baik, dan juga perlu lebih memperbaiki hal-hal yang masih kurang,” katanya. Penguatan administrasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses pendidikan dan penelitian berjalan dengan efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain fokus pada pengajaran, Program Studi Aktuaria ITB juga mendorong semangat penelitian dan pengabdian masyarakat. Dosen dan mahasiswa aktif terlibat dalam berbagai kegiatan ilmiah, kompetisi data science, serta proyek kolaboratif yang memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan riil yang ada di masyarakat. Keterlibatan dengan mitra industri dan lembaga kebijakan diharapkan akan memperkuat daya saing lulusan sehingga dapat memberikan kontribusi langsung dalam pembangunan bangsa melalui bidang aktuaria.
Ke depan, program ini berharap dapat memperluas keterlibatan dengan lebih banyak mitra dari dunia industri dan lembaga kebijakan, agar dapat menciptakan lebih banyak peluang riset terapan yang memberi dampak positif terhadap masyarakat.
Prof. Novriana menutup pembicaraannya dengan optimisme tinggi tentang masa depan Program Studi Aktuaria ITB. “Dengan komitmen dan kerja keras semua pihak, kami yakin bahwa program studi ini akan terus berkembang dan menjadi salah satu yang terkemuka di dunia. Prestasi ini hanya awal dari perjalanan panjang kami untuk membawa ITB ke arah yang lebih baik,” tutupnya.
Dengan akreditasi "Unggul" yang diraih pada tahun 2025, Program Studi Sarjana Aktuaria ITB semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam pendidikan aktuaria di Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga berkomitmen untuk internasionalisasi dan menciptakan lulusan yang siap bersaing di kancah global. Pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, peningkatan kerjasama internasional, serta fokus pada penelitian dan pengabdian masyarakat menjadi kunci keberhasilan Program Studi Aktuaria ITB untuk terus berkontribusi pada dunia pendidikan dan industri di masa depan.
Sumber: itb.ac.id
