Konten dari Pengguna
UB Gelar MCU Gratis Bareng Kampus Malang dan Mitra
15 September 2025 13:26 WIB
·
waktu baca 6 menit
Kiriman Pengguna
UB Gelar MCU Gratis Bareng Kampus Malang dan Mitra
Universitas Brawijaya (UB) melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) menggandeng start-up sosial Respect.id Indonesia dan Klinik Utama Nurona untuk menyelenggarakan medical check-up (MCU) gratis bagi SEVIMA
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Malang, 7 September 2025 — Universitas Brawijaya (UB) melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) menggandeng start-up sosial Respect.id Indonesia dan Klinik Utama Nurona untuk menyelenggarakan medical check-up (MCU) gratis bagi warga Perumahan Permata Jingga, Malang. Layanan kesehatan masyarakat ini digelar dalam dua tahap, 30–31 Agustus 2025 dan 4–7 September 2025, serta melibatkan jejaring perguruan tinggi bidang kesehatan di Malang Raya. Dikutip dari laman resmi PSDKU UB Kediri, kegiatan ini berkolaborasi lintas institusi dan berlangsung di kawasan Permata Jingga, Kota Malang.
ADVERTISEMENT
Pihak panitia menyebut, enam perguruan tinggi ikut ambil bagian dalam kegiatan ini—di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Poltekkes Kemenkes Malang, dan ITSK RS dr. Soepraoen Malang—dengan melibatkan dosen, tenaga medis, dan mahasiswa lintas disiplin. Dikutip dari laman kontak resmi UB, kampus ini beralamat di Jalan Veteran No. 12–16, Malang, pusat administrasi universitas yang menjadi simpul koordinasi kegiatan pengabdian masyarakat. Universitas Negeri Malang (UM) tercatat berlokasi di Jl. Semarang 5, Malang, sedangkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkampus di Jl. Raya Tlogomas No. 246, Malang. Poltekkes Kemenkes Malang berpusat di Jl. Besar Ijen 77 C Malang, dan ITSK RS dr. Soepraoen adalah institut kesehatan berbasis di Kota Malang. Penyebutan alamat resmi ini dikutip dari website masing-masing institusi.
ADVERTISEMENT
Secara operasional, Klinik Utama Nurona menyediakan tenaga medis dan fasilitas pendukung selama kegiatan. Dikutip dari akun resmi klinik, Klinik Utama Nurona beralamat di Jl. Kendalsari IV No. 26, Lowokwaru, Kota Malang. Adapun lokasi kegiatan, Perumahan Permata Jingga, dipublikasikan pengembang sebagai kawasan hunian di Kota Malang. Penyebutan ini memperjelas titik layanan dan memudahkan warga sekitar untuk mengakses pemeriksaan.
Fokus layanan MCU gratis ditujukan pada tiga isu kesehatan yang kian mengemuka di kawasan urban—yakni nyeri kronis, kesehatan mental, dan sindrom metabolik (diabetes, hipertensi, obesitas, serta kolesterol tinggi). Dosen Fakultas Kedokteran UB, Dr. dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp.An.,KMN, menilai kegiatan lintas kampus ini merekatkan sains, layanan, dan pendidikan di tengah masyarakat. “Kolaborasi enam universitas kesehatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata. Dengan turun langsung ke lapangan, mereka belajar memahami kompleksitas masalah kesehatan urban. Inilah bentuk nyata pendidikan tinggi yang berdampak,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutan pembuka, dr. Febri Soraya Jannah menekankan pentingnya pergeseran perhatian publik dari penyakit menular menuju penyakit tidak menular (PTM) yang kerap tak terdeteksi. “Selama ini masyarakat lebih waspada terhadap penyakit menular, padahal tantangan terbesar justru berasal dari penyakit tidak menular yang diam-diam menggerogoti kualitas hidup. Melalui medical check-up ini, kami ingin masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan rutin,” katanya.
Konteks nasional menguatkan urgensi layanan seperti ini. Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), program cek kesehatan massal per 12 Juni 2025 mendapati sekitar 1 dari 5 peserta mengalami hipertensi dan 5,9% menderita diabetes melitus. Angka tersebut menegaskan PTM sebagai beban kesehatan yang besar di Indonesia. Temuan ini konsisten dengan Riskesdas 2018 yang menunjukkan peningkatan prevalensi hipertensi dan diabetes dibanding survei sebelumnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menempatkan penyakit kardiovaskular (seperti stroke dan penyakit jantung iskemik) sebagai penyebab kematian teratas di Indonesia. Referensi tersebut dikutip dari rilis resmi Kemenkes, laporan Riskesdas, dan dashboard data WHO.
Isu kesehatan mental turut mendapat perhatian. Dikutip dari Kemenkes (2021), sekitar 1 dari 5 penduduk Indonesia memiliki potensi masalah kesehatan jiwa, sementara fakta ringkas Kemenkes (2023) mencatat proporsi depresi pada kelompok usia 15–24 tahun berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia. Penggabungan skrining fisik dan mental dalam MCU ini diharapkan memberi gambaran awal risiko kesehatan warga perkotaan, yang kerap menghadapi stres, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan paparan kerja berjam-jam.
ADVERTISEMENT
Di lapangan, ratusan warga Permata Jingga dan sekitarnya memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis oleh dokter, perawat, ahli gizi, psikolog, serta mahasiswa dari prodi terkait. Mochamad Saiful Anwar dari Respect.id Indonesia menekankan dimensi sosial program. “Kesehatan merupakan isu sosial dan kultural. Kami berharap program ini mengedukasi bahwa investasi terbesar sebuah keluarga adalah kesehatan,” ucapnya. Dikutip dari akun resmi Respect.id Indonesia, platform ini merupakan wadah kolaborasi lintas kampus dalam pendidikan, riset, teknologi, dan kesehatan.
Sisi kemitraan layanan diperkuat Klinik Utama Nurona. dr. Muhammad Farlyzhar Yusuf, SpAn-TI, FIP, menegaskan peran klinik tak hanya pada aspek kuratif. “Klinik tidak hanya hadir untuk layanan klinis, melainkan juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun gaya hidup sehat,” katanya. Keterlibatan fasilitas kesehatan terdekat diharapkan memperlancar rujukan lanjutan apabila dalam skrining awal ditemukan indikator risiko yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium lebih detail atau tata laksana berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Sebagai penyelenggara, UB menempatkan program ini dalam kerangka pembelajaran berbasis pengalaman dan kewirausahaan sosial. Dikutip dari laman Kemahasiswaan UB, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ialah skema pengembangan kewirausahaan mahasiswa di UB—dengan fase pendaftaran, pendanaan, hingga pendampingan. Momentum PMW diproyeksikan memacu inisiatif layanan publik berbasis solusi, termasuk di sektor kesehatan masyarakat urban.
Perumahan Permata Jingga dipilih karena karakteristik kawasan perkotaan yang heterogen dan mobilitas warganya yang tinggi. Dikutip dari laman pengembang Permatajingga Group, hunian ini berada di wilayah Kota Malang dan dekat dengan beragam fasilitas kota, sehingga representatif untuk menggambarkan tantangan PTM khas urban—misalnya sindrom metabolik akibat gaya hidup sedentari dan pola makan tinggi gula/lemak. Pemilihan lokasi yang mudah diakses juga membantu cakupan layanan selama gelaran empat hari di pekan kedua September.
ADVERTISEMENT
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan alur pendaftaran dan edukasi singkat, skrining vital (tekanan darah, indeks massa tubuh, dan parameter terkait), wawancara singkat kesehatan mental, serta konseling. Tim medis memberikan lembar hasil pemeriksaan beserta rekomendasi tindak lanjut, seperti perbaikan pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres, serta kunjungan lanjutan jika diperlukan. dr. Febri Soraya Jannah menambahkan, konsistensi pemeriksaan menjadi kunci. “Melalui medical check-up ini, kami ingin masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan rutin,” ujarnya menegaskan kembali.
Kegiatan juga menonjolkan pembelajaran lintas kampus. Mahasiswa kedokteran, keperawatan, gizi, dan psikologi berlatih komunikasi klinis, interpretasi dasar hasil skrining, serta pendidikan kesehatan berbasis bukti. “Turun langsung ke lapangan membuat mahasiswa belajar memahami kompleksitas masalah kesehatan urban,” kata dr. Ristiawan. Pendekatan ini sejalan dengan tri dharma perguruan tinggi dan prioritas pencegahan PTM secara hulu melalui edukasi dan perubahan perilaku.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi benang merah kegiatan. UB sebagai simpul kampus riset dan layanan; UM, UMM, Poltekkes Kemenkes Malang, dan ITSK RS dr. Soepraoen sebagai mitra akademik dan klinis; Klinik Utama Nurona sebagai penyedia layanan kesehatan primer/rujukan; serta Respect.id Indonesia sebagai penggerak komunitas. Dikutip dari website UB, universitas ini merupakan PTN di Kota Malang dengan kantor humas dan rektorat beralamat di Jl. Veteran; UM dan UMM juga menegaskan alamat kampus pada laman resmi mereka—informasi dasar ini penting agar publik mengetahui rujukan resmi saat mencari layanan dan informasi lanjutan.
ADVERTISEMENT
Sejumlah peserta menyampaikan apresiasi atas layanan tanpa biaya ini, terutama bagi keluarga yang membutuhkan skrining berkala namun terkendala biaya dan waktu. Tim kolaborasi menyebut program serupa akan dievaluasi untuk replikasi di lingkungan perumahan lain di Malang Raya dengan kemitraan serupa demi memperluas jangkauan dan dampak.
Menutup rangkaian, panitia menegaskan komitmen untuk melanjutkan edukasi pascakegiatan melalui kanal digital mitra dan jejaring kampus. Peserta didorong mencatat tekanan darah, berat badan, dan pola tidur secara berkala, serta mengakses layanan kesehatan bila diperlukan. “Kami berharap program ini menjadi tonggak awal menuju Indonesia yang lebih sehat, inklusif, dan berdaya saing di bidang kesehatan komunitas,” ujar Mochamad Saiful Anwar dari Respect.id Indonesia.
Sumber: prasetya.ub.ac.id

