Konten dari Pengguna

Unimal dan PNL Finalisasi Desain Signage untuk Kawasan Heritage Samudera Pasai

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Lhoksukon, 23 September 2025 – Universitas Malikussaleh (Unimal) bersama Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk finalisasi desain signage di kawasan Heritage Samudera Pasai, di Balai Meunasah Kompleks Makam Malikussaleh, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Acara ini digelar pada Jumat, 12 September 2025, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertajuk "Desain Signage dan Wayfinding di Kawasan Wisata Heritage Samudera Pasai."

FGD ini merupakan hasil dari kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Unimal dan PNL yang didanai oleh Dana Hibah BIMA dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditjen Dikti Ristek Kemendikbudristek). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperkuat sistem navigasi serta menyediakan informasi yang edukatif mengenai sejarah kawasan tersebut.

Ketua tim pelaksana, Yenny Novianti, MT, yang juga merupakan dosen Teknik Arsitektur Unimal, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan sistem wayfinding dan signage edukatif. Sistem tersebut melibatkan penggunaan media informasi berbasis digital seperti QR Code dan literatur naratif. Salah satu tujuan utamanya adalah membangun identitas kawasan melalui ‘identity of place’, serta mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan wisata melalui pemberdayaan berbasis komunitas.

“Luaran yang diharapkan adalah terbentuknya identitas kawasan heritage melalui ‘identity of place’, penyediaan media edukasi sejarah yang adaptif, serta pembangunan model pengelolaan berbasis komunitas,” kata Yenny dalam sambutannya.

Kawasan Heritage Samudera Pasai yang merupakan situs bersejarah, termasuk komplek makam Malik As-Saleh, memiliki nilai sejarah yang penting bagi penyebaran Islam di Nusantara pada abad ke-13 hingga 16. Namun, kawasan ini masih menghadapi beberapa tantangan, di antaranya kurangnya infrastruktur yang memadai seperti sistem navigasi, serta keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan informasi sejarah kepada masyarakat dan pengunjung.

Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, program ini mencakup beberapa langkah strategis. Selain merancang desain signage dan wayfinding, proyek ini juga berfokus pada pengembangan media informasi berbasis digital. Penerapan QR Code pada setiap titik informasi akan memudahkan pengunjung mengakses sejarah secara langsung dengan menggunakan ponsel mereka.

Sukarna Putra, perwakilan dari Center for Information of Samudra Pasai Heritage (CISAH), menambahkan pentingnya penggunaan informasi dwibahasa, Indonesia dan Inggris, untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara. “Penyediaan informasi dalam dua bahasa sangat penting agar wisatawan dapat lebih memahami dan menghargai sejarah yang ada di kawasan ini,” jelas Sukarna.

Pengelola Makam Sultan Malik As-Saleh, Tgk. Faisal M.Pd., juga menekankan pentingnya pemahaman sejarah Samudera Pasai sebagai pusat penyebaran Islam di Nusantara. Dalam sesi diskusi, ia menjelaskan makna ukiran kaligrafi Arab pada batu nisan yang terdapat di kompleks makam, serta menyebutkan beberapa makam bersejarah lainnya seperti Komplek Makam Raja As-Sawar, Komplek Makam Malkhan Nahrassiyah, dan Komplek Makam Sayyid Syarif.

Selain itu, Geuchik Gampong Beuringen, Abdul Manan, berharap kegiatan ini dapat menjadi model konservasi berbasis komunitas yang bisa diterapkan di kawasan heritage lainnya di Aceh. “Ini bukan hanya soal pelestarian situs sejarah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan wisata religi,” katanya.

Pemetaan yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat Unimal dan PNL juga mencakup potensi ekonomi lokal, seperti produk pertanian, kerajinan tangan, dan kuliner khas yang bisa dikembangkan melalui kolaborasi dengan sektor pariwisata. Dengan adanya sistem wayfinding dan signage yang lebih terstruktur, diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah pengunjung dalam memahami sejarah dan budaya, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan kawasan heritage secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, keberadaan signage yang informatif dan sistem navigasi yang mudah diakses akan mendukung pengelolaan yang lebih profesional dan mendorong keberlanjutan pariwisata di Samudera Pasai.

“Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan kawasan ini, dan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada,” tambah Yenny.

Proyek ini diharapkan dapat selesai dengan lancar dan efektif pada akhir September 2025. Rancangan desain signage dan wayfinding yang telah disiapkan akan segera menjadi fondasi untuk penguatan identitas visual serta edukasi sejarah kawasan heritage Samudera Pasai.

Ke depannya, kegiatan ini tidak hanya akan berdampak pada pelestarian situs sejarah, tetapi juga akan memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata lokal. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah, kawasan heritage ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang lebih terkelola dengan baik dan mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Malikussaleh (Unimal) dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) ini merupakan contoh nyata dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi antar-disiplin ilmu. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa, dan pengelola kawasan, proyek ini menjadi model bagi pengembangan kawasan heritage yang berbasis pada konservasi budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Sebagai langkah awal yang penting, desain signage dan wayfinding ini diharapkan menjadi dasar bagi pengelolaan kawasan Samudera Pasai yang lebih berkelanjutan dan inklusif, memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, dan menjadikan kawasan ini sebagai tujuan wisata yang menarik dan bermakna.

Sumber: news.unimal.ac.id