Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Beri Beasiswa Penuh untuk Fajri

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah tantangan ekonomi yang masih menjadi hambatan utama banyak pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi, muncul kisah inspiratif dari Kabupaten Limapuluh Kota. Sosok Fajri, seorang pemuda tangguh dari keluarga sederhana, menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Hari ini, Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi secara resmi memberikan beasiswa penuh kepada Fajri.
Kisah Fajri mungkin masih melekat diingatan kita. Saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) beberapa waktu lalu, keterbatasan finansial membuat ayah Fajri harus tidur di pos satpam lokasi ujian demi mendampingi anaknya. Tidak ada hotel, tidak ada penginapan, hanya tekad dan cinta orang tua yang begitu dalam. Meskipun Fajri tidak lulus dalam seleksi tersebut, semangatnya tak pernah padam. Ia terus mencoba, karena ia percaya mimpi tidak akan salah alamat.
Kini, harapan itu terbayar lunas. Fajri resmi menjadi mahasiswa Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi. Ia bukan hanya diterima secara akademik, tetapi juga diberikan beasiswa penuh, termasuk biaya hidup, demi mendukung sepenuhnya perjuangan meraih masa depan yang lebih cerah. Bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen UMN Yarsi Sumbar dalam mendukung pendidikan anak bangsa.
"Alhamdulillah nya Fajri sekarang sudah menjadi bagian dari kami Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Yarsi Sumbar. Yarsi resmi memberikan pendidikan gratis dan biaya hidup demi mewujudkan impiannya yang mulia itu," seperti dikutip dari akun Instagram @umnatsirbukittingi, Rabu (2/7/2025).
Penyerahan beasiswa tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Limapuluh Kota, Bapak Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, didampingi oleh Rektor UMN, Bapak Afridian Wirahadi Ahmad. Momen ini menjadi titik balik haru yang tak hanya disambut tangis bahagia keluarga Fajri, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Limapuluh Kota.
Fajri kini bukan sekadar anak desa dengan mimpi besar, ia telah menjadi simbol harapan bahwa dengan semangat, dukungan, dan kepedulian institusi, pendidikan tinggi bisa menjadi milik siapa saja, bukan hanya mereka yang berkecukupan. Semoga kisah ini menjadi pemantik bagi banyak pihak untuk terus menyalakan obor perubahan di tengah keterbatasan.
