Konten dari Pengguna

Wikan Sakarinto Dirikan Politeknik Mitra Industri, Cetak Lulusan Siap Kerja

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Dok. SEVIMA
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dok. SEVIMA

Yayasan Mitra Global Mandiri membuka Politeknik Mitra Industri sebagai kampus vokasi baru yang hadir di jantung Kawasan Industri MM2100, Bekasi, salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Kampus ini didirikan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dengan mencetak lulusan yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap memimpin.

Sebagai kampus vokasi, Politeknik Mitra Industri tidak hanya fokus pada penguasaan teknis, tetapi juga pengembangan karakter dan kemampuan lunak (soft skills) seperti komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan.

“Kami ingin menghasilkan lulusan yang bukan hanya pintar, tapi juga punya mental dan karakter kuat untuk menghadapi tantangan dunia industri saat ini,” ujar Direktur Politeknik Mitra Industri, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud periode 2020-2022.

Pada tahun ajaran perdana 2025/2026, kampus ini membuka penerimaan mahasiswa baru dengan target 200 orang untuk tiga program studi unggulan: Bisnis Digital, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknologi Rekayasa Manufaktur. Ketiga program ini dipilih karena sangat dibutuhkan industri, dan dirancang agar lulusannya bisa langsung bekerja atau membangun usaha sendiri.

Kurikulum di Politeknik Mitra Industri disusun bersama para pelaku industri dari dalam dan luar negeri. Selain belajar di kelas, mahasiswa akan banyak melakukan praktik langsung lewat metode project-based learning, yaitu belajar dari proyek nyata di dunia kerja. Kerja sama internasional juga menjadi kekuatan kampus ini. Mahasiswa akan memiliki kesempatan magang dan transfer ilmu dengan mitra industri di Jepang dan Jerman.

Didirikan oleh para praktisi industri dan pakar pendidikan vokasi nasional, politeknik ini menjawab kebutuhan akan tenaga kerja yang tak hanya andal secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, soft skills, dan kemampuan adaptif dalam menghadapi tantangan Industri 5.0.

Mereka diantaranya Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., (mantan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud), Yoshihiro Kobi Utsman (pendiri Kawasan Industri MM2100, Bekasi), Darwoto (pengelola MM2100, jajaran pimpinan APINDO), Juga ada Lispiyatmini (Direktur PT. JOTUN Indonesia), Musfir (GM P. JFE Steel Galvanizing Indonesia), Joko Baroto (dari Daihatsu), dan Raymond Liu salah satu Pengusaha nasional.

Untuk mendukung proses belajar yang modern dan efisien, Politeknik Mitra Industri bekerja sama dengan SEVIMA—perusahaan teknologi pendidikan (edutech) nasional—dalam menerapkan sistem digital kampus. Mulai dari pendaftaran, perkuliahan, hingga pengelolaan akademik akan terintegrasi secara digital, menjadikan kampus ini siap bersaing di era digital.